Pemprov Jateng siapkan bansos untuk 133.555 orang terdampak PPKM
Elshinta
Senin, 26 Juli 2021 - 20:58 WIB |
Pