Masyarakat diimbau waspadai munculnya buaya di Sungai Mentaya
Elshinta
Kamis, 05 Agustus 2021 - 13:06 WIB |
Masyarakat diimbau waspadai munculnya buaya di Sungai Mentaya
Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit Muriansyah bersama warga saat memantau lokasi kemunculan buaya di Sungai Mentaya, Minggu (1/8/2021) ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang beraktivitas di Sungai Mentaya diimbau meningkatkan kewaspadaan seiring semakin seringnya buaya muncul di sungai itu.

"Kami BKSDA Sampit menerima laporan dari warga pada Rabu pukul 10.00 WIB ada kemunculan kembali buaya di Sungai Mentaya di tempat yang sama yaitu Kecamatan Seranau. Tidak jauh dari lokasi kemunculan sebelumnya," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis.

Ini merupakan kemunculan kedua buaya di lokasi yang hampir sama dalam beberapa hari terakhir. Buaya yang muncul ini diduga merupakan buaya yang sama dengan sebelumnya. Sebelumnya kemunculan buaya di perairan Kelurahan Mentaya Seberang Kecamatan Seranau terjadi pada Sabtu (31/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu warga sempat mengabadikan momen kemunculan buaya tersebut menggunakan kamera telepon seluler.

Ini cukup membuat warga waswas karena lokasinya berada di perairan pusat kota. Letaknya dekat dermaga penyeberangan atau berseberangan dengan objek wisata ikon Patung Jelawat dan Pusat Perbelanjaan Mentaya. Aktivitas masyarakat di perairan kawasan ini cukup tinggi. Selain hilir mudik transportasi air, sebagian warga juga masih sering beraktivitas di sungai untuk mandi atau mencuci.

Munculnya buaya di perairan dekat permukiman karena mencari makanan. Diduga sumber makanan di habitat aslinya semakin sulit didapat sehingga buaya menyasar perairan dekat permukiman warga. Bangkai binatang dan sampah rumah tangga yang dibuang warga ke sungai bisa menjadi pemicu kedatangan buaya karena merupakan sumber makanan bagi buaya. Ternak yang dipelihara dekat dengan sungai juga bisa memicu buaya datang untuk memangsanya.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada subuh dan malam hari. Kami juga mengimbau agar tidak membuang sampah rumah tangga di sungai dan tidak memelihara ternak di tepi sungai karena kuat dugaan itu penyebab buaya muncul di perairan dekat permukiman," ujar Muriansyah.

BKSDA Pos Sampit telah memasang tiga plang peringatan di wilayah perairan Sungai Mentaya terkait lokasi rawan serangan buaya. Papan peringatan tersebut rencananya akan ditambah di dua lokasi lainnya agar masyarakat lebih waspada.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Guru SD di Kediri manfaatkan sela waktu luang untuk ternak lele
Senin, 20 September 2021 - 07:01 WIB
Sejumlah guru sekolah dasar di Kota Kediri, Jawa Timur, sukses budi daya ternak ikan lele di sela wa...
IKM batik di Kediri manfaatkan tumbuhan untuk motif
Senin, 20 September 2021 - 06:45 WIB
Industri kecil menengah (IKM) batik \"Top Cemerlang Batik\" memanfaatkan tumbuhan untuk membentuk mo...
Mengintip arena pertandingan esport PON Papua
Senin, 20 September 2021 - 06:15 WIB
Dua hari menjelang pembukaan cabang olahraga eksibisi esport Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua,...
Pemkab Minahasa Tenggara bantu kelompok budidaya ikan air tawar
Minggu, 19 September 2021 - 23:45 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara menyalurkan bantuan kepada kelompok...
Grup Astra Papua bantu warga Kampung Enggros Kota Jayapura
Minggu, 19 September 2021 - 23:30 WIB
Grup Astra Papua menyalurkan bantuan berupa  bahan pokok, jersey sepakbola dan beasiswa bagi siswa-...
Pemkot Surabaya ajukan pengurangan anggaran belanja lewat P-APBD
Minggu, 19 September 2021 - 22:45 WIB
Pemerintah Kota Surabaya mengajukan pengurangan anggaran belanja melalui APBD Perubahan 2021 menyusu...
TNI-Polri dan Pemkab Lombok Tengah kerahkan 150 tim vaksinator
Minggu, 19 September 2021 - 21:01 WIB
TNI dan Polri bersama Pemerintah Daerah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengerahkan 150 tim vaks...
Peneliti: Holding BUMN pangan harus terbuka dengan kompetisi pasar
Minggu, 19 September 2021 - 20:30 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menyatakan holding BUMN pangan y...
Pemda KKU sediakan angkutan laut bangun konektivitas antar kepulauan
Minggu, 19 September 2021 - 20:01 WIB
Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalimantan Barat menyediakan armada angkutan laut ke...
Menteri BUMN inginkan Kabupaten Jembrana jadi lumbung pangan bagi Bali
Minggu, 19 September 2021 - 19:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menginginkan Kabupaten Jembrana menjadi lumbung ...
Live Streaming Radio Network