Kenali penyakit degenerasi Wet-AMD yang berujung kebutaan
Elshinta
Kamis, 12 Agustus 2021 - 15:04 WIB |
Kenali penyakit degenerasi Wet-AMD yang berujung kebutaan
Ilustrasi

Elshinta.com - Berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyakit degenerasi makula terkait usia atau Age-related Macular Degeneration (AMD) yang dapat berujung kepada kebutaan permanen pada orang lanjut usia.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang DKI Jaya dr. Elvioza, SpM(K) menjelaskan kebiasaan merokok adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit AMD, begitu juga gaya hidup tidak sehat lain seperti jarang olahraga, obesitas, pola makan tidak baik, hipertensi hingga adanya riwayat AMD pada keluarga.

"Ada faktor risiko yang tidak bisa dihindari seperti genetik dan usia, tapi ada yang bisa dihindari seperti gaya hidup. Dengan berhenti merokok, risiko AMD jauh menurun," kata Elvioza dalam konferensi pers daring, Kamis.

Perempuan lebih berisiko terkena penyakit ini. Belum diketahui apa penyebab persis yang membuat kaum Hawa lebih berisiko. Tetapi fakta statistik menunjukkan penyakit ini memang lebih banyak diderita perempuan.

AMD menyerang 8,7 persen populasi penduduk berusia di atas 50 tahun. Karena penyakit ini terkait dengan usia, tingkat keparahan juga bertambah seiring pertambahan usia. AMD adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada lansia usia 65 tahun ke atas di berbagai wilayah, termasuk Asia. Penyakit ini bisa ditangani agar tidak memburuk bila dideteksi sejak dini.

Elvioza mengatakan saat ini usia harapan hidup semakin tinggi karena kualitas kesejahteraan yang membaik membuat penderita penyakit AMD semakin banyak. Ini tidak hanya menimbulkan masalah untuk pasien maupun keluarganya, tetapi juga kepada sistem kesehatan masyarakat.

Dia menjelaskan, degenerasi makula terkait usia adalah penyakit yang bisa mempengaruhi mata seiring pertambahan usia, juga bisa menyebabkan masalah penglihatan. Penyakit ini mempengaruhi makula, pusat penglihatan di area pusat retina di bagian belakang mata.

Degenerasi makula terkait usia biasanya menyerang satu mata, tapi di tahap berikutnya bisa mempengaruhi mata yang lain.

"Kalau satu mata terkena, mata sebelahnya berisiko tinggi untuk kena. Karena ini penyakit degeneratif yang disebabkan usia, sifatnya sistemik, jadi dua bola mata terancam terkena penyakit. Kalau dua mata kena dan tidak diobati, pasien akan buta permanen," jelas dokter dari Universitas Indonesia.

AMD terbagi menjadi dua tipe, tipe kering atau Dry-AMD dan tipe basah atau Wet-AMD. Sebagian besar yang kasus (85-90 persen) ditemukan adalah tipe kering yang jarang menyebabkan kehilangan penglihatan. Pada degenerasi makula tipe kering, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan, namun perkembangannya bisa diperlambat dengan suplemen.

Tipe basah lebih jarang ditemukan, hanya sekitar 10-15 persen dari semua total kasus penyakit degenerasi makula terkait usia. Namun Wet-AMD punya peran 90 persen pada kasus kehilangan penglihatan yang parah.

Pada Wet-AMD, pembuluh darah baru terbentuk di bagian makula. Pembentukan pembuluh darah ini didorong protein yang disebut VEGF. Pembuluh darah ini halus dan cenderung menyebabkan kebocoran cairan atau darah yang mengganggu fungsi sel retina dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan.


Gejala dan pengobatan

Gejala dari degenerasi makula terkait usia tipe basah diantaranya adalah berkurangnya kemampuan penglihatan, terutama pada bagian tengah ruang pandang. Hal ini ditandai dengan penglihatan buram, bintik hitam pada pusat penglihatan, penglihatan bergelombang atau metamorfopsia di mana garis lurus terlihat bergelombang atau terdistorsi, serta adanya peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.

Dia menegaskan, Wet-AMD yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan risiko kehilangan penglihatan yang parah dan meningkatkan risiko kebutaan. Maka, penting bagi pasien Wet-AMD untuk datang ke dokter sesuai jadwal dan mengikuti arahan dokter.

