Lima tips hindari `ransomware`
Elshinta
Minggu, 05 September 2021 - 11:49 WIB |
Lima tips hindari `ransomware`
Illustrasi ransomware di telepon seluler. (makeuseof.com) (makeuseof.com/)

Elshinta.com - Tidak sedikit pengguna komputer yang mengeluh menjadi korban ransomware, data-data mereka dikunci peretas sehingga tidak bisa dibuka.

Ransomware, kata Kaspersky dalam keterangan resmi, adalah malware yang menyerang perangkat keras untuk memperoleh informasi pengguna seperti dokumen, kemudian mengenkripsi semua yang ditemukan dan mengunci berkas tersebut.

Peretas menuntut korban untuk membayar agar berkas kembali. Jika korban membayar uang tebusan, dalam beberapa kasus, peretas mengambil uang kemudian menghilang.

Ada juga peretas yang mengirimkan kunci deskripsi dengan serangkaian instruksi. Yang lebih parah, peretas tidak bisa memulihkan data sehingga berkas rusak secara permanen.

Ransomware bisa masuk ke perangkat melalui berbagai cara, seperti mencolokkan flash disk, mengunduh berkas dari situs yang tidak jelas, lampiran pada email dan tautan ke situs berbahaya.

Jika terserang malware, Kaspersky menyarankan tidak usah membayar tebusan karena uang tersebut akan digunakan untuk mengembangkan malware baru. Membayar pun tidak menjamin data kembali.

Pengguna bisa memakai layanan dari Crypto Sheriff di situs web No More Ransom untuk mengetahui malware apa yang menginfeksi perangkat. Situs itu terkadang juga menyediakan decryptor untuk berbagai tipe ransomware.

Jika belum menemukan decryptor, terus cek secara berkala karena alat tersebut selalu diperbarui.

Agar terlindung dari ransomware, pengguna bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.

1. Cadangan data
Selalu buat cadangan data untuk berkas-berkas penting ke penyimpanan komputasi awan atau hard disk eksternal. Untuk berkas foto, buat cadangan data setiap seminggu atau sebulan sekali.

Sementara berkas penting, bisa setiap beberapa hari sekali atau bahkan setiap hari. Kaspersky menyarankan tidak menunda membuat cadangan atau back-up untuk berkas penting karena ransomware bisa terjadi kapan saja.

Gunakan kata sandi yang kuat dan autentikasi dua faktor untuk penyimpanan cloud. Hanya hubungkan hard drive ke perangkat saat dibutuhkan. Jika terserang ransomware, setiap drive yang terhubung ke komputer akan dienkripsi.

2. Waspada pesan masuk
Jika menerima pesan elektronik, pastikan tahu siapa pengirimnya. Jika menerima berkas mencurigakan dari orang yang dikenal, hubungi mereka dengan cara lain misalnya telepon karena bisa jadi akun email mereka disusupi.

Jika email berasal dari orang yang tidak dikenal, abaikan pesan tersebut. Lampiran email dan tautan ke situs web merupakan penyamaran paling umum untuk ransomware Trojan.

3. Hindari situs mencurigakan
Penjahat siber sering menggunakan berbagai trik untuk memanipulasi korban agar mengunduh ransomware, misalnya ketika meng-klik spanduk di situs web, muncul perintah untuk mengunduh sesuatu.

4. Perbarui perangkat lunak
Pelaku kejahatan mengekspolitasi kerentanan yang ada di perangkat lunak. Oleh karena itu, selalu perbarui perangkat lunak tepat waktu agar risiko keamanan siber berkurang.

Jika bisa, aktifkan pembaruan otomatis untuk perangkat lunak.

5. Pasang solusi keamanan
Solusi keamanan terkini bisa mengindentifikasi dan memblokir malware secara aktual.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tanda dan gejala kecanduan internet secara fisik maupun emosional
Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:57 WIB
Kecanduan internet ditandai dengan keasyikan yang berlebihan atau kurang terkontrol dalam perilaku p...
TKDN perangkat 4G dan 5G naik 35%, Menkominfo: Tumbuhkan industri dalam negeri
Kamis, 21 Oktober 2021 - 19:05 WIB
Pemerintah menetapkan pemenuhan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) naik menjadi 35% untuk...
 Dukung transformasi digital ASEAN, Menkominfo: Indonesia tekankan 4 pandangan
Senin, 18 Oktober 2021 - 20:24 WIB
Transformasi Digital menjadi perhatian Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC ...
Menkominfo: Sinergi penting untuk wujudkan transformasi digital ASEAN
Senin, 18 Oktober 2021 - 17:36 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate mengatakan sinergi dan kolaborasi ...
Kominfo: Penghentian siaran tv analog di NTT dimulai di lima daerah
Kamis, 14 Oktober 2021 - 18:47 WIB
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Phillip Gobang mengatakan penghentian siaran televisi...
Digitalisasi museum permudah masyarakat untuk berkunjung secara daring
Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:42 WIB
Edukator Museum Sumpah Pemuda Dwi Nurdadi mengungkapkan bahwa digitalisasi museum bisa memudahkan ma...
Telkomsel hadirkan Robocall untuk permudah layanan daring RS
Minggu, 10 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Operator seluler Telkomsel, anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telkom Indonesia, men...
Telkomsel REDI hadirkan akses layanan bank lewat satu aplikasi
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Telkomsel, operator seluler anak usaha BUMN telekomuniksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menghad...
APPI minta generasi muda tak sembarangan pakai tekfin
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 10:41 WIB
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meminta masyarakat, khususnya generasi muda, tidak s...
Malware BloodyStealer incar akun game online
Minggu, 03 Oktober 2021 - 16:11 WIB
Malware Trojan yang dijuluki BloodyStealer dijual di forum gelap dan digunakan untuk mencuri akun pe...