Periksa kolesterol tak disarankan lewat ujung jari
Elshinta
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 18:36 WIB |
Periksa kolesterol tak disarankan lewat ujung jari
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Berbeda dengan gula darah, pemeriksaan kolesterol untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau dislipidemia tidak dianjurkan melalui ujung jari.

Ketua Divisi Endokrin Metabolik dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD, mengatakan, pemeriksaan kolesterol lewat ujung jari hasilnya tidak akurat.

"Kami tidak anjurkan karena pemeriksaan kolesterol dari sumber kapiler atau ujung jari yang ditusuk, itu tidak akurat," ujar dia dalam webinar tentang pengelolaan dislipidemia,  Sabtu (14/8).

Menurut Tri Juli, pemeriksaan kolesterol akan lebih akurat hasilnya bila dilakukan dar pembuluh darah vena, bukannya pembuluh kapiler seperti di ujung jari pada pemeriksaan gula darah.

"Beda dengan gula darah untuk monitor memang sudah di-approved. Untuk kolesterol tidak kami anjurkan pemeriksaan dari sumber darah kapiler tetapi dari vena," kata dia.

Dislipidemia umumnya tidak bergejala sehingga diagnosis penyakit ini tak bisa semata dilihat dari tampilan fisik kecuali pada kasus esktrem seperti xantelasma pada kelopak mata atau xantoma tendon achiles, siku dan lutut serta lipatan-lipatan sendi. Kondisi ini terjadi saat LDL sangat tinggi yakni lebih dari 190 mg/dl.

Pada kondisi trigeliserida yang sangat tinggi (lebih dari 500 mg/dl) memunculkan radang akut pada paknreasnya, menyebabkan mual, muntah, kesemutan, tidak enak badan akibat darah yang kental, rasa sesak napas dan gangguan kesadaran.

Berdasarkan National Cholesterol Education Program Adult Panel III (NCEP-ATP III) seseorang dikatakan memiliki kadar lipid abnormal apabila terjadi peningkatan kolesterol total (≥240 mg/dl), peningkatan kadar kolesterol LDL (≥160 mg/dl), kadar kolesterol trigliserida (>200 mg/dl), atau rendahnya kadar kolesterol HDL (<40 mg/dl) setelah dilakukan profil lipid atau tes kolesterol yang meliputi kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida.

Pemeriksaan profil lipid rutin dianjurkan pada pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner, diabetes, aterosklerosis pada pembuluh darah manapun, keadaan klinis yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik.

"Jangan berharap melihat dari tampilan fisik, tetapi harus melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini harus diluruskan. Masyarakat sering melihat periksa kolesterolnya dari jari seperti periksa gula darah. Jangan menunggu perubahan fisik untuk mendeteksi dislipidemia," demikian saran Tri Juli.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:01 WIB
Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 ...
Respirator bisa bantu kurangi risiko terkena pajanan polusi udara
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:06 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, ...
Tangani dini AMD agar penglihatan tak semakin memburuk
Jumat, 15 Oktober 2021 - 11:34 WIB
Sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan dini, begitu juga AMD atau degenerasi maku...
Terapi atasi kecemasan remaja pada masa pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:17 WIB
Aktivitas fisik dan latihan fisik bisa menjadi strategi terapi yang efektif mengatasi gejala depresi...
Trigeminal neuralgia bisa disembuhkan dengan tindakan PRFR
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Dokter spesialis bedah saraf dr. Mustaqim Prasetya, Sp.BS FINPS mengatakan trigeminal neuralgia-kon...
Olahraga dua jam sebelum tidur dapat membantu lebih nyenyak
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:58 WIB
 Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan dua jam sebelum tidur dapat membantu tidur lebih ...
Mengenal hipoglikemia, penyakit yang diderita Dorce Gamalama
Senin, 11 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Lemas, pusing, bahkan susah konsentrasi merupakan ciri-ciri dari seseorang mengalami hipoglikemia, p...
Mengenal `toxic positivity` dari sudut pandang `mindfulness`
Senin, 11 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Praktisi Mindfulness dan Emotional Healer Adjie Santosoputro mengingatkan bahwa seseorang perlu ...
Psikolog: Mitos dan stigma kendala tangani masalah kesehatan mental
Senin, 11 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Widya S. Sari, M.Psi mengatakan permasalah...
Jaga kualitas udara dari paparan asap rokok di dalam rumah
Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:30 WIB
Menjaga kualitas udara di dalam hunian merupakan hal penting guna meningkatkan kualitas kesehatan, t...
Live Streaming Radio Network