ID-IGF beri rekomendasi penyempurnaan aplikasi PeduliLindungi
Elshinta
Kamis, 09 September 2021 - 10:59 WIB |
ID-IGF beri rekomendasi penyempurnaan aplikasi PeduliLindungi
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, jumat (3/9/2021). ANTARA/Natisha Andarningtyas/aa.

Elshinta.com - Forum Tata Kelola Internet Indonesia (Indonesia Internet Governance Forum/ID-IGF) memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah dan pihak terkait mengenai perbaikan guna menyempurnakan kinerja aplikasi PeduliLindungi yang saat ini penggunaannya semakin meluas.

ID-IGF menyatakan telah menyapaikan rekomendasi tersebut kepada Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan PT. Telkom.

"Rekomendasi ID-IGF dipilah menjadi dua sisi yaitu Teknis dan Tata Kelola," kata ID-IGF melalui keterangan yang diterima ANTARA, Kamis.

Permasalahan pertama adalah aplikasi mencantumkan Syarat Penggunaan yang tidak menjamin layanannya selalu bisa diakses serta tidak menjamin data yang akurat dan aman.

Forum merekomendasikan untuk mengubah Syarat Penggunaan PeduliLindungi agar sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSE) pasal 3 yang mewajibkan setiap PSE bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan sistemnya.

Soal keamanan data dan kebijakan kerahasiaan, ID-IGF mengatakan, sesuai PP nomor 71 Tahun 2019 Pasal 31, PSE wajib melindungi pengguna dan masyarakat luas dari kerugian yang ditimbulkan oleh sistem elektronik yang diselenggarakannya. Untuk itu, Kebijakan Kerahasiaan PeduliLindungi harus memuat klausul di atas.

Selain itu, data PeduliLindungi harus dienkripsi dan hanya bisa didekripsi oleh aplikasi PeduliLindungi.

Ulasan aplikasi di App Store dan Play Store, disebut forum memiliki sejumlah keluhan dari penggunanya. Umumnya, keluhan tersebut berupa sering hang akibat tingginya jumlah pengguna, baterai cepat habis karena GPS harus aktif 24 jam, login ulang terus-menerus dengan masukkan NIK, hingga OTP yang sering gagal terkirim.

Rekomendasi solusi dari ID-IGF adalah perbaikan desain arsitektur aplikasi agar dapat memanfaatkan optimal fitur Software Development Kit (SDK) dengan menerapkan metode standar DEVSECOPS yang komprehensif.

GPS tidak perlu aktif 24 jam, sebagai pengganti berikan empat pilihan pemakaian GPS; yaitu pemakaian sekali, saat digunakan, selalu aktif, dan menolak pengaktifan.

PeduliLindungi perlu menggunakan message broker untuk antisipasi kegagalan request akibat tingginya akses pengguna pada saat bersamaan. Pengguna diberi pilihan untuk tetap login dan tidak perlu setiap saat harus memasukkan NIK.

"Harus ada mutu layanan pengiriman OTP melalui SMS maupun email maksimal 3 menit. Atau bisa memakai model 2FA dengan aplikasi token random number generator yang dibuat sendiri oleh developer," kata ID-IGF.

"PeduliLindungi bisa mengadopsi praktik terbaik dari ISO 27001 untuk keamanan teknologi informasi dan ISO 27701 untuk perlindungan data pribadi," imbuhnya.

Terkait pengumpulan data yang dinilai melebihi kebutuhan aplikasi, ID-IGF merekomendasikan untuk menghapus ketentuanketentuan ini karena tidak sesuai dengan fungsi aplikasi. Selain itu jika ada kebocoran data pengguna, akan dengan mudah dipakai untuk social engineering oleh pihak lain.

Rekomendasi terkait sistem input aplikasi adalah digitalisasi form registrasi sehingga tidak perlu daftar ulang, cukup dengan scan QR Code. Ini bisa memangkas waktu tunggu dalam vaksinasi massal menjadi hanya 25 menit/orang.

Petugas input data tidak harus nakes untuk mengurangi kesalahan input data. Nakes fokus menjadi tim injeksi vaksin sehingga target kecepatan vaksinasi bisa tercapai. Praktik ini sudah diuji coba dan dalam 2 jam pasca-vaksinasi, sertifikat sudah keluar tanpa ada kesalahan data penerima vaksin.

Dari sisi tata kelola, hal pertama yang disoroti forum adalah aplikasi tidak ada dalam daftar PSE resmi yang terdaftar di Kominfo.  "Rekomendasi solusi adalah segera mendaftarkan sebagai PSE sehingga statusnya legal dan tepercaya," kata ID-IGF.

Terkait penerapan aplikasi yang masih terhalang oleh penetrasi ponsel pintar yang baru mencapai 58 persen populasi Indonesia, forum merekomendasikan pihak terkait untuk membalik proses penerapan PeduliLindungi sehingga lebih memudahkan masyarakat yang tidak punya ponsel pintar untuk tetap beraktivitas.

Jadi di setiap tempat publik disediakan terminal check-in manual dengan input NIK melalui layar dashboard terhubung ke front-end PL melalui API.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lima mahasiswa FTP UB Malang ciptakan aplikasi marketplace 
Senin, 25 Oktober 2021 - 17:10 WIB
Lima orang mahasiswa Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan ...
Facebook diminta lebih transparan soal kebijakan akun tokoh terkenal
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Dewan pengawas independen meminta Facebook lebih transparan tentang kebijakan mereka untuk akun mili...
Bhayangkari Jatim luncurkan aplikasi balanjha.com untuk dongkrak UMKM
Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:44 WIB
Upaya dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Timur, Pengurus Daerah Bhayangkari Jatim dalam rangka H...
Apple Music Voice Plan meluncur, maksimalkan fitur Siri
Selasa, 19 Oktober 2021 - 11:14 WIB
Perusahaan teknologi Apple mengumumkan Apple Music Voice Plan, paket layanan musik berlangganan baru...
Facebook akan `jauhkan` remaja dari konten berbahaya
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Seorang eksekutif Facebook Inc mengatakan bahwa perusahaan akan memperkenalkan langkah-langkah baru ...
Kronologi lengkap tumbangnya layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram
Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:15 WIB
Layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama berjam-j...
Penyebab gangguan global WhatsApp dan Facebook ditemukan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:27 WIB
Facebook mengeluarkan pernyataan mengenai penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram...
Aplikasi PLN mobile mudahkan layanan pelanggan listrik 
Kamis, 30 September 2021 - 15:57 WIB
Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan berbagai pelayanan kepada konsumen terkait dengan k...
Ketua DPR resmikan aplikasi TangkalCovid-19 buatan BIN
Rabu, 29 September 2021 - 20:34 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan aplikasi dan laman `TangkalCovid-19` buatan Badan Intelijen Ne...
CORE: PeduliLindungi berpotensi raih untung jika jadi alat pembayaran
Minggu, 26 September 2021 - 15:48 WIB
Peneliti ekonomi senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan aplika...