BPOM sebut herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 14:16 WIB |
BPOM sebut herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
Ilustrasi

Elshinta.com - Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Reri Indriani mengatakan, herbal sebagai terapi tambahan untuk pasien COVID-19 saat ini masih dalam tahap penelitian.

"Saat ini dalam penelitian untuk obat herbal bisa digunakan sebagai terapi tambahan obat konvensional untuk perbaikan pasien COVID-19," ujar dia mewakili Kepala Badan POM, Penny K Lukito dalam webinar series "Strategi Membangun Brand Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan", Selasa.

Lebih lanjut, Reri menuturkan, obat tradisional termasuk herbal hingga hari ini menjadi alternatif masyarakat untuk memelihara kesehatan tubuh mereka di masa pandemi walaupun belum ada yang mempunyai indikasi sebagai anti-COVID-19.

Peluang ini kemudian disambut para pelaku usaha produk herbal. BPOM mencatat adanya peningkatan peredaran produk-produk ini secara daring hingga klaim atau promosi seiring peluang peningkatan permintaan dari masyarakat terhadap suplemen kesehatan dan obat herbal.

Dalam hal ini, BPOM mengingatkan pelaku usaha bisa melakukan inovasi dan berkreasi secara bertanggung jawab sehingga tidak menyesatkan masyarakat melalui klaim produk mereka.

"Kami hargai inovasi kreavitas pelaku usaha, tetapi harus dilakukan secara bertanggung jawab. Kreativitas dan inovasi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya, membangun brand produk perlu difasilitasi dan dikawal agar berkembang tetapi tidak bertentangan dengan regulasi yang kami tetapkan," kata Reri.

BPOM memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administrasi dan penindakan apabila menemukan pelanggaran. Reri menegaskan, tidak ada kompromi terhadap perlidungan kesehatan masyarakat.

Dari sisi tugas dan peran, BPOM juga melakukan pengawasan pre-market dan post market untuk menjamin keamanan mutu dan kemanfaatan produk beredar serta meningaktkan daya saing mutu produk obat dan makanan di pasar lokal maupun global demi mendukung iklim usaha.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengenal propolis lebah, nutrisi dan manfaat bagi kesehatan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Propolis lebah atau dikenal sebagai lem lebah merupakan zat resin lengket yang dikumpulkan oleh leba...
 Pelajar SMK Majalengka buat produk peningkat imunitas tubuh
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:36 WIB
Para siswa di sekolah SMK Kesehatan Bhakti Kencana Majalengka Jawa Barat, berhasil membuat ramuan j...
Seorang wanita terinfeksi COVID-19 selama hampir setahun
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 13:11 WIB
Seorang wanita pasien kanker terinfeksi virus corona baru selama hampir satu tahun, menjadikanya ter...
Telemedisin diyakini tetap dimanfaatkan masyarakat setelah pandemi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 12:27 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M. Faqih berpendapat layanan k...
Kader masjid Langkat terima orientasi stunting
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:46 WIB
Sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan stunting berbasis masjid, melalui komunikasi anta...
Terus lawan Covid-19, Pemkot Depok gelar semarak Germas Goes to School
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Goes to School unt...
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi h...
Tanaman herba ini bisa bantu terapi pasien COVID-19
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Tanaman hias Gardenia jasminoides (kacapiring) hingga adas ternyata memiliki kemampuan untuk meng...
Proses osteoporosis bisa terjadi di usia 30 tahun
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:11 WIB
Proses osteoporosis bisa menyerang siapa saja bahkan di usia muda dan produktif seperti 30 tahun-an ...
Mengenal kanker kepala dan leher
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik baik...