Iklan obat tradisional harus lengkap dan obyektif agar tak menyesatkan
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 16:06 WIB |
Iklan obat tradisional harus lengkap dan obyektif agar tak menyesatkan
Hasil tangkapan layar Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani dalam sebuah webinar mengenai strategi brand obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa (14/9/2021). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Elshinta.com - Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dwiana Andayani menuturkan, klaim iklan obat tradisional yang diperbolehkan tayang di media saat ini hanya untuk kepentingan pengobatan pribadi, sehingga informasi yang disampaikan haruslah obyektif agar tak menyesatkan konsumen. 

"Jadi, kira-kira gejala apa yang bisa didiagnosa sendiri untuk self medication itu yang diperbolehkan," kata dia dalam sebuah webinar mengenai obat tradisional dan suplemen kesehatan, Selasa.

Karena sebagian besar pemanfaatan obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk keperluan pengobatan sendiri, maka klaim pada iklan perlu disesuaikan dengan kemampuan masyarakat awam dalam menilai gejala yang mereka rasakan.

Informasi yang disampaikan pun harus obyektif, lengkap dan tidak menyesatkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan produk yang berlebihan dan tak benar.

Produsen boleh mencantumkan khasiat, kegunaan dan informasi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan konsumen seperti adanya kontraindikasi dan efek samping.

Lebih lanjut, iklan tidak memanfaatkan kekhawatiran masyarakat pada suatu masalah kesehatan dan menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan penggunaan berlebihan dan tidak benar.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, BPOM tidak membolehkan klaim produk obat tertentu termasuk herbal yang mengaitkan dengan penyembuhan COVID-19. Menurut dia, belum ada produk suplemen kesehatan dan obat tradisional yang terbukti memberikan efek yang bermakna pada COVID-19.

"Tidak diperbolehkan mengaitkan (obat) dengan penggunaan untuk COVID-19 selama tak ada bukti klinis yang mendukung," kata dia.

BPOM juga tidak memperbolehkan produsen produk memasukkan testimoni dalam klaim mereka karena sangat subjektif dan bias.

Dwiana mengatakan, iklan obat perlu mendapatkan persetujuan BPOM untuk menandakan informasi dalam iklan itu sudah valid, akurat, objektif dan konsumen bisa percaya informasi yang diberikan benar serta tidak menyesatkan.

"Iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan wajib didaftarkan dulu di Badan POM, memperoleh persetujuan, baru boleh ditayangkan. Bila iklan tidak melalui persetujuan Badan POM dulu, bagian pengawasan akan menarik iklan dan memberikan sanksi pada pelaku usaha," kata dia.

BPOM berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk melakukan pengawasan iklan seiring banyaknya media yang digunakan produsen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wanda Hamidah ajak perempuan rajin periksa payudara
Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Selebritas Wanda Hamidah mengajak para perempuan memeriksa kondisi payudara mereka walaupun tak mera...
Kendalikan stres bisa bantu cegah kanker payudara
Rabu, 27 Oktober 2021 - 00:10 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Padjadjaran, dr. Miradz Hudaya M, SpB mengatakan, mengendali...
Mempertahankan keseimbangan mikrobioma kunci penting perawatan kulit
Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Mempertahankan mikrobioma (mikroba dalam tubuh manusi) kulit yang seimbang menjadi kunci penting dal...
Mengenal propolis lebah, nutrisi dan manfaat bagi kesehatan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Propolis lebah atau dikenal sebagai lem lebah merupakan zat resin lengket yang dikumpulkan oleh leba...
 Pelajar SMK Majalengka buat produk peningkat imunitas tubuh
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:36 WIB
Para siswa di sekolah SMK Kesehatan Bhakti Kencana Majalengka Jawa Barat, berhasil membuat ramuan j...
Seorang wanita terinfeksi COVID-19 selama hampir setahun
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 13:11 WIB
Seorang wanita pasien kanker terinfeksi virus corona baru selama hampir satu tahun, menjadikanya ter...
Telemedisin diyakini tetap dimanfaatkan masyarakat setelah pandemi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 12:27 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M. Faqih berpendapat layanan k...
Kader masjid Langkat terima orientasi stunting
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:46 WIB
Sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan stunting berbasis masjid, melalui komunikasi anta...
Terus lawan Covid-19, Pemkot Depok gelar semarak Germas Goes to School
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Goes to School unt...
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi h...