Hadapi Korut, Korsel kembangkan rudal yang lebih hebat
Elshinta
Kamis, 02 September 2021 - 18:57 WIB |
Hadapi Korut, Korsel kembangkan rudal yang lebih hebat
Militer Korsel menembakkan rudal Hyunmoo ke udara di perairan Laut Timur dalam latihan militer, September 2017. (Yonhap via Reuters)

Elshinta.com - Korea Selatan berada pada tahap akhir pengembangan sebuah rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak seberat 3 ton, kantor berita Yonhap melaporkan Kamis.

Kabar tersebut muncul ketika Korsel mengungkap proposal anggaran untuk memperkuat sistem pertahanan mereka melawan Korut.

Dalam cetak biru pertahanan 2022-2026, kementerian pertahanan mengatakan mereka akan mengembangkan rudal baru "dengan kekuatan penghancur yang meningkat secara signifikan", sistem pertahanan rudal yang diperkuat dan senjata penangkis baru untuk melawan artileri jarak jauh.

"Kami akan mengembangkan rudal yang lebih kuat, lebih presisi dengan jangkauan lebih jauh untuk melakukan pencegahan serta menciptakan keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea," kata kementerian dalam pernyataan.

Di antara rudal-rudal tersebut ada senjata baru dengan jangkauan terbang 350-400 kilometer dan muatan hingga 3 ton.

Senjata itu dirancang untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah seperti yang dimiliki Korut dan dipercaya digunakan untuk menyimpan senjata nuklir, kata Yonhap mengutip sejumlah sumber anonim.

Rudal tersebut akan menjadi yang terbaru dalam perlombaan rudal konvensional di antara kedua Korea.

Pembuatannya dipercepat setelah Korsel dan Amerika Serikat sepakat untuk membatalkan semua pembatasan bilateral pada pengembangan rudal Seoul awal tahun ini.

Pada 2020, Korsel mengumumkan rudal balistik jarak pendek (SRBM) baru yang bernama Hyunmoo-4. Pada Maret, Korut menguji sebuah SRBM yang mereka klaim mampu membawa 2,5 ton muatan. Hyunmoo-4 adalah rudal terbesar Korsel.

"Menyusul penghentian pembatasan, kami akan melakukan pencegahan terhadap potensi ancaman dan meningkatkan kemampuan serang melawan target utama," kata pernyataan tersebut.

Sebelum dekade ini berakhir, Asia akan dipenuhi dengan rudal-rudal konvensional yang mampu melesat lebih jauh dan lebih cepat, menghantam lebih kuat, dan lebih canggih daripada sebelumnya, sebuah perubahan drastis dan berbahaya dalam beberapa tahun belakangan, kata analis, diplomat, dan pejabat militer.

Secara keseluruhan, cetak biru pertahanan Korsel akan menghabiskan anggaran 315.2 triliun won (Rp3.874,8 triliun), naik 5,8 persen secara rata-rata dari tahun ke tahun dalam lima tahun ke depan.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS, Indonesia serukan forum G20 baru untuk hadapi pandemi berikutnya
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:11 WIB
Ekonomi-ekonomi terbesar dunia harus membuat forum guna memfasilitasi koordinasi global untuk pandem...
Komite Senat Brazil setujui laporan agar Presiden Bolsonaro didakwa
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:48 WIB
Komite investigasi Senat Brazil menyetujui sebuah laporan yang meminta agar Presiden Jair Bolsonaro ...
40 perusahaan Prefektur Hyogo Jepang siap investasi di Indonesia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:58 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes R) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan Gubernu...
Tesla bernilai satu triliun dolar AS, beri keuntungan ganda bagi Musk
Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Lonjakan nilai pasar saham Tesla Inc melampaui satu triliun dolar AS pada perdagangan Senin (25/10/2...
Xi Jinping janji China akan selalu menjunjung perdamaian dunia
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Presiden Xi Jinping berjanji bahwa China akan selalu menjunjung perdamaian dunia dan aturan internas...
Perkuat kerja sama, kapal Angkatan Laut Australia kunjungi Jakarta
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Kapal terbesar Angkatan Laut Australia HMAS Canberra berlabuh di Tanjung Priok , Jakarta Utara, Seni...
Vaksin untuk anak usia 5-11 tahun di AS mungkin tersedia November
Senin, 25 Oktober 2021 - 14:06 WIB
Pakar utama Amerika Serikat tentang penyakit menular, Anthony Fauci, mengatakan vaksin bagi anak-ana...
Kasus baru varian Delta di Tiongkok meluas
Senin, 25 Oktober 2021 - 13:46 WIB
Gelombang baru COVID-19 varian Delta di Tiongkok meluas dan bahkan lebih besar dibandingkan dengan y...
Singapura berencana impor listrik hingga 4 GW pada 2035
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:25 WIB
Negara Singapura berencana mengimpor listrik hingga empat gigawatt (GW) pada 2035, kata menteri perd...
Penjara di Nigeria diserang, 575 tahanan hilang
Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:26 WIB
Kelompok bersenjata menyerang sebuah penjara di Negara Bagian Oyo, Nigeria, pada Jumat (22/10) malam...