Stafsus Presiden: Pemerintah tetap berhati-hati meski ekonomi membaik
Elshinta
Kamis, 05 Agustus 2021 - 15:07 WIB |
Stafsus Presiden: Pemerintah tetap berhati-hati meski ekonomi membaik
Staf Khusus Presiden Arif Budimanta saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (15/8/2019). ANTARA/Sugiharto Purnama.

Elshinta.com - Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengatakan pemerintah akan tetap berhati-hati menetapkan kebijakan perekonomian di tengah ancaman persebaran varian baru virus corona, meskipun sebagian besar indikator perekonomian menunjukkan perbaikan.

“Kita tetap berhati-hati karena situasi pandemi masih terjadi dengan varian baru yang sangat mungkin kembali menjangkiti berbagai negara yang saat ini telah membaik menjadi kembali memasuki situasi krisis,” kata Arif saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Arif mengatakan persebaran varian delta bisa saja membuat pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial yang lebih ketat.

“Oleh karena itu, seluruh pihak tetap harus bergotong-royong menghadapi berbagai persoalan yang masih mungkin terjadi, agar perekonomian Indonesia semakin tangguh,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis ini mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II 2021, yang menandakan keluarnya perekonomian domestik dari zona resesi sejak empat kuartal terakhir.

Arif melihat pencapaian pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal II 2021 ini karena kerja sama semua pihak, termasuk stimulus dari program bantuan sosial.

“Capaian ini merupakan hasil kerjasama semua pihak. Sejumlah kebijakan pemerintah selama ini melalui program bantuan sosial dan pemulihan ekonomi nasional, turut membantu menahan tekanan kepada masyarakat dan juga pelaku usaha,” ujar Arif.

Beberapa indikator ekonomi hingga akhir kuartal II menunjukkan banyak perbaikan. Misalnya, indeks keyakinan konsumen (IKK) meningkat 16,4 poin menjadi 104,4 dibanding posisi IKK pada kuartal I 2021 yakni sebesar 88,0.

Realisasi investasi pada kuartal II 2021 juga tumbuh sebesar 16,2 persen (yoy) atau secara kumulatif Januari hingga Juni 2021 tercatat tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy).

Dari sisi fiskal, pemerintah telah membelanjakan APBN sebesar Rp1.170,13 triliun atau 42,55 persen dari total belanja negara hingga semester I 2021. Realisasi tersebut naik 9,38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 lalu.

Selain itu, ketahanan eksternal kuartal II 2021 masih cukup baik karena posisi neraca perdagangan yang secara konsisten mengalami surplus sejak April 2020 hingga Juni 2021. Surplus neraca perdagangan Januari hingga Juni 2021 tercatat sebesar 11,86 miliar dolar AS.

Sedangkan melihat situasi pandemi COVID-19, pemerintah sedang menggencarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan berbagai level, untuk mengurangi lonjakan kasus baru Virus Corona karena persebaran virus varian Delta.

Hingga Rabu (4/8), jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukan peningkatan. Menurut Satgas Penanganan COVID-19, kasus harian pada Kamis (5/8) bertambah 35.867 kasus, sehingga total kasus aktif COVID-19 sebanyak 524.011 kasus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Pelaku usaha perlu gabung ‘e-commerce’ agar tidak tertinggal
Sabtu, 25 September 2021 - 12:36 WIB
Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha dalam negeri untuk cepat beradaptasi dengan perkembang...
KA Walahar, Jatiluhur dan KA Siliwangi kembali beroperasi
Sabtu, 25 September 2021 - 11:05 WIB
Setelah berhenti beroperasi pada masa PPKM, kini Kereta Api (KA) Lokal Daop 1 Jakarta, KA Walahar (r...
Ribuan kartu tani `ngendon` di kantor cabang perwakilan bank
Sabtu, 25 September 2021 - 09:48 WIB
Sebanyak 10.197 kartu tani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah belum dibagikan pada pemiliknya. Kart...
Menperin sebut pengguna garam sumbang devisa miliaran dollar AS
Sabtu, 25 September 2021 - 09:13 WIB
Industri pengguna garam menyumbangkan devisa setara hampir 500 kali lipat nilai impor garam. Indones...
 Ekonom Rizal Ramli beberkan solusi atasi konflik agraria di Hari Tani Nasional
Jumat, 24 September 2021 - 18:57 WIB
Peringatan Hari Tani Nasional ke-58 tahun masih saja diwarnai konflik agraria antara-rakyat dan peng...
QRIS telah digunakan 10,45 juta merchant dari target 12 juta
Jumat, 24 September 2021 - 18:08 WIB
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan implem...
Rupiah ditutup terkoreksi masih dipengaruhi sinyal tapering The Fed
Jumat, 24 September 2021 - 17:57 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan terkoreksi, masi...
Pemkot Bandung siap fasilitasi kegiatan pelaku UMKM
Jumat, 24 September 2021 - 17:44 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat siap hadir memfasilitasi berbagai kegiatan yang dibutuh...
Bupati minta bencana di Minahasa Tenggara tidak dieksploitasi
Jumat, 24 September 2021 - 13:11 WIB
Bupati Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, James Sumendap meminta masyarakat tidak mengeksploitasi be...
Rupiah Jumat pagi melemah 7 poin
Jumat, 24 September 2021 - 10:30 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 7 poin
Live Streaming Radio Network