Pemkot Mataram akan cairkan santunan kematian kepada 666 ahli waris
Elshinta
Senin, 23 Agustus 2021 - 16:30 WIB |
Pemkot Mataram akan cairkan santunan kematian kepada 666 ahli waris
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan mencairkan santunan kematian kepada 666 orang ahli waris dengan besaran santunan masing-masing Rp500.000.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Senin mengatakan santunan kematian terhadap 666 ahli waris tersebut merupakan usulan dari Bulan Janurai 2021.

"Pencairan santunan kematian ini kami akui terlambat sebab ada perubahan administrasi yang sebelumnya menggunakan aplikasi Simda kini menjadi SIPD (sistem informasi pemerintah daerah)," katanya.

Dikatakan, tahapan pencairan santunan kematian itu saat ini sedang pengajuan nota dinas, sebagai dasar untuk mengeluarkan anggaran santunan kematian di badan keuangan daerah (BKD).

"Jika sudah cair, kami segera menginformasikan kepada ahli waris untuk mengambil santunan kematiannya," katanya.

Asnayati mengatakan, bantuan santunan kematian itu sekaligus merupakan uang belasungkawa dari Pemerintah Kota Mataram kepada ahli waris warga yang meninggal.

Program santunan kematian di Kota Mataram, sudah berjalan sekitar 10 tahun yang dicairkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram. Namun mulai Tahun 2020, pencairan dialihkan ke dinas sosial.

Untuk persyaratan pencairan santunan kematian masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni menyerahkan akta kematian, kartu tanda penduduk dan kartu keluarga (KK).

"Santunan kematian diberikan kepada semua warga Kota Mataram yang meninggal dunia, baik dia kaya maupun kurang mampu selama ahli waris melapor atau mengajukan syarat pencairan, kami proses," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Airlangga: Program BSU akan diperluas sasar 8,78 juta pekerja
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:48 WIB
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja ...
Zaman makin maju, Fatar Yani tekankan perusahaan migas upgrade teknologi
Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:46 WIB
Menjadi yang nomor 3 di Indonesia, Kalimantan tak sepatutnya berbangga diri karena sumur-sumur minya...
 Wabup Fauzi Yusuf minta Badan Wakaf Indonesia selamatkan harta agama
Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:36 WIB
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf meminta Badan Wakaf untuk menyelamatkan harta agama, yakni berup...
OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:37 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai ped...
BAZNAS dorong pemanfaatan digitalisasi zakat secara optimal
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:57 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lemb...
Rupiah Selasa pagi melemah 2 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:12 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 2 poin
Relawan nilai harga tes PCR terlalu mahal dan bebani masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:56 WIB
Pemerintah menerapkan kewajiban tes PCR sebagai syarat penerbangan. Kebijakan tersebut menyebabkan h...
IHSG Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:49 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat 14,36 poin
Sri Mulyani sebut realisasi PEN capai 58,3 persen
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah t...
BI: Digitalisasi kunci kembangkan ekonomi Islam
Senin, 25 Oktober 2021 - 15:26 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mengemb...