Aturan ketat bermain gim di China dianggap halangi pemain esport muda
Elshinta
Selasa, 07 September 2021 - 18:35 WIB |
Aturan ketat bermain gim di China dianggap halangi pemain esport muda
Ilustrasi - Pertandingan esport. Youtube.com/Mobile Legends: Bang Bang Indonesia (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Dalam ruangan konferensi berpanel kaca, anggota tim esport asal Shanghai Rogue Warriors mengetuk ponsel mereka setelah mereka berlatih dari pukul 11 pagi waktu setempat hingga larut, sesekali beristirahat untuk makan.

“Saya menghabiskan 15 dari 24 jam bermain gim video,” kata Zhang Keifeng, 19 tahun, pemain profesional gim daring arena pertempuran “Arena of Valor” yang dikembangkan oleh Tencent Holding Ltd,

Dia menambahkan durasi yang panjang dibutuhkan untuk tetap kompetitif.

China adalah pasar esport terbesar di dunia dengan sekitar 5.000 lebih tim, tetapi aturan baru pemerintah yang ketat yang bertujuan menekan kecanduan bermain gim membuat karir seperti Zhang sulit untuk diikuti.

Memprovokasi protes dari banyak remaja China, perubahan aturan itu memerintahkan perusahaan gim untuk membatas gim daring hanya tiga jam dalam seminggu bagi remaja di bawah usia 18 tahun.

Bahkan sebelum perubahan tersebut, anak di bawah umur juga dibatasi menjadi 1,5 jam pada hari kerja dan tiga jam pada akhir pekan.

Pemain esport unggulan biasanya ditemukan pada usia remaja mereka dan pensiun di usia pertengahan 20an dan ahli membandingkan intensitas latihan mereka dengan atlet senam dan peselam Olimpiade.

Salah satu pemain Riot Games “League of Legends” yang terkenal di dunia, Wu Hanwei, yang juga dikenal sebagai Xiye mulai bermain pada usia 14 tahun dan bergabung dengan klub pada usia 16 tahun.

“Peraturan baru nyaris menghilangkan kesempatan-kesempatan anak muda yang akan menjadi pemain profesional esport,” kata Chen Jiang, profesor di Sekolah Elektronik, Teknik, dan Ilmu Komputer Peking University.

Dengan demikian, aturan tersebut juga dinilai merusak bisnis besar esport di China di mana banyak turnamen sering dimainkan di stadion bernilai miliaran dolar dan disiarkan secara langsung ke lebih banyak (negara).

Menurut Harian People, penggemar esport di China diperkirakan lebih dari 400 juta, sementara berdasarkan data Konsultan China iResearch, pasar domestik esport bernilai 147 miliar yuan atau setara 23 miliar dolar AS (Rp326 triliun) tahun lalu.

Rogue Warriors, klub beranggotakan 90 pemain gim yang berlatih di bangunan berlantai tiga berikut asrama dan kantin, menolak untuk memberikan keterangan terkait dampak yang diharapkan dari aturan baru itu.

Seorang petinggi di klub besar China lainnya mengatakan aturan baru akan membuat banyak orang berbakat yang akan tetap terpendam.

“Pemain unggulan sesungguhnya biasanya berbakat dan tidak butuh bermain berjam-jam sebelum bergabung ke klub. Yang lain bisa akhirnya menjadi bagus tetapi mereka harus banyak berlatih untuk sampai ke sana,” kata petinggi tersebut yang menolak dikutip namanya lantaran sensitivitas isu.

Aturan baru tersebut bukanlah undang-undang yang menghukum individu tetapi menempatkan tanggung jawab pada perusahaan gim yang diwajibkan masuk (log in) menggunakan nama asli dan nomor identitas nasional.

Ahli menilai remaja China yang gigih masih bisa menghindari aturan itu jika mereka memiliki dukungan orang tua dan bisa menggunakan akun orang dewasa.

Otoritas China belum membahas dampak aturan baru itu pada industri esport, tetapi Chen di Peking University mengatakan mereka memiliki kelonggaran untuk memberikan pengecualian kepada beberapa pemain esports muda.

"Negara masih dapat memperkenalkan kebijakan yang sesuai,” ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Delapan kiat jitu detoks media sosial
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 13:59 WIB
Media sosial membuat orang lebih mudah terhubung, namun, di sisi lain bisa juga memberi tekanan pada...
DANA berikan fitur bayar sekolah
Jumat, 22 Oktober 2021 - 11:34 WIB
Dompet digital DANA menambahkan fitur membayar biaya pendidikan, DANA Education ke aplikasi tersebut...
Kemkominfo umumkan aturan baru TKDN perangkat 5G
Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:31 WIB
Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate pada Kamis mengumumkan bahwa Tingkat Komponen Dalam ...
Kompetensi utama yang diperlukan dalam membangun startup
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:58 WIB
Penelitian dari Universitas Tennessee di Amerika Serikat tahun 2013 yang menyatakan bahwa lebih dari...
Justice Indonesia perkenalkan komunitas `Heart of Justice`
Senin, 18 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Jenama fesyen untuk pra-remaja (tween) putri, Justice Indonesia, memperkenalkan komunitasnya bertaju...
Pangeran William kritik miliader yang berwisata ke luar angkasa
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:45 WIB
Pangeran William mengecam para miliarder yang terlibat dalam `perlombaan` pariwisata luar angkasa, d...
`Reseller` peluang bisnis online yang menarik selama pandemi COVID-19
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:15 WIB
Profesi agen atau \"reseller\" menjadi peluang bisnis yang menarik seiring dengan tingginya transak...
Tips aman pakai pembayaran digital
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:01 WIB
Penelitian terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan penggunaan pembayaran digita...
Survei Markplus: Produk fesyen lokal jadi favorit di `e-commerce`
Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:45 WIB
Head of High-Tech, Property & Consumer Goods MarkPlus, Rhesa Dwi Prabowo, menilai produk fesyen menj...
Instagram uji coba stiker berbalas konten di Stories
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 16:15 WIB
Instagram mengumumkan fitur stiker Balasan Anda atau Add Yours yang sedang diuji coba di Indonesia ...