Anak usia sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC
Elshinta
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:46 WIB |
Anak usia sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC
Arsip Foto. Anak-anak transmigran berjalan menuju ke sekolah mereka di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Siulak, Kerinci, Jambi, Rabu (26/8/2020). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj)

Elshinta.com - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengemukakan bahwa anak-anak usia sekolah termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular penyakit tuberkulosis (TBC).

Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis, bakteri yang bisa menyebar dan menular ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk.  ​​​​

Menurut siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Selasa pagi, usia sekolah merupakan usia di mana anak menempuh pendidikan di satuan pendidikan serta aktif mengenal lingkungan sekelilingnya, banyak interaksi dengan teman, guru, dan orang-orang di lingkungan sekolah.

Penularan tuberkulosis bisa terjadi saat anak-anak berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, sekolah sebagai salah satu tempat anak berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain berperan penting dalam upaya pencegahan penularan TBC.

Maxi mengatakan bahwa Pedoman Sekolah Peduli TBC sudah disusun dan bisa menjadi panduan dan standar program bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan pola upaya pencegahan penularan TBC.

Dalam Sosialisasi Pedoman Sekolah Peduli TBC secara virtual pada Senin (26/7), ia mengemukakan bahwa ujung tombak implementasi upaya pencegahan tuberkulosis di sekolah adalah pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pedoman Sekolah Peduli TBC antara lain mencakup upaya penyebarluasan informasi tentang penularan TBC serta upaya pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan penyakit tersebut.

Menurut data Global TBC Report 2020, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua sesudah India dengan perkiraan 845 ribu kasus TBC per tahun dan angka kematian akibat tuberkulosis setiap tahun sekitar 98 ribu atau setara dengan 11 kematian dalam satu jam.

Angka kasus kematian akibat COVID-19 dalam satu tahun sejak Maret 2020 menurut data Kementerian Kesehatan sebanyak 46 ribu kasus dan angka itu baru sekitar separuh dari angka kasus kematian akibat TBC pada periode yang sama.

Pada 2019 angka kasus TBC di Indonesia diperkirakan 142 ribu kasus dan sekitar 17 persen di antaranya merupakan kasus tuberkulosis pada anak.

Kendati demikian, kasus TBC anak yang ditemukan selama kurun itu hanya 63.113 kasus atau 62 persen dari 101.160 kasus tuberkulosis pada anak yang seharusnya ditemukan dan ditangani. Angka penemuan kasus itu masih di bawah target yang ditetapkan 75 persen.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
RSUD Balaraja tambah fasilitas kateterisasi jantung
Selasa, 21 September 2021 - 19:12 WIB
Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Tangerang RSUD Balaraja menambah ...
Pakar sarankan untuk gunakan jenis vaksin yang sama sebagai booster
Selasa, 21 September 2021 - 15:37 WIB
Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Anda...
Mengenal Alzheimer, gejala hingga faktor risiko
Selasa, 21 September 2021 - 12:03 WIB
Penyakit Alzheimer sering dikaitkan dengan demensia atau pikun, padahal kondisi dari dua masalah ini...
Kemenkes: Waspadai pelaku perjalanan dari negara perbatasan
Senin, 20 September 2021 - 16:25 WIB
Indonesia perlu mewaspadai kasus COVID-19 yang berpotensi dibawa oleh sejumlah pelaku perjalanan int...
Dokter RS PON anjurkan pemeriksaan berkala cegah pecah pembuluh otak
Kamis, 16 September 2021 - 14:42 WIB
Kepala Neurosurgeon Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Prof. DR. Dr. Mahar Mardjono, Jakarta,...
Dokter spesialis jiwa: Matikan TV dan HP agar anak konsentrasi belajar
Rabu, 15 September 2021 - 16:46 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa di Semen Padang Hospital Dr dr Amel Yanis, Sp.KJ (K) menyarankan or...
Cara mudah terhindar dari `sedentary lifestyle` agar tubuh tetap fit
Rabu, 15 September 2021 - 16:27 WIB
Salah satu gaya hidup yang jadi berbahaya di tengah pandemi COVID-19 adalah `sedentary lifestyle` at...
Iklan obat tradisional harus lengkap dan obyektif agar tak menyesatkan
Selasa, 14 September 2021 - 16:06 WIB
Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makana...
BPOM sebut herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
Selasa, 14 September 2021 - 14:16 WIB
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan M...
Armand Maulana ajak masyarakat untuk vaksinasi COVID-19
Selasa, 14 September 2021 - 11:25 WIB
Musisi Armand Maulana mengajak agar masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 di samping tetap menjaga...
Live Streaming Radio Network