Perjanjian ekonomi internasional diharapkan perluas pasar ekspor UMKM
Elshinta
Minggu, 29 Agustus 2021 - 14:05 WIB |
Perjanjian ekonomi internasional diharapkan perluas pasar ekspor UMKM
Perajin UMKM menyelesaikan produk berbagai kerajinan dari batu giok nephrite di Desa Lae Bersih, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat (27/8/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.

Elshinta.com - Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengharapkan berbagai ratifikasi perjanjian ekonomi komprehensif terkait tata perdagangan internasional dapat memperluas pasar ekspor bagi UMKM domestik.

"Semua perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif ini harus memberikan peluang yang besar bagi pelaku-pelaku usaha besar nasional dan pelaku UMKM ekspor memperluas pasarnya di negara mitra," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Nevi tidak menginginkan bahwa setelah disahkan dan diratifikasi, perjanjian perdagangan tersebut malah berdampak kepada ketidakberimbangan, sehingga neraca perdagangan nasional menjadi negatif.

Untuk itu, ujar dia, kondisi perkembangan situasi seperti ini harus dapat diantisipasi oleh pemerintah dengan membuat regulasi yang tegas.

Nevi menyampaikan baru-baru ini ada tiga perjanjian yang telah diratifikasi yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, Persetujuan Perdagangan Jasa ASEAN, dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Kopmprehensif Indonesia dan Korea.

"Tiga perjanjian internasional ini ketika sudah diratifikasi mesti dapat menguntungkan rakyat Indonesia. Pemerintah mesti menjaga regulasi ini jangan sampai kemudian hari memberi dampak buruk para pelaku usaha, terutama pelaku UMKM," tuturnya.

Nevi pun meminta ratifikasi ini mesti mampu memperkecil rasio gini Indonesia yang relatif tinggi. Berdasarkan data BPS, per Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur secara gini ratio adalah 0,384.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan UMKM yang bergerak di sektor industri halal harus mendapat dukungan kuat untuk memperkuat pasar ekspor.

"UMKM industri halal perlu didukung dengan kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Kebutuhan tersebut tidak hanya dilihat dari kuantitas, tetapi juga kualitas dari produknya," kata Wapres.

Dukungan terhadap UMKM industri halal tersebut, lanjut Wapres, bisa berupa sinergi dan kolaborasi kuat untuk mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu, berbagai pihak terkait juga harus memberikan perhatian besar untuk membuat UMKM industri halal menjadi naik kelas.

Sementara, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamdani mengatakan pemberian subsidi ongkos bagi pelaku UMKM dapat mendorong ekspor produk yang pasarnya tidak terdampak pandemi COVID-19.

Menurut dia, pemberian bentuk insentif ini dapat mendorong ekspor pelaku UMKM untuk menggantikan pasar dalam negeri yang sedang terdampak pandemi COVID-19.

"Kami tengah meminta kepada pemerintah subsidi ekspor untuk UMKM dan subsidi asuransi ekspor. Itu dua hal karena kita tengah sedang mendorong UMKM melakukan ekspor karena pasar ekspor tidak terlalu terpengaruh pandemi," kata Shinta.

Ia memastikan Kadin akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mengusulkan adanya kebijakan stimulus agar pelaku usaha di sektor mikro, kecil dan menengah dapat bertahan di tengah pandemi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UMKM gula semut Rejang Lebong juara nasional
Minggu, 17 Oktober 2021 - 22:27 WIB
Produk gula semut Sari Aren Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, keluar sebagai juara pertama...
Program Active Selling dan upaya menolong UMKM bangkit dari pandemi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:49 WIB
Kondisi ekonomi saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis yang pernah terjadi pada satu atau dua d...
Kisah sukses UMKM warung setalah gabung platform digital
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:37 WIB
Dwi Subekti, seorang ibu dua anak yang tinggal di Jakarta Timur, pernah mengalami masa terpuruk saat...
Ekonom: Penghapusan pajak UMKM sudah tepat
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:01 WIB
Pengamat Ekonomi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid menilai langkah pe...
Kota Probolinggo dorong UMKM kembangkan produk olahan mangga
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:45 WIB
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo mendorong usaha ...
Probolinggo akan miliki UKM Mart untuk bangkitkan UMKM di masa pandemi
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 09:55 WIB
Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur akan segera memiliki UKM Mart sebagai salah satu upaya untuk memba...
Triawan Munaf jadi komisaris Sirclo akselerasi digitalisasi UMKM
Jumat, 08 Oktober 2021 - 08:45 WIB
Platform solusi e-commerce Sirclo menyambut bergabungnya Triawan Munaf dan Maurits Lalisang ke dal...
IKM coklat khas Aceh berinovasi agar bertahan di tengah pandemi
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:47 WIB
Industri Kecil Menengah (IKM) coklat khas Aceh terus berinovasi agar tetap bertahan di tengah pandem...
Mendag sebut UKM eksportir pilar ekonomi Indonesia
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 06:23 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang telah mamp...
UMKM Sungai Raya produksi dodol sebagai pendapatan baru
Selasa, 28 September 2021 - 21:01 WIB
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dikelola kalangan perempuan di Sungai Raya Kepulauan, Kabupat...
Live Streaming Radio Network