Diagnosis Wet-AMD dilakukan dengan beberapa langkah, seperti melakukan tes ketajaman visual, Amsler Grid Test di mana pasien diminta melihat gambar persegi yang punya garis vertikal dan horizontal. Pelaksanaan tes ini dapat membantu menentukan apakah pasien mengalami gejala awal AMD yaitu distorsi dari garis, gambar menjadi buram, perubahan warna amsler grid, dan tidak mampu melihat titik tengah dengan jelas.

Jika dari tes tersebut ditemukan kelainan, dokter akan melakukan tes lanjutan menggunakan alat oftalmoskopi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan makula di bagian belakang mata untuk mencari tanda-tanda terjadinya degenerasi.

Tes lanjutan seperti optical coherence tomography (OCT) diperlukan untuk memeriksa berapa banyak cairan di makula dan melakukan fluorescein angiography untuk memeriksa pembuluh darah yang bocor menggunakan zat pewarna fluorescent sehingga pasien dapat dipastikan menderita Wet-AMD atau tidak.

Beberapa tahun belakangan, pengobatan Wet-AMD semakin efektif dibandingkan masa lampau. Sejak 2006, ditemukan obat anti-vascular endothelial growth factor (anti-VEGF). Terapi ini dilakukan dengan menyuntikkan obat ke bola mata pasien setelah dibius dengan obat tetes mata anestesi.

Meski terkesan menyeramkan, Elvioza mengatakan jarum yang dipakai sangat kecil dan halus, lebih kecil dibandingkan bulu mata.

Perawatan ini biasanya punya tingkat keberhasilan tinggi dan bisa mencegah memburuknya penglihatan penderita. Namun, setiap kerusakan yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki sehingga penting untuk memulai perawatan sedini mungkin.

Injeksi biasanya dilakukan per bulan selama tiga bulan, selanjutnya dokter akan memonitor hingga penyakit pasien bisa dikendalikan.

Pasien harus mengikuti jadwal pengobatan dan arahan dari dokter. Semakin teratur pasien datang untuk mengontrol, akan semakin baik.

"Jangan sampai tidak kontrol dan baru datang ketika kondisi lebih berat, dampaknya akan buruk," ujar dia, menambahkan tidak ada istilah "sembuh", melainkan "terkontrol".

Dia menegaskan, pasien harus tetap disiplin kontrol meski tidak ada keluhan agar penyakit tetap terkendali. "Kalau kambuh, bisa dikasih pengobatan lebih dini."

Penting juga untuk menjalani gaya hidup sehat, rutin berolahraga dan berhenti merokok. Kurangi juga paparan sinar matahari dan jalani diet makanan tinggi antioksidan seperti bayam, selada, paprika hingga jagung manis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kader masjid Langkat terima orientasi stunting
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:46 WIB
Sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan stunting berbasis masjid, melalui komunikasi anta...
Terus lawan Covid-19, Pemkot Depok gelar semarak Germas Goes to School
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Goes to School unt...
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi h...
Tanaman herba ini bisa bantu terapi pasien COVID-19
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Tanaman hias Gardenia jasminoides (kacapiring) hingga adas ternyata memiliki kemampuan untuk meng...
Proses osteoporosis bisa terjadi di usia 30 tahun
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:11 WIB
Proses osteoporosis bisa menyerang siapa saja bahkan di usia muda dan produktif seperti 30 tahun-an ...
Mengenal kanker kepala dan leher
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik baik...
Tindakan bedah minimal invasif untuk koreksi kelainan bentuk tulang
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Tindakan limb lengthening & reconstruction yang tergolong metode pembedahan minimal invasif bisa m...
Kejar vaksinasi untuk terlindung dari COVID-19
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:20 WIB
Pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, namun salah satu cara agar terlindung da...
Strategi unik Inggris bantu warganya berhenti merokok
Senin, 18 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Pemerintah Inggris menggunakan pendekatan berbeda untuk mengurangi angka perokok antara lain dengan ...
Tiga vaksin COVID-19 ini tak perlu `booster` hingga 8 bulan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Tiga vaksin COVID-19 yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson masih menunjukkan tanda respons imu...