Duterte bantah tuduhan pasokan medis dibeli terlalu mahal
Elshinta
Jumat, 03 September 2021 - 11:30 WIB |
Duterte bantah tuduhan pasokan medis dibeli terlalu mahal
Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara saat menerima kedatangan pertama vaksin COVID-19 di Pangkalan Udara Villamor di Pasay, Metro Manila, Filipina, Februari 2021. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Kamis membantah tuduhan bahwa pasokan medis, seperti alat pelindung diri dan masker, yang dibeli pemerintah terlalu mahal.

Duterte mengecam anggota parlemen yang menyelidiki pejabat pemerintah atas pembelian darurat pasokan medis itu pada tahun lalu.

Duterte masih tetap populer di Filipina, tetapi pemerintahannya makin sering mendapat kritik atas langkah penanganan terhadap salah satu wabah virus corona terburuk di Asia itu.

"Pada puncak pandemi, ketika itu dimulai, kita tidak punya apa-apa. (Pembelian pasokan medis) itu mahal karena kurangnya pasokan," kata Duterte dalam pidato nasional mingguan pada larut malam.

Anggota parlemen oposisi Filipina mempertanyakan kesepakatan darurat pemerintah untuk membeli pasokan medis dari perusahaan bermodal rendah yang memiliki hubungan dengan sejumlah pejabat pemerintah.

Dalam rapat dengar pendapat soal anggaran, pejabat kementerian kesehatan Filipina dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan tentang dana pandemi yang tidak terpakai.

Para auditor negara telah menandai "kekurangan" pada lebih dari 1 miliar dolar AS dalam dana penanganan COVID-19 nasional Filipina.

"Senat, jangan selidiki program yang sedang berlangsung. Kalian akan menggagalkannya dengan kegemaran menyelidiki kantor-kantor pemerintah," kata Duterte.

Dengan 2 juta kasus infeksi virus corona dan 33.680 kematian akibat COVID-19, Filipina memiliki jumlah kasus dan kematian COVID-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, setelah Indonesia.

Lonjakan kasus COVID-19 yang dipicu oleh varian Delta membanjiri rumah sakit di Filipina, sementara para petugas kesehatan telah memprotes untuk mengakhiri "pengabaian pemerintah" dan tunjangan yang tidak dibayar.

Duterte, yang dilarang oleh konstitusi untuk mencalonkan diri lagi, berencana maju sebagai wakil presiden dalam pemilihan umum tahun depan. Para kritikus memandang langkah Duterte itu sebagai upaya untuk memperluas kekuasaannya.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia-Malaysia khawatirkan potensi perlombaan senjata di kawasan
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:47 WIB
Indonesia dan Malaysia berbagi kekhawatiran yang sama atas meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan...
Karantina tujuh hari di Malaysia untuk semua warga negara
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:05 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menegaskan pengurangan karantina dari 14 hari menjadi tujuh har...
Menlu RI: Myanmar tidak harus kirim perwakilan politik di KTT ASEAN
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:45 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut Myanmar tidak harus diwakili di tingkat politik pada K...
Peraih Nobel Maria Ressa soroti algoritma dalam distribusi berita
Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:01 WIB
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian dan jurnalis asal Filipina, Maria Ressa, menyoroti algoritma yang dig...
Prof Aris: Pentingnya sinergi antarnegara atasi perubahan iklim di LCS
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:58 WIB
Kepala Badan Informasi Geospasial Prof Muh Aris Marfai mengatakan pentingnya sinergi antarnegara di ...
Singapura bebaskan negara-negara besar dari kewajiban karantina
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:30 WIB
Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas karantina pada saat negar...
Kemenlu Malaysia panggil Dubes untuk protes kapal China di ZEE
Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:42 WIB
Kementerian Luar Negeri Malaysia telah memanggil duta besar China untuk menyatakan sikap dan protesn...
Pemerintah Malaysia diminta realisasikan sarapan gratis bagi siswa SD
Kamis, 30 September 2021 - 21:56 WIB
Mantan menteri pendidikan Malaysia Maszlee Malik meminta kepada pemerintah agar program sarapan grat...
Malaysia prihatin perlucutan senjata nuklir melambat
Rabu, 29 September 2021 - 12:47 WIB
Malaysia menyatakan prihatin atas lambatnya kemajuan dalam perlucutan senjata nuklir meski ada beber...
Militer Myanmar lancarkan serangan udara
Selasa, 28 September 2021 - 09:01 WIB
Militer Myanmar akhir pekan lalu melancarkan serangan udara setelah bentrok di wilayah Sagaing denga...
Live Streaming Radio Network