Sempat digeruduk massa, haul pendiri Partai Demokrat tetap digelar 
Elshinta
Jumat, 10 September 2021 - 21:28 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sempat digeruduk massa, haul pendiri Partai Demokrat tetap digelar 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan mengaku heran dan merasa aneh ketika ada pihak-pihak yang justru mencoba menggagalkan acara haul pendirian Partai Demokrat tersebut.

Hal itu disampaikan Hencky di sela acara perayaan HUT Partai Demokrat dan Haul pendiri Partai Demokrat yang digelar di salah satu hotel di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (10/9) malam.  

Hencky mengatakan, dirinya bersama para pendiri Partai Demokrat lainnya menggelar acara peringatan ulang tahun kelahiran Partai Demokrat.
 
“Orangtua bikin haul masak gak boleh, karena barang ini kan kita yang bikin sementara kami tidak ada di dalam partai tapi kami masih hidup,” kata Hencky kepada wartawan saat ditemui di bilangan Serpong, Tangerang, Jumat (10/9).

Pelurusan sejarah Partai Demokrat ini kata Hencky adalah bagian dari tanggungjawab morilnya sebagai salah satu pendiri partai berlambang mersi itu.

“Karena kami yang mendirikan, kami yang harus meluruskan sejarah partai demokrat. Agar anak-anak muda ini tahu oh ini bukan lahir begitu saja jatuh dari langit. Jadi ini tanggungjawab moril kita,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya menggelar syukuran kelahiran Partai Demokrat sebagai bentuk syukurnya atas berdirinya partai yang ia dirikan itu.

“Saya yang melakukan (pendirian), tanggal 3 pendaftaran, tanggal 6 audiensi, tanggal 10 berdirinya partai demokrat, tanggal 25 verifikasi. Iya, saya yang melakukan. Saya Hencky Luntungan, saya pelaku,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Hencky menyampaikan beberapa agenda. Antara lain pemotongan tumpeng, doa bersama untuk mendoakan para pendiri yang sudah meninggal dunia, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pemaparan tentang sejarah Partai Demokrat oleh Prof Max Rompas, dan acara kekeluargaan lainnya.

Sehingga kata Hencky, acaranya sama sekali tidak ada kaitannya dengan atribut Partai Demokrat.

“Tidak ada deklarasi, tidak ada momentum politik praktis. Bahkan orang-orang yang saya undang tidak boleh bawa atribut,” terangnya.

Terakhir, ia menyatakan bahwa acar tetap mematuhi segala aturan yang ada, mulai dari protokol kesehatan (prokes) hingga tidak adanya keributan.

“Oh tentu dong (patuh prokes), bisa bahaya nanti kita. Kita jamin 1.000 persen tidak ada keributan, polisi tangkap kalau ada keributan. Clear kan,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wapres minta badan publik harus terbuka dengan kritik
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:05 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh lembaga yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara ha...
Presiden Jokowi ingatkan kepala daerah kebut vaksinasi COVID-19
Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi COVI...
 Kapolres Lhokseumawe bahas sosialisasi dan percepatan vaksinasi dengan pimpinan parpol
Selasa, 26 Oktober 2021 - 12:13 WIB
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan para pimpinan parta...
Mendagri tunjuk Suhajar Diantoro jadi Pelaksana tugas Sekjen Kemendari
Selasa, 26 Oktober 2021 - 11:46 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menunjuk Staf Menteri Bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro menja...
Parpol nasionalis dan religius sangat menentukan pada Pilpres Pemilu 2024
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:24 WIB
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) merupakan perwujudan demokrasi dalam Sistem Presiden...
Wali Kota Kendari ajak mahasiswa pendatang urus pindah KTP secara gratis
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:00 WIB
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengajak kepada seluruh mahasiswa pendatang yang tengah menempuh ...
Presiden terima surat kepercayaan sembilan duta besar negara sahabat
Senin, 25 Oktober 2021 - 13:57 WIB
Presiden RI Joko Widodo menerima surat kepercayaan sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh...
Presiden: Vaksinasi massal dan prokes upaya maksimal akhiri pandemi
Senin, 25 Oktober 2021 - 12:46 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksinasi COVID-19 secara massal dan kedisiplinan masya...
Wakil Ketua MPR: Perlu UU untuk jamin terpenuhi hak masyarakat adat
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:37 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu adanya payung hukum setingkat undang-undang untuk...
Presiden lantik 17 Dubes RI untuk negara sahabat
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:13 WIB
Presiden RI Joko Widodo melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untu...