Indonesia terima bantuan Oxygen Concentrator lembaga donor Hong Kong
Elshinta
Jumat, 30 Juli 2021 - 22:19 WIB |
Indonesia terima bantuan Oxygen Concentrator lembaga donor Hong Kong
Ilustrasi - Seorang karyawan menyiapkan tabung oksigen untuk diisi ulang. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/agr)

Elshinta.com - Indonesia menerima bantuan Oxygen Concentrator (OC) dari lembaga donor dari Hong Kong dalam rangka membantu penanganan pandemi Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir, mewakili Pemerintah RI mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan tersebut.

"Kementerian BUMN akan mendistribusikan bantuan dimaksud melalui Yayasan BUMN untuk Indonesia kepada rumah sakit yang membutuhkan di tanah air," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Benevolence Charity Hall Ltd Hong Kong sebuah lembaga sosial di Hong Kong telah menyumbangkan 60 unit Oxygen oncentrator (OC) kapasitas 10 liter senilai 30.600 dolar AS atau setara Rp444,5 juta kepada Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, sebagai salah satu bentuk upaya membantu Pemerintah Indonesia dalam penanganan pendemi, KJRI Hong Kong telah melakukan pendekatan kepada beberapa mitra di wilayah kerjanya untuk memperoleh pasokan OC guna membantu pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia.

Upaya KJRI Hong Kong tersebut mendapat respon positif dari Benevolence Charity Hall Ltd Hong Kong, yang merupakan sebuah lembaga sosial yang sering memberikan bantuan dan hibah kepada berbagai negara di Asia.

OC tersebut dipesan melalui produsen Guangdong OWGELS Science dan Technology Co, Ltd yang berlokasi di Kota Guangzhou, China.

KJRI Hong Kong berkomunikasi dengan pihak Kementerian BUMN terkait pengaturan pengiriman bantuan dimaksud dari Guangzhou ke Indonesia. Pengiriman bantuan tersebut difasilitasi dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia di Guangzhou.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pesawat tempur China masuki zona pertahanan udara Taiwan
Sabtu, 18 September 2021 - 21:38 WIB
Angkatan udara Taiwan pada Jumat (17/9) berusaha menghalau 10 pesawat China yang memasuki zona perta...
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
BRI kampanyekan UMKM Jawa Timur di Kanada
Kamis, 16 September 2021 - 18:27 WIB
BRI mengampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia sekaligus membuka peluang UMKM Indonesia...
PBB pulangkan pasukan perdamaian Gabon atas tuduhan pelecehan seksual
Kamis, 16 September 2021 - 13:08 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memulangkan 450 tentara Gabon dari misi pemeliharaan perdamai...
Ekonom: Presidensi G20 akan bawa dampak positif hingga jangka panjang
Kamis, 16 September 2021 - 12:45 WIB
Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pemilihan presidensi Indonesia dalam pertemuan G20 t...
Tiga tewas akibat gempa di Sichuan China, ribuan dievakuasi
Kamis, 16 September 2021 - 11:46 WIB
Gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang Provinsi Sichuan, China, pada Kamis pagi dan hingga kini mer...
Diplomat Afghanistan minta dunia tolak pengakuan Taliban
Kamis, 16 September 2021 - 10:59 WIB
Sekelompok diplomat Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan di Kabul telah mengeluarkan pernyat...
Live Streaming Radio Network