Pelaku UMKM makanan kaleng di Yogyakarta keluhkan mahalnya ongkos produksi
Elshinta
Senin, 13 September 2021 - 10:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Pelaku UMKM makanan kaleng di Yogyakarta keluhkan mahalnya ongkos produksi
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengusaha yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Yogyakarta yang mengembangkan usaha makanan kaleng mengeluhkan tingginya ongkos produksi. Biaya untuk pengalengan dirasa cukup tinggi sehingga harga jual makanan kaleng jadi tinggi. 

Karena harga jual tinggi maka makanan kaleng produk UMKM ini kalah bersaing dengan makanan kaleng dari perusahaan-perusahaan besar yang harganya lebih murah. Para pelaku usaha makanan kaleng di Yogya ini berharap Pemda DIY turun tangan agar bisa menekan biaya produksi. Makanan kaleng di Yogya seperti bakmi Jawa kaleng, gudeg kaleng, opor lele kalengan, rendang domba, ayam pedas kaleng, belut kaleng, dan lain sebagainya harga jualnya bisa murah jika biaya pengalengan bisa ditekan. 

"Yang jadi persoalan bagi kami ini ada pada biaya kaleng nya yang berat (mahal). Kami berharap ada subsidi untuk kalengnya ini. Biar kami bisa bersaing di harganya, " Kata Heru, sebagai pelaku usaha makanan kaleng rendang domba pada acara Sambung Rasa dengan anggota DPRD DIY dan Dinas Koperasi dan UKM DIY, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (13/9).

Menurutnya, harga rendang kambing kaleng buatanya ini harganya mencapai Rp 60an ribu. Sebenarnya harga tersebut bisa ditekan jika ongkos kalengnya murah. Makanya ia berharap Pemda DIY memberikan subsidi khusus untuk kalengnya bagi para pelaku usaha makanan kaleng di DIY agar bisa bersaing dengan produk makanan kaleng perusahaan besar yang harganya lebih murah. 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan, pemerintah siap membantu sehingga produk UMKM ini bisa dijual murah kepada konsumen. Bantuan tersebut tidak bisa berupa uang tapi kaleng.

''Bantuan itu berupa kaleng, jadi nanti pengalengannya tetap perajin yang melakukan,'' katanya 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan bahwa produk-produk UMKM di DIY baik itu makanan atau kerajinan nantinya akan di display di Malioboro tepatnya di eks hotel Mutiara dan eks bioskop Indra. Sehingga produk-produk UMKM nantinya bisa lebih mudah dikunjungi para wisatawan. 

"Nantinya akan dipamerkan di eks hotel Mutiara dan bekas bioskop Indra di Malioboro," jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wali Kota Medan bina 2.000 UMKM lokal agar naik kelas
Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:15 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution tengah membina sekitar 2.000 unit usaha mikro, kecil, dan menengah ...
DJP: Penghasilan Tidak Kena Pajak diberlakukan bagi pelaku UMK
Minggu, 10 Oktober 2021 - 19:15 WIB
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmaldrin ...
Kemenparekraf: Literasi digital penting untuk pelaku ekonomi kreatif
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 09:47 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan pelaku ekonomi kreatif tak cuma butuh bantuan ...
Pelaku UMKM makanan kaleng di Yogyakarta keluhkan mahalnya ongkos produksi
Senin, 13 September 2021 - 10:25 WIB
Pengusaha yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Yogyakarta yang mengembangkan usaha...
Menteri Erick Thohir : BUMN bina 204.609 UMKM
Sabtu, 04 September 2021 - 18:41 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa  BUMN membina 204.609 pelaku UMKM dan menjadi sebuah ke...
Pelaku usaha kuliner dilatih daya jual
Kamis, 02 September 2021 - 12:26 WIB
Sebanyak 40 pelaku usaha kuliner Salatiga, Jawa Tengah  ditempa pelatihan inovasi dan higienis saji...
Atur strategi bisnis UMKM taklukkan pandemi
Jumat, 20 Agustus 2021 - 07:15 WIB
Pandemi COVID-19 merupakan mimpi horor yang memutar hidup banyak orang. Banyak anak menjadi yatim, b...
Pemkot Makassar fasilitasi UMKM kantongi sertifikasi halal MUI gratis
Kamis, 19 Agustus 2021 - 23:25 WIB
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UMKM Makassar siap memfasilitasi pelaku UMKM un...
UMKM di Padang kibarkan bendera putih tanda menyerah
Kamis, 29 Juli 2021 - 23:30 WIB
Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Padang Sumatera Barat yang tergabung dalam ...
Kemenkop UKM targetkan 500 koperasi modern pada 2024
Selasa, 13 Juli 2021 - 14:56 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menargetkan kontribusi 5,5 persen terhadap P...