Kapolres Manggarai Barat: Penangkapan 21 tersangka untuk cegah konflik tanah meluas 
Elshinta
Minggu, 05 September 2021 - 13:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kapolres Manggarai Barat: Penangkapan 21 tersangka untuk cegah konflik tanah meluas 
Aparat Kepolisian dari Polres Manggarai Barat saat berada di lokasi kejadian, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, belum lama ini (Foto : Humas Polres Mabar)

Elshinta.com - Polres Manggarai Barat (Mabar), NTT menangkap 21 tersangka kasus sengketa tanah di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Penangkapan dimaksudkan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa yang bisa memicu konflik lebih luas. Dua kubu berasal dari daerah dengan mayoritas penduduk berbeda agama.

Kejadian bentrokan antar kelompok masyarakat yang berujung korban jiwa berulang kali terjadi di Manggarai NTT dan membahayakan lebih situasi Kamtibmas. Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si kepada wartawan, Sabtu, 4 September 2021, menegaskan dia tidak ingin kejadian tersebut kembali terulang.

Penangkapan 21 orang tersangka kasus sengketa tanah di Desa Golo Mori berlangsung pada Jumat, 2 Juli 2021. Kapolres Manggarai Barat memimpin langsung operasi penangkapan para pelaku konflik tanah yang membawa senjata tajam.

Lokus sengketa tanah di Desa Golo Mori, Manggarai Barat. Dalam sengketa tanah tersebut, tiga orang warga Golo Mori Manggarai Barat membawa masuk 18 orang dari luar daerah yaitu dari Desa Popo dan Kampung Dipong Manggarai. Jarak antara dua daerah tersebut dengan Golo Mori sekitar 6-7 jam perjalanan darat menggunakan kendaraan roda empat.

Tiga warga Golo Mori dan 18 warga dari Manggarai kemudian ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Tiga orang Golo Mori diduga sebagai aktor intelektual dan 18 warga Manggarai terbukti membawa senjata tajam dan menduduki lahan sengketa.

Kedatangan 18 orang dari Desa Popo dan Kampung Dipong Manggarai dikhawatirkan memunculkan bentrokan dengan warga Golo Mori. Pasalnya warga Desa Golo Mori sudah resah dengan kedatangan 18 warga asal Manggarai yang membawa parang.

“Polres Manggarai Barat mengambil langkah cepat mengamankan mereka sebelum terjadi bentrok,” kata AKBP Bambang Hari Wibowo dalam wawancara dengan wartawan, Minggu (5/9).

Para tersangka saat ditangkap tengah melakukan aktivitas pembersihan lahan yang dipersengketakan. Aktivitas tersebut meresahkan pihak lawan.

Dalam operasi tersebut, Polres Manggarai menyita 15 bilah parang. “Kami mempelajari sejarahnya, kasus seperti ini seringkali berujung bentrok dengan warga lokal. Kami tidak ingin bentrokan bisa memicu konflik lebih luas,” tegas Kapolres Manggarai Barat.

AKBP Bambang Hari Wibowo melihat latar belakang perbedaan agama antara dua pihak. “Bila kami tidak cepat menangani ini, bentrok antar kampung bisa meluas menjadi pertikaian yang membawa-bawa agama. Ini sangat berbahaya,” tandas AKBP Bambang.

Ia mengungkapkan sudah berdiskusi dengan tokoh agama Romo Silvi. Dari diskusi tersebut, Kapolres Manggarai Barat mendapat keterangan bahwa warga Golo Mori sudah melakukan persiapan untuk mengusir secara paksa 21 orang yang menjadi lawannya.

“Kami mempelajari modus sebagai buruh perkebunan adalah modus yang berulangkali terjadi dan akhirnya berujung bentrokan. Saya sebagai Kapolres tentu tidak ingin terjadi korban jiwa,” terangnya.

Kapolres Manggarai Barat mencontohkan pada 8 Januari 2011 terjadi bentrokan antara kampung terkait sengketa tanah seluas 15 hektar yang melibatkan warga Kampung Melo dan Kampung Rejeng, Manggarai. Bentrokan berujung 1 orang tewas.

“Bentrokan kala itu terjadi karena satu kelompok membawa senjata tajam dan kelompok satunya lagi tidak terima. Bentrokan pun terjadi dan menewaskan warga. Jadi situasinya mirip dengan di Golo Mori,” tutur AKPB Bambang merujuk peristiwa 10 tahun lampau.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ratusan buruh FSPMI aksi tuntut kenaikan UMK 2022
Selasa, 26 Oktober 2021 - 18:26 WIB
Ratusan  buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), hari ini menggelar...
 Masyarakat pemilik lahan pembangunan Waduk Keureuto blokir akses pengambilan material
Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:23 WIB
Ratusan masyarakat pemilik lahan di areal Waduk Krueng Keureuto Proyek Strategis Nasional (PSN) kemb...
Basarnas Cilacap cari warga tenggelam di Sungai Sampang Kebumen
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:06 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Badan SAR Nasional Cilacap menggelar operasi search an...
Perahu wisatawan dan warga terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur berhasil dievakuasi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Setelah menunggu bantuan satu hari satu malam, akhirnya belasan pengunjung dan petani Keramba Jaring...
WN Amerika tewas bunuh diri di Gianyar-Bali 
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:23 WIB
Tim Penyidik Polsek Ubud, Bali, menemukan seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat beri...
Indomaret berduka, Putera terbaik Yan Bastian meninggal dunia
Senin, 18 Oktober 2021 - 10:22 WIB
Indomaret telah kehilangan salah satu putra terbaiknya dengan berpulangnya Yan Bastian (62) Merchand...
Harimau Sumatera ditemukan mati terjerat di Bengkalis
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:37 WIB
 Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati oleh masyarakat di Desa Tanjung ...
 Terdapat antrean solar di SPBU Kerawang Kudus, Pertamina pastikan stok BBM aman
Minggu, 17 Oktober 2021 - 19:24 WIB
Adanya peningkatan permintaan bahan bakar minyak utamanya solar subsidi di salah satu SPBU di Kudus ...
Pencarian warga Cianjur pasca ziarah terus dilakukan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:26 WIB
Operasi pencarian orang dilakukan relawan Malang raya pasca hilangnya Maman alias Acun (61) warga Si...
Kebakaran di Abepura akibatkan tiga korban meninggal
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Kebakaran terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 WIT, di Toko Rezeki dan Ice Bakery, di Jalan B...