Satu keluarga di Banjarmasin ditemukan tewas tanpa tanda kekerasan
Elshinta
Minggu, 12 September 2021 - 19:46 WIB |
Satu keluarga di Banjarmasin ditemukan tewas tanpa tanda kekerasan
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak, ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tanpa ada tanda-tanda luka akibat tindakan kekerasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, Minggu mengatakan dari hasil perkembangan penyidikan atas kasus tewasnya satu keluarga di dalam rumah tersebut, terlihat tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di luar tubuh para korban.

"Kami sudah visum luar tubuh para korban dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah ke suatu tindak kriminalitas," katanya.

Dia menambahkan, kasus tersebut saat ini masih terus dikembangkan dan rumah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dipasang garis polisi oleh petugas di lapangan.

Dari hasil penyelidikan, temuan mayat satu keluarga itu baru diketahui warga setempat pada Jumat (10/9) malam, sekitar pukul 21.30 WITA.

Sedangkan untuk TKP temuan mayat itu beralamat di Jalan Ratu Zaleha Dewanta 2, tepatnya dekat Mushalla Muhajirin RT19 RW 02 Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Untuk identitas para korban sebanyak tiga orang itu diketahui bernama Ahkmad Subari (42), Sela Pujita (33), dan Siti Hadijah (6). Korban merupakan warga Jalan KS Tubun Teluk Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kompol Alfian menerangkan kronologis temuan mayat satu keluarga itu berawal saat warga secara bersama mendatangi dan menemukan pintu pagar dalam keadaan terkunci dan melihat sepeda motor korban dan sendal ketiga korban masih ada di rumah.

Kemudian, warga memanggil nama korban dari luar namun tidak ada jawaban dan warga menghubungi anak korban yang berada di Pelaihari untuk membawa kunci pagar dan kunci rumah tersebut.

Setelah itu sekitar pukul 21.30 WITA anak laki-laki korban datang membawa kunci rumah kemudian pada saat hendak membuka pintu depan rumah tidak bisa karena dikunci dari dalam dengan anak kunci menempel.

Warga membuka paksa pintu depan rumah tersebut. Pada saat pintu rumah tersebut berhasil dibuka saksi, langsung tercium bau yang tidak sedap.

Setelah masuk ke dalam rumah dan menemukan ketiga korban yang berada di dalam kamar utama bagian depan sebelah kanan dalam keadaan tertimpa barang-barang dagangan berupa pakaian.

Warga menemukan ketiga korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Warga kemudian melapor ke Polsek Banjarmasin Timur untuk ditangani lebih lanjut.

Kompol Alfian mengatakan, dari hasil penyidikan sementara di lapangan, tidak ditemukan adanya suatu tindak pidana karena TKP rumah dalam keadaan terkunci pada bagian pagar. Begitu pula pada pintu depan rumah tidak ditemukannya unsur paksaan dalam membongkar TKP.

Selain itu saat mayat para korban ditemukan berada di dalam gudang dengan keadaan tertimpa barang dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Para mayat korban direncanakan dilakukan pemeriksa visum lanjutan untuk menemukan keterangan kondisi mayat. Namun atas permintaan pihak keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi.

"Jenazah para korban kami kembalikan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan setelah sebelumnya dievakuasi ke Kamar Jenasah RSUD Ulin Banjarmasin," tutur perwira menengah Polri itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perahu wisatawan dan warga terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur berhasil dievakuasi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Setelah menunggu bantuan satu hari satu malam, akhirnya belasan pengunjung dan petani Keramba Jaring...
WN Amerika tewas bunuh diri di Gianyar-Bali 
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Tim Penyidik Polsek Ubud, Bali, menemukan seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat beri...
Indomaret berduka, Putera terbaik Yan Bastian meninggal dunia
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:22 WIB
Indomaret telah kehilangan salah satu putra terbaiknya dengan berpulangnya Yan Bastian (62) Merchand...
Harimau Sumatera ditemukan mati terjerat di Bengkalis
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:37 WIB
 Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati oleh masyarakat di Desa Tanjung ...
 Terdapat antrean solar di SPBU Kerawang Kudus, Pertamina pastikan stok BBM aman
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:24 WIB
Adanya peningkatan permintaan bahan bakar minyak utamanya solar subsidi di salah satu SPBU di Kudus ...
Pencarian warga Cianjur pasca ziarah terus dilakukan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:26 WIB
Operasi pencarian orang dilakukan relawan Malang raya pasca hilangnya Maman alias Acun (61) warga Si...
Kebakaran di Abepura akibatkan tiga korban meninggal
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Kebakaran terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 WIT, di Toko Rezeki dan Ice Bakery, di Jalan B...
Polisi tangkap Kades di Bengkulu tersangka korupsi DD Rp287 juta
Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:22 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara menangkap Kepala Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik, Ka...
 Nakes Lanal Banjarmasin gencarkan vaksinasi maritim kepada warga pesisir
Selasa, 12 Oktober 2021 - 13:36 WIB
Sejak dicanangkannya program Pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Pandemi Covid-19 dan mencip...
 Gabungan peternak dan mahasiswa minta Jokowi benahi tata niaga ayam ras
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:56 WIB
Peternak Unggas Mandiri yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) bersama pete...