AS desak presiden Tunisia segera kembali ke jalur demokrasi
Elshinta
Minggu, 01 Agustus 2021 - 09:00 WIB |
AS desak presiden Tunisia segera kembali ke jalur demokrasi
Arsip Foto - Presiden Tunisia Kais Saied saat diambil sumpahnya sebagai presiden di Tunis, Tunisia, Rabu (23/10/2019). (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com - Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mendesak presiden Tunisia pada Sabtu (31/7) untuk segera membawa negaranya kembali ke "jalur demokrasi" setelah mengambil alih kekuasaan pemerintah pada Minggu lalu, kata Gedung Putih.

Presiden Tunisia Kais Saied menerapkan keadaan darurat nasional atas pandemi virus corona dan pemerintahan yang buruk dengan memberhentikan perdana menteri, membekukan parlemen, dan merebut kendali eksekutif dalam sebuah langkah yang disambut oleh demonstran jalanan namun yang dicap sebagai kudeta oleh lawan-lawan politiknya.

Lewat panggilan telepon, Sullivan menekankan kepada Saied perlunya "membentuk pemerintahan baru dengan cepat, dipimpin oleh seorang perdana menteri yang cakap untuk menstabilkan ekonomi Tunisia dan menghadapi pandemi COVID-19, serta memastikan kembalinya parlemen terpilih secara tepat waktu," kata Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya Saied mengatakan dia akan mengambil kekuasaan eksekutif dengan bantuan perdana menteri baru. Konstitusi demokratis 2014 yang memisahkan kekuasaan presiden, perdana menteri dan parlemen kini menghadapi tantangan terberat.

Sumber: Reuters
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
BRI kampanyekan UMKM Jawa Timur di Kanada
Kamis, 16 September 2021 - 18:27 WIB
BRI mengampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sekaligus membuka peluang UMKM Indonesia...
PBB pulangkan pasukan perdamaian Gabon atas tuduhan pelecehan seksual
Kamis, 16 September 2021 - 13:08 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memulangkan 450 tentara Gabon dari misi pemeliharaan perdamai...
Ekonom: Presidensi G20 akan bawa dampak positif hingga jangka panjang
Kamis, 16 September 2021 - 12:45 WIB
Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pemilihan presidensi Indonesia dalam pertemuan G20 t...
Tiga tewas akibat gempa di Sichuan China, ribuan dievakuasi
Kamis, 16 September 2021 - 11:46 WIB
Gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang Provinsi Sichuan, China, pada Kamis pagi dan hingga kini mer...
Diplomat Afghanistan minta dunia tolak pengakuan Taliban
Kamis, 16 September 2021 - 10:59 WIB
Sekelompok diplomat Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan di Kabul telah mengeluarkan pernyat...
Paus dorong imunisasi COVID, sebut vaksin teman manusia
Kamis, 16 September 2021 - 10:47 WIB
Paus Fransiskus pada Rabu (15/9) mengatakan bahwa dia bingung mengapa begitu banyak orang, termasuk ...
Live Streaming Radio Network