Empat produsen vaksin COVID-19 ajukan registrasi EUA di Indonesia
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 19:35 WIB |
Empat produsen vaksin COVID-19 ajukan registrasi EUA di Indonesia
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak empat produsen vaksin COVID-19 mengajukan proses registrasi Izin Penggunaan Darurat (EUA) di Indonesia, ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito.

"Saat ini ada beberapa vaksin yang sedang proses registrasi mendapatkan EUA," kata Penny K Lukito saat hadir dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu (25/8).

Produsen tersebut di antaranya Cansino yang didaftarkan oleh PT Bio Farma untuk vaksin COVID-19 berplatform Recombinant Novel Adenovirus (AD-5) untuk dewasa di atas 18 tahun. Sampai saat ini prosesnya menunggu data keamanan.

Produsen berikutnya adalah Johnson and Johnson yang didaftarkan oleh PT Johnson and Johnson Indonesia untuk vaksin berplatform adenovirus dengan satu dosis penyuntikan pada dewasa di atas 18 tahun. Proses EUA saat ini sudah sampai pada evaluasi khasiat dan keamanan.

Penny mengatakan PT Indo Farma mendaftarkan vaksin Covavax berplatform rekombinan protein sub unit untuk dewasa di atas 18 tahun. Saat ini sedang menunggu tahap uji klinik di India selesai.

Produsen terakhir adalah PT Amarox yang mendaftarkan vaksin Covaxin berplatform Inactivated virus atau virus yang dimatikan untuk dewasa di atas 18 tahun. Saat ini prosesnya menunggu tambahan data efikasi dan keamanan.

Bila seluruh tahapan proses berhasil dicapai produsen, kata Penny, maka keempat kandidat vaksin tersebut akan menambah varian vaksin COVID-19 yang sudah lebih dulu memperoleh EUA di Indonesia di antaranya Coronavac, vaksin Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer (Cominaty), dan Sputnik-V.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenkes targetkan aplikasi rekam medis hadir tahun depan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji menargetkan aplikasi rekam medis...
Kawasan wisata GWK Cultural Park buka kembali bagi kunjungan wisatawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:25 WIB
Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembal...
Menteri KKP tebar 100 ribu benih ikan di Desa Wisata Pamegarsari
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:10 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menebar 100 ribu benih ikan di Situ Lebak Wangi...
 Peringati Hari Santri, Bupati Kudus minta santri sukseskan vaksinasi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:55 WIB
Sebagai Kota Santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sudah barang tentu ada ratusan pondok pesantren...
 Hari Santri, PNS Pemprov Jateng `ngantor` sarungan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:44 WIB
 Ada yang menarik dengan penampilan para aparatur sipil negara Pemprov Jateng pada Jumat (22/10). P...
Kemenkeu berikan keringanan utang pada 1.292 debitur kecil
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan memberikan keringanan utang kepada 1...
Yogyakarta luncurkan program Aksi Bergizi cegah anemia pada remaja
Jumat, 22 Oktober 2021 - 19:59 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan UNICEF meluncurkan program Ak...
BMKG: Hampir seluruh wilayah di Sulteng diguyur hujan lebat
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:59 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Palu memprakirakan hampir s...
Pertamina mulai suplai solar di sejumlah SPBU Jatim
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mulai menyupai solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar um...
Komisi I DPRD: Penyebab banjir di Bengkulu pembalakan dan penambangan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 17:47 WIB
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain menyebut pembal...