Armand Maulana ajak masyarakat untuk vaksinasi COVID-19
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 11:25 WIB |
Armand Maulana ajak masyarakat untuk vaksinasi COVID-19
Armand Maulana. (instagram.com/armandmaulana04)

Elshinta.com - Musisi Armand Maulana mengajak agar masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 di samping tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dalam melakukan aktivitas, baik pada saat kasus COVID-19 naik maupun landai.

“Protokol kesehatan sudah jadi standar. Menurut saya, kuncinya vaksinasi COVID-19 harus 100 persen dulu merata di seluruh Indonesia,” kata Armand kepada ANTARA, Selasa.

Ia berpendapat sosialisasi vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah di Indonesia masih kurang efektif dan perlu digencarkan serta dilakukan secara merata di seluruh Indonesia.

“Kita harus mengakui, sosialisasi vaksinasi COVID-19 di Indonesia kurang efektif. Dengan pertimbangan banyaknya penduduk dan lokasi kepulauan Indonesia yang begitu luas, seharusnya sudah ada satu cara efektif untuk sosialisasi,” ujar vokalis grup band Gigi itu.

Menurutnya, virus COVID-19 tidak akan hilang sepenuhnya dan masyarakat harus belajar hidup berdampingan dengan COVID-19, namun kasus infeksi dapat terkendali lebih baik jika semua masyarakat melakukan vaksinasi.

“Seandainya semua orang dites antigen, pasti yang positif akan naik. Tapi pertanyaannya adalah tingkat kematiannya naik atau tidak,” tuturnya.

Armand menceritakan pengalaman saudara dan teman-temannya antara yang sudah divaksin dan yang belum divaksin. Ia mengatakan mereka yang sudah divaksin saat terinfeksi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan dan tidak sampai meninggal dunia.

“Saya bukan dokter, tapi saya melihat saudara dan teman-teman dekat antara yang sudah divaksin dan yang belum divaksin, itu pada saat kena memang jauh banget bedanya,” katanya.

“Jadi intinya tinggal sosialisasi vaksin COVID-19, sih, harus dapat cara yang tepat dan tidak lambat,” tegasnya lagi.

Armand berharap dengan vaksinasi COVID-19 dan protokol kesehatan yang dijalankan secara masif serta konsisten, situasi dapat kembali normal meski tidak akan pernah sama seperti sebelum pandemi.

“Harapannya balik lagi ke normal. Normal yang baru, tidak mungkin seperti dulu lagi. Bertemu dengan massa lagi, bisa show lagi. Memang sudah tidak normal tidak seperti dulu lagi, tapi paling tidak bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Armand mengatakan band Gigi sendiri melakukan aktivitas secara hybird, yakni perpaduan antara virtual dan tatap muka, baik pada saat latihan maupun saat melakukan show.

Ia menambahkan proses latihan pun hanya dilakukan pada saat ada rencana untuk show saja sebagai bagian dari upaya penyesuaian ongkos karena minim pemasukan, selain karena mengikuti imbauan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

“Dulu off-air itu minimal sebulan sampai lima kali. Sekarang satu kali saja sudah untung. Kadang-kadang dua bulan baru satu kali off-air. Makanya memang harus mencari jalan, tidak bisa mengandalkan off-air, ya. Kita untungnya sekarang sudah zaman digital, paling tidak ada sebuah jalan,” pungkas Armand.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengenal propolis lebah, nutrisi dan manfaat bagi kesehatan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Propolis lebah atau dikenal sebagai lem lebah merupakan zat resin lengket yang dikumpulkan oleh leba...
 Pelajar SMK Majalengka buat produk peningkat imunitas tubuh
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:36 WIB
Para siswa di sekolah SMK Kesehatan Bhakti Kencana Majalengka Jawa Barat, berhasil membuat ramuan j...
Seorang wanita terinfeksi COVID-19 selama hampir setahun
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 13:11 WIB
Seorang wanita pasien kanker terinfeksi virus corona baru selama hampir satu tahun, menjadikanya ter...
Telemedisin diyakini tetap dimanfaatkan masyarakat setelah pandemi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 12:27 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M. Faqih berpendapat layanan k...
Kader masjid Langkat terima orientasi stunting
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:46 WIB
Sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan stunting berbasis masjid, melalui komunikasi anta...
Terus lawan Covid-19, Pemkot Depok gelar semarak Germas Goes to School
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Goes to School unt...
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi h...
Tanaman herba ini bisa bantu terapi pasien COVID-19
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Tanaman hias Gardenia jasminoides (kacapiring) hingga adas ternyata memiliki kemampuan untuk meng...
Proses osteoporosis bisa terjadi di usia 30 tahun
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:11 WIB
Proses osteoporosis bisa menyerang siapa saja bahkan di usia muda dan produktif seperti 30 tahun-an ...
Mengenal kanker kepala dan leher
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik baik...