CDC anjurkan warga AS tervaksin pakai masker di dalam ruangan
Elshinta
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:58 WIB |
CDC anjurkan warga AS tervaksin pakai masker di dalam ruangan
Sejumlah orang berjalan di kawasan Times Square, New York City, seiring dengan semakin meningkatnya penularan COVID-19 akibat virus SARS-CoV-2 varian Delta di New York, Amerika Serikat, Jumat (23/7/2021). REUTERS/Eduardo Munoz

Elshinta.com - Penduduk Amerika yang divaksin penuh melawan COVID-19 harus kembali mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan di daerah-daerah tempat virus corona menyebar dengan cepat, kata otoritas kesehatan Amerika Serikat, Selasa (27/7).

Dalam pengetatan atas pedoman yang dikeluarkan awal bulan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS juga merekomendasikan semua siswa, guru, dan staf di sekolah untuk taman kanak-kanak hingga kelas 12 memakai masker meskipun mereka telah divaksin.

Kasus virus corona AS telah meningkat karena varian Delta yang sangat menular. Varian yang muncul di India itu telah menyebar dengan cepat dan sekarang menyumbang lebih dari 80 persen kasus virus corona di AS.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa peningkatan vaksinasi dan pemakaian masker akan membantu Amerika Serikat menghindari penguncian pandemi serta penutupan tempat usaha dan sekolah seperti yang dialami negara itu pada 2020. "Kita tidak akan kembali ke situ," kata Biden.

CDC mengatakan bahwa 63,4 persen negara-negara bagian AS memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi untuk membenarkan penerapan aturan memakai masker dalam ruangan dan harus segera melanjutkan kebijakan tersebut. Manhattan, Los Angeles, dan San Francisco memenuhi kriteria penularan seperti halnya seluruh negara bagian Florida, tetapi Chicago dan Detroit tidak.

Ketua Federasi Guru Amerika Randi Weingarten dalam pernyataan memuji panduan baru CDC mengenai pemakaian masker. Ia menyebut panduan tersebut sebagai "tindakan pencegahan yang diperlukan sampai anak-anak di bawah 12 tahun dapat menerima vaksin COVID dan lebih banyak orang Amerika di atas 12 tahun mendapatkan vaksinasi."

Panduan CDC sebelumnya untuk sekolah hanya meminta siswa yang tidak divaksin untuk memakai masker.

Namun, rekomendasi CDC yang baru tidak mengikat. Banyak warga Amerika, terutama di negara-negara bagian yang condong ke Partai Republik, mungkin memilih untuk tidak mengikutinya. Setidaknya delapan negara bagian melarang sekolah mewajibkan masker.

Dr Isaac Weisfuse, seorang ahli epidemiologi medis di Cornell University Public Health, mengatakan perubahan itu dibenarkan tetapi yakin bahwa resistensi mungkin terjadi di antara beberapa orang. "Saya pikir, kita akan mendapat pukulan balik karena menurut saya orang mungkin melihatnya sebagai kemunduran," katanya.

Amerika Serikat memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian infeksi baru, terhitung satu dari setiap sembilan kasus yang dilaporkan di seluruh dunia muncul setiap hari. Rata-rata tujuh hari untuk kasus baru telah meningkat tajam dan mencapai 57.126, masih sekitar seperempat dari puncak pandemi.

Dua bulan lalu, ketika CDC mengumumkan bahwa orang yang sudah divaksin lengkap dapat melepas masker , COVID-19 sedang menurun. Vaksinasi telah melambat secara dramatis dan hanya 58 persen orang yang memenuhi syarat yang telah divaksin penuh.
 
Beberapa studi baru menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah divaksin dengan dosis lengkap dan membawa virus --seperti orang-orang yang belum divaksin-- kemungkinan bisa menularkan infeksi tersebut kepada orang lain, Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengatakan kepada wartawan pada pengarahan lewat telepon.
 
"Kami rasa penting bagi orang-orang untuk memahami bahwa mereka dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain," katanya.

Pada Senin (26/7), pemerintahan Biden mengonfirmasi tidak akan mencabut pembatasan perjalanan internasional yang ada, dengan alasan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan perkiraan bahwa kasus itu akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang menuju akhir darurat COVID di sebagian besar wilayah
Jumat, 24 September 2021 - 18:27 WIB
Situasi kasus COVID-19 Jepang membaik sehingga status darurat dapat segera dicabut di sebagian besar...
Kerajinan perhiasan Indonesia dipamerkan di Singapura
Jumat, 24 September 2021 - 16:48 WIB
Indonesia akan menampilkan kerajinan perhiasan khas Tanah Air dari beberapa provinsi dalam Singapore...
Presiden Brazil sebut PM Inggris minta perjanjian darurat impor makanan
Jumat, 24 September 2021 - 13:57 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro pada Kamis mengatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah m...
WHO anjurkan koktail antibodi COVID-19 bagi pasien berisiko tinggi
Jumat, 24 September 2021 - 11:15 WIB
Panel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat merekomendasikan penggunaan koktail antibodi COVID...
Produksi baja global anjlok pada Agustus, pertama kali dalam setahun
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Produksi baja global anjlok 1,4 persen tahun-ke-tahun pada Agustus, penurunan pertama dalam lebih da...
CDC AS dukung vaksin booster Pfizer, tapi bukan untuk nakes
Jumat, 24 September 2021 - 09:40 WIB
Panel penasihat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Kamis merek...
Usai berlibur warga Korsel diminta jalani tes COVID
Kamis, 23 September 2021 - 14:49 WIB
Otoritas Korea Selatan meminta warganya yang baru saja pulang dari liburan untuk menjalani tes COVID...
Emirates sudah angkut 7 juta dosis vaksin COVID-19 ke Indonesia
Kamis, 23 September 2021 - 14:26 WIB
Maskapai penerbangan Emirates mengatakan hingga saat ini Emirates SkyCargo telah mengirimkan lebih d...
Anggota DPR: Jangan cari solusi dengan kekerasan terkait LCS
Kamis, 23 September 2021 - 14:13 WIB
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menilai semua pihak jangan mencari solusi dengan menggunakan ke...
Indonesia menyeru G20 bantu atasi krisis kemanusiaan di Afghanistan
Kamis, 23 September 2021 - 13:02 WIB
Indonesia menyeru negara-negara G20 agar berkontribusi dalam upaya mengatasi krisis kemanusiaan yang...
Live Streaming Radio Network