Terkait penemuan dua jenazah, Polres Subang sudah periksa 20 saksi dan tunggu hasil labfor
Elshinta
Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Terkait penemuan dua jenazah, Polres Subang sudah periksa 20 saksi dan tunggu hasil labfor
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Polres Subang, Jawa Barat telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus penemuan dua jenazah ibu dan anak dalam mobil mewah di Kampung Ciseuti RT. 18 RW. 03 Jalancagak Subang Jawa Barat. Menurut Kapolres Subang, AKBP Sumarni pihaknya sekarang tengah mengumpulkan alat bukti yang ditemukan di TKP. Ketika ditanya mengenai adanya indikasi dugaan pembunuhan dengan pelaku orang dekat, Kapolres Sumarni meminta waktu dan dirinya berjanji akan secepatnya merilis kasus apabila sudah ada kepastian.

"Masih menunggu dar Labfor. Ini sudah da titik terang, ya. Berikan kami kesempatan untuk mengungkap kasus ini. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan rilis, ya,” ujarnya kepada wartawan di Subang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Teddy Widara, Selasa (24/8).

Sampai saat ini upaya mengungkap kasus ditemukan jenazah telah melibatkan pihak Polda Jawa Barat. Dalam olah TKP sempat ditemukan adanya jejak kaki lebih dari satu orang dan kondisi TKP tidak ada kerusakan serta tidak ada barang berharga yang hilang. Kecuali satu telepon genggam korban yang kini tengah dilakukan pendalaman.

Identitas jenazah kemudian terungkap ialah ibu dan anak dengan identitas Tuti (55) dan putrinya Amalia Mustika Ratu (22) pada Kamis pagi lalu, yang ditemukan di belakang tempat duduk sebuah mobil mewah dengan posisi bertumpuk. Korban ditemukan pertamakali oleh warga yang kemudian dilaporkan kepada Polsek Jalancagak yang selanjutnya kedua jenazah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres bekuk pelaku investasi bodong buron 3 bulan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:34 WIB
Ayu Sekar Rini, 25 tahun, seorang ibu rumah tangga warga Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kabupate...
 Aset tersangka kasus arisan fiktif miliaran rupiah di Salatiga dilacak petugas
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:47 WIB
Jajaran Reskrim Polres Salatiga, Jawa Tengah melacak aset dari kedua tersangka kasus arisan fiktif, ...
Ganja 26 kilogram ditemukan di pinggir Pantai Karawang, tiga bandar diburu petugas
Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:36 WIB
Bandar narkoba kelas atas asal Kabupaten Karawang jadi buruan polisi dan BNN (Badan Narkotika Nasion...
Polisi terima laporan kasus dugaan pelecehan terhadap anak enam tahun
Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:35 WIB
 Polsek Kembangan Jakarta Barat menerima laporan kasus pelecehan seks atau perundungan terhadap ana...
Polda Kalbar gagalkan upaya perdagangan orang ke Malaysia
Selasa, 12 Oktober 2021 - 17:37 WIB
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggagalkan upaya perdagangan manusia dan mengamankan sebanyak 1...
Polda Metro ungkap 52 kasus kejahatan jalanan dalam dua pekan
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:47 WIB
 Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap 52 kasus kejahatan jalanan hanya dalam tempo dua pekan terhit...
Polda Riau gagalkan penyelundupan 87 kg sabu-sabu
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:36 WIB
 Tim Direktorat Reserse narkoba Polda Riau menggagalkan penyelundupan jaringan narkoba internasiona...
 Polda Aceh musnahkan barang bukti sabu seberat 7 kg
Jumat, 08 Oktober 2021 - 17:23 WIB
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu ...
Melawan petugas, spesialis curat dihadiahi timah panas 
Jumat, 08 Oktober 2021 - 14:36 WIB
Tim Unit Jahtanras Sat Reskrim Polres Asahan Polda Sumut, berhasil menangkap 2 orang laki laki pelak...
Dua pengedar sabu disinyalir jaringan Lapas Narkotika Rumbai ditangkap
Selasa, 05 Oktober 2021 - 19:37 WIB
Maraknya peredaran sabu akhir-akhir ini membuat resah masyarakat Riau.
Live Streaming Radio Network