BPBD Kabupaten Cilacap siapkan antisipasi bencana hidrometeorologi
Elshinta
Kamis, 16 September 2021 - 13:43 WIB |
BPBD Kabupaten Cilacap siapkan antisipasi bencana hidrometeorologi
Tangkapan layar video banjir di Dusun Cirokol RT 03 RW 02, Desa Brebeg, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Kamis (16/9/2021) pagi, yang diunggah di grup WhatsApp BPBD Kabupaten Cilacap `Siaga Bencana Cilacap`. (FOTO ANTARA/Sumarwoto)

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyiapkan sejumlah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi pada musim hujan khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.

"Kami sudah melakukan pemberitahuan kepada para camat untuk segera mengingatkan masyarakat terhadap akan segera datangnya musim hujan yang jauh lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Itu sesuai dengan rilis BMKG termasuk ancaman bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Wijonardi di Cilacap, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, pihaknya segera mengambil langkah-langkah antisipasi dan meminta para camat untuk menyiagakan material maupun personel khususnya di desa-desa dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah menyiagakan perahu karet di sejumlah desa yang rawan banjir seperti di wilayah Sidareja dan sekitarnya yang rutin terjadi banjir.

"Kami sudah cek persiapannya dan UPT (Unit Pelaksana Teknis) kami yang di Sidareja juga sudah dicek kesiapsiagaannya termasuk peralatannya. Perahu karet yang kurang sehat, ada yang bocor kayak di Majenang, sudah kami tarik ke sini (BPBD Cilacap, red.) untuk diperbaiki," katanya.

Ia mengakui jika pada Kamis (16/9) terjadi banjir di Desa Brebeg, Kecamatan Jeruklegi, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam dan akses jalan sempat terputus.

Menurut dia, pihaknya masih mempelajari kejadian banjir di Desa Brebeg apakah situasional ataukah memang sebelumnya sering terjadi.

"Rencananya kami mau ke sana untuk mengecek guna mendengarkan informasi dari Pak Kadesnya. Kalau itu sudah rutin, banyak orang beranggapan pendangkalan sungai yang jadi alasan," katanya.

Lebih lanjut, Wijonardi mengatakan sungai secara alami akan menerima guguran tanah pertanian dan sebagainya di wilayah hulu yang kemudian terbawa aliran air, sehingga sesampainya di hilir seperti daerah Brebeg terjadi endapan atau sedimentasi.

Menurut dia, penggalian atau normalisasi aliran sungai dari sedimentasi hanyalah upaya agar tidak terjadi pendangkalan.

"Aliran air tentunya menuju ke daerah rendah. Kalau tahu itu daerahnya rendah, dibangun rumah tidak sesuai dengan standar elevasi air tertinggi, mau sampai kapan tetap terendam rumahnya, logis kan itu," katanya.

Oleh karena itu, dia memerintahkan Kepala Desa Brebeg untuk segera memasang patok penanda elevasi air guna mengetahui ketinggian air setiap kali terjadi banjir.

Menurut dia, elevasi air tertinggi itu selanjutnya dijadikan dasar untuk memberikan arahan kepada masyarakat yang akan membangun rumah.

"Masyarakat yang mau membangun rumah, fondasinya harus di atas batas elevasi air tertinggi itu. Kalau itu diikuti, mereka tidak akan terendam air ketika terjadi banjir yang mencapai batas tertinggi," katanya.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu mengungsi karena rumah mereka tidak terendam air meskipun aktivitasnya terganggu akibat banjir, sehingga pihaknya menyediakan perahu karet untuk mendukung transportasi warga.

Menurut dia, pihaknya akan terus mengedukasi warga agar bisa belajar dari pengalaman dalam menghadapi banjir termasuk bagi mereka yang bermukim di daerah rawan longsor.

"Bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir, tentunya saat membangun rumah perlu meninggikan fondasinya agar tidak terendam," kata Wijonardi.

Sementara dalam laporannya yang disampaikan melalui grup WhatsApp "Siaga Bencana Cilacap" yang dikelola BPBD Kabupaten Cilacap, Kepala Desa Brebeg Achmad Zaenudin mengatakan banjir yang melanda Dusun Cirokol RT 03 RW 02, Desa Brebeg, pada Kamis (16/9) pagi disebabkan luapan air dari Sungai Cirokol yang mengalami pendangkalan.

Menurut dia, banjir tersebut mengakibatkan ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Jerulklegi Kulon dan Desa Brebeg tidak bisa dilewati selama lebih kurang satu jam.

"Sebanyak lima rumah warga terendam banjir," demikian Zaenudin. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasca gempa Semarang, Polda Jateng siapkan dapur umum
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:24 WIB
Tiga wilayah yang  terimplikasi gempa bumi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak menimbulkan ker...
 26 Oktober 2010: Sang juru kunci Merapi meninggal dunia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 06:26 WIB
Letusan Gunung Merapi meninggalkan banyak cerita. Gunung yang berada di Sleman, Magelang, Boyolali, ...
Polresta Samarinda lakukan patroli kemanusiaan di wilayah banjir
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, terus melakukan patroli kemanusiaan untuk membantu warga masya...
 Gempa Salatiga nihil kerusakan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Salatiga, Jawa tengah, Sabtu (23/10) tidak menimbulkan  kerusaka...
Gubernur Jateng minta warga pegunungan siaga gempa pergerakan sesar
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:47 WIB
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowp meminta warga di daerah pegunungan untuk siaga terkait dengan ad...
Puluhan rumah warga di Ogan Ilir rusak diterjang puting beliung
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:22 WIB
 Puluhan rumah warga di lima desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan mengalami rusak parah da...
 BPBD Karawang prediksi banjir awal tahun, pakar manajemen bencana ingatkan cuaca ekstrem
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:46 WIB
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawan...
Polisi berlakukan buka tutup jalur Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup lalu lintas Medan-Berastagi dan sebaliknya, akib...
Gempa magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Enggano, Bengkulu
Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:15 WIB
Gempa bumi dengan Magnitudo 5.4 terjadi di barat laut Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Minggu ...
Polisi tutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat longsor
Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:30 WIB
Polisi menutup sementara akses jalan Medan-Berastagi akibat tertutup longsor di tikungan PDAM Tirta...