Wapres: Bukan hal mudah tekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 19:24 WIB |
Wapres: Bukan hal mudah tekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan target penurunan angka kemiskinan ekstrem secara nasional hingga nol persen pada akhir tahun 2024 bukan sesuatu yang mudah dilakukan.

“Ini memang bukan hal yang mudah untuk sampai tahun 2024 menjadi nol persen daripada kemiskinan ekstrem ini," kata Wapres Ma’ruf saat memimpin Rapat Pleno Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) secara virtual, Rabu (25/8).

Wapres mengatakan penurunan kemiskinan ekstrem hingga nol persen merupakan target jangka panjang, sedangkan target jangka pendek pada 2021 adalah menurunkan kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi.

"Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen sejalan dengan SDGs yang memuat komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada 2030. Namun, Bapak Presiden (Joko Widodo) menugaskan kita semua untuk dapat menuntaskannya enam tahun lebih cepat, yaitu pada akhir tahun 2024," jelas Wapres.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2021, Wapres mengatakan tingkat kemiskinan nasional mencapai 27,54 juta jiwa, sedangkan kemiskinan ekstrem sebanyak 10,86 juta jiwa. Data kemiskinan ekstrem secara nasional tersebut berada di 212 kabupaten dan kota dari 25 provinsi.

Ketujuh provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua. Dari setiap provinsi tersebut, lanjut Wapres, dipilih lima kabupaten dan kota yang kemudian semuanya mewakili jumlah penduduk miskin ekstrem secara nasional.

Wapres meminta seluruh jajaran kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian (K/L) terkait untuk memperkuat penargetan rumah tangga ekstrem dalam fokus wilayah tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Airlangga: Program BSU akan diperluas sasar 8,78 juta pekerja
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:48 WIB
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja ...
Zaman makin maju, Fatar Yani tekankan perusahaan migas upgrade teknologi
Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:46 WIB
Menjadi yang nomor 3 di Indonesia, Kalimantan tak sepatutnya berbangga diri karena sumur-sumur minya...
 Wabup Fauzi Yusuf minta Badan Wakaf Indonesia selamatkan harta agama
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:36 WIB
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf meminta Badan Wakaf untuk menyelamatkan harta agama, yakni berup...
OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:37 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai ped...
BAZNAS dorong pemanfaatan digitalisasi zakat secara optimal
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lemb...
Rupiah Selasa pagi melemah 2 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:12 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 2 poin
Relawan nilai harga tes PCR terlalu mahal dan bebani masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah menerapkan kewajiban tes PCR sebagai syarat penerbangan. Kebijakan tersebut menyebabkan h...
IHSG Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:49 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Sri Mulyani sebut realisasi PEN capai 58,3 persen
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah t...
BI: Digitalisasi kunci kembangkan ekonomi Islam
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:26 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mengemb...