Organisasi Kerja Sama Islam akan bantu perdamaian di Afghanistan
Elshinta
Senin, 23 Agustus 2021 - 11:00 WIB |
Organisasi Kerja Sama Islam akan bantu perdamaian di Afghanistan
Organization of Islamic Cooperation (OIC). (oic-oci.org)

Elshinta.com - Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) pada Minggu (22/8) berjanji akan membantu menciptakan perdamaian di Afghanistan.

OIC juga mengatakan para pemimpin Afghanistan di masa depan harus waspada agar negaranya tidak dimanfaatkan sebagai halaman belakang bagi militansi ekstremis internasional.

Organisasi beranggotakan 57 negara itu mendesak "kepemimpinan Afghanistan di masa depan" dan masyarakat internasional supaya bekerja sama untuk memastikan bahwa Afghanistan tidak akan pernah lagi digunakan sebagai platform 'surganya' "para pelaku teror".

"Organisasi teroris tidak dizinkan memiliki pijakan (di Afghanistan)," demikian bunyi pengumuman akhir yang disampaikan setelah organisasi yang berbasis di Arab Saudi itu menggelar rapat khusus yang diusulkan oleh Riyadh tentang pembahasan situasi di negara yang dilanda perang tersebut.

Desakan dan keputusan IOC sebagian besar sekadar simbolis namun, itu menunjukkan ketidakpercayaan terhadap Taliban yang menguasai Kabul pekan lalu dan bagaimana sejumlah negara Muslim khawatir dengan realita baru di lapangan di Afghanistan.

Pernyataan itu juga meminta pihak-pihak di Afghanistan agar menyelesaikan perbedaan mereka "secara damai".

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO...
RI, Turki sepakati koridor perjalanan untuk pulihkan ekonomi
Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Pemerintah Indonesia dan Turki telah mencapai kesepakatan tentang koridor perjalanan yang akan memud...
Belasan jaksa AS surati Facebook tentang disinformasi vaksin
Jumat, 15 Oktober 2021 - 10:38 WIB
Jaksa agung di 14 negara bagian AS mengirim surat ke kepala eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg u...
Topan Kompasu di China selatan, banjir di utara renggut tiga nyawa
Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:12 WIB
Topan Kompasu menerjang wilayah China selatan, sementara banjir telah menewaskan 15 orang di wilayah...
Presiden Bank Dunia soroti pembalikan tragis pembangunan saat pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:39 WIB
Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengatakan pada Rabu (13/10/2021) bahwa pandemi COVID-19 mend...
FDA: Moderna tak penuhi semua kriteria vaksin `booster` COVID
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa Moderna belum ...
Panama setujui booster Pfizer bagi kelompok berisiko tinggi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:28 WIB
Panama menyetujui vaksin COVID-19 booster (penguat) Pfizer untuk kelompok orang berisiko tinggi, s...
 Dubes Heri Akhmadi resmikan PKBM ketiga di Jepang
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan Pusat Kegiatan Belajar...
Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret raksasa teknologi
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:58 WIB
Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (12/10), terseret oleh saham tek...
Investor cari mata uang aman, dolar menguat dan melonjak terhadap yen
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:03 WIB
Dolar menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena lonjakan harga energi mendorong...
Live Streaming Radio Network