Kamboja akan `lockdown` area perbatasan dengan Thailand
Elshinta
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:52 WIB |
Kamboja akan `lockdown` area perbatasan dengan Thailand
Seorang biksu menabuh drum setelah Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memerintahkan agar semua pagoda membunyikan lonceng dan genderang lima kali sehari sebagai pesan untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19), di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (24/3/2021). Reuters-Cindy Liu

Elshinta.com - Kamboja akan memberlakukan penguncian (lockdown) di delapan provinsi yang berbatasan dengan Thailand mulai tengah malam pada Kamis.

Penguncian area perbatasan itu dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus corona varian Delta di negara Asia Tenggara itu.

Perdana Menteri Hun Sen pada Rabu malam (28/7) menandatangani perintah untuk penguncian, yang melarang warga meninggalkan rumah mereka, berkumpul dalam kelompok dan melakukan bisnis, kecuali bagi mereka yang terlibat dalam pengoperasian maskapai penerbangan.

"Penguncian sementara ... bertujuan untuk mencegah penularan berbasis komunitas dari varian baru COVID Delta," kata Hun Sen dalam perintah yang diunggah di Facebook.

Pos-pos pemeriksaan perbatasan dengan Thailand juga akan ditutup kecuali untuk memungkinkan pengangkutan barang dan dalam keadaan darurat, kata Hun Sen.

PM Kamboja itu juga menyebutkan bahwa penguncian tersebut akan berlangsung hingga 12 Agustus.

Sejumlah provinsi di area perbatasan yang terkena dampak penguncian adalah Koh Kong, Pursat, Battambang, Pailin, Banteay Meanchey, Oddar Meanchey, Preah Vihear dan Siem Reap.

Kamboja sebelumnya berhasil menahan sebagian besar penularan virus corona hampir sepanjang tahun lalu, tetapi wabah yang pertama kali terdeteksi pada akhir Februari telah meningkatkan total kasus COVID-19 di negara itu menjadi 75.152, dengan 1.339 kematian akibat infenksi virus corona.

Negara tetangga Kamboja, Thailand, juga menghadapi suatu wabah yang parah yang didorong oleh virus corona varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India.

Thailand telah berulang kali melaporkan jumlah rekor kasus harian COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang menuju akhir darurat COVID di sebagian besar wilayah
Jumat, 24 September 2021 - 18:27 WIB
Situasi kasus COVID-19 Jepang membaik sehingga status darurat dapat segera dicabut di sebagian besar...
Kerajinan perhiasan Indonesia dipamerkan di Singapura
Jumat, 24 September 2021 - 16:48 WIB
Indonesia akan menampilkan kerajinan perhiasan khas Tanah Air dari beberapa provinsi dalam Singapore...
Presiden Brazil sebut PM Inggris minta perjanjian darurat impor makanan
Jumat, 24 September 2021 - 13:57 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro pada Kamis mengatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah m...
WHO anjurkan koktail antibodi COVID-19 bagi pasien berisiko tinggi
Jumat, 24 September 2021 - 11:15 WIB
Panel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat merekomendasikan penggunaan koktail antibodi COVID...
Produksi baja global anjlok pada Agustus, pertama kali dalam setahun
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Produksi baja global anjlok 1,4 persen tahun-ke-tahun pada Agustus, penurunan pertama dalam lebih da...
CDC AS dukung vaksin booster Pfizer, tapi bukan untuk nakes
Jumat, 24 September 2021 - 09:40 WIB
Panel penasihat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Kamis merek...
Usai berlibur warga Korsel diminta jalani tes COVID
Kamis, 23 September 2021 - 14:49 WIB
Otoritas Korea Selatan meminta warganya yang baru saja pulang dari liburan untuk menjalani tes COVID...
Emirates sudah angkut 7 juta dosis vaksin COVID-19 ke Indonesia
Kamis, 23 September 2021 - 14:26 WIB
Maskapai penerbangan Emirates mengatakan hingga saat ini Emirates SkyCargo telah mengirimkan lebih d...
Anggota DPR: Jangan cari solusi dengan kekerasan terkait LCS
Kamis, 23 September 2021 - 14:13 WIB
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menilai semua pihak jangan mencari solusi dengan menggunakan ke...
Indonesia menyeru G20 bantu atasi krisis kemanusiaan di Afghanistan
Kamis, 23 September 2021 - 13:02 WIB
Indonesia menyeru negara-negara G20 agar berkontribusi dalam upaya mengatasi krisis kemanusiaan yang...
Live Streaming Radio Network