Twitter uji coba mode keamanan, konten kasar akan diblokir
Elshinta
Kamis, 02 September 2021 - 10:57 WIB |
Twitter uji coba mode keamanan, konten kasar akan diblokir
Ilustrasi

Elshinta.com - Twitter pada Rabu waktu setempat (1/9) selama tujuh hari ini tengah menguji coba fitur mode keamanan (safety mode) yang dapat memblokir sementara akun yang berisi konten kasar, seperti komentar penghinaan atau kebencian.

“Saat fitur diaktifkan di menu ‘Pengaturan’ Anda, sistem kami akan menilai kemungkinan interaksi negatif dengan mempertimbangkan konten Tweet dan hubungan antara pembuat Tweet dan penjawab,” kata Manajer Senior Produk Twitter, Jarrod Doherty melalui sebuah tulisan yang diunggah di blog Twitter, dikutip Kamis.

Akun yang terdeteksi berbahaya oleh sistem akan diblokir otomatis dan untuk sementara waktu mereka tidak dapat mengikuti akun, melihat Tweet, atau mengirim pesan melalui Direct Message kepada pengguna yang dijadikan sasaran.

Kendati demikian, akun yang sering berinteraksi dengan pengguna tidak akan diblokir otomatis karena sistem teknologi memperhitungkan hubungan yang ada. Pengguna masih dapat menemukan informasi tentang Tweet yang ditandai melalui mode keamanan dan melihat detail akun yang diblokir kapan saja. Ketika fitur tersebut berakhir dalam tujuh hari, pengguna tetap akan menerima pemberitahuan dari sistem Twitter.

“Kami juga akan secara teratur memantau keakuratan sistem mode keamanan untuk meningkatkan kemampuan deteksi kami,” kata Doherty.

Ia mengatakan uji coba ini merupakan salah satu cara Twitter untuk mendukung percakapan yang sehat di platform media sosialnya.

“Tujuan kami adalah untuk melindungi individu yang menerima Tweet dengan lebih baik dengan mengurangi prevalensi dan visibilitas komentar berbahaya,” ujarnya.

Uji coba fitur ini dilakukan pada kelompok kecil umpan balik dengan akun yang mengaktifkan bahasa Inggris di iOS, Android, dan situs Twitter di dekstop.

Perusahaan mengatakan fitur keamanan dikembangkan setelah Twitter melakukan konsultasi dan mendapatkan masukan dari beberapa pihak, seperti para ahli keamanan siber, kesehatan mental, dan hak asasi manusia, termasuk anggota Dewan Kepercayaan dan Keamanan Twitter.

“Pihak terpercaya ini juga berperan penting dalam mengusulkan pemilik akun Twitter untuk bergabung dalam kelompok umpan balik, dengan memprioritaskan orang-orang dari komunitas terpinggirkan dan jurnalis perempuan,” katanya.

Doherty mengatakan Twitter akan berkomitmen untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender di dunia daring dan berpartisipasi dalam diskusi tentang pengalaman perempuan saat menggunakan fitur keamanan.

“Kami akan mengamati bagaimana mode keamanan bekerja serta menggabungkan peningkatan dan penyesuaian sebelum meluncurkan fitur untuk semua orang di Twitter,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lima mahasiswa FTP UB Malang ciptakan aplikasi marketplace 
Senin, 25 Oktober 2021 - 17:10 WIB
Lima orang mahasiswa Fakultas Tehnik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan ...
Facebook diminta lebih transparan soal kebijakan akun tokoh terkenal
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Dewan pengawas independen meminta Facebook lebih transparan tentang kebijakan mereka untuk akun mili...
Bhayangkari Jatim luncurkan aplikasi balanjha.com untuk dongkrak UMKM
Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:44 WIB
Upaya dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Timur, Pengurus Daerah Bhayangkari Jatim dalam rangka H...
Apple Music Voice Plan meluncur, maksimalkan fitur Siri
Selasa, 19 Oktober 2021 - 11:14 WIB
Perusahaan teknologi Apple mengumumkan Apple Music Voice Plan, paket layanan musik berlangganan baru...
Facebook akan `jauhkan` remaja dari konten berbahaya
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Seorang eksekutif Facebook Inc mengatakan bahwa perusahaan akan memperkenalkan langkah-langkah baru ...
Kronologi lengkap tumbangnya layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram
Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:15 WIB
Layanan Facebook, WhatsApp dan Instagram sudah kembali normal setelah sempat tumbang selama berjam-j...
Penyebab gangguan global WhatsApp dan Facebook ditemukan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:27 WIB
Facebook mengeluarkan pernyataan mengenai penyebab gangguan layanan, termasuk WhatsApp dan Instagram...
Aplikasi PLN mobile mudahkan layanan pelanggan listrik 
Kamis, 30 September 2021 - 15:57 WIB
Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan berbagai pelayanan kepada konsumen terkait dengan k...
Ketua DPR resmikan aplikasi TangkalCovid-19 buatan BIN
Rabu, 29 September 2021 - 20:34 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan aplikasi dan laman `TangkalCovid-19` buatan Badan Intelijen Ne...
CORE: PeduliLindungi berpotensi raih untung jika jadi alat pembayaran
Minggu, 26 September 2021 - 15:48 WIB
Peneliti ekonomi senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan aplika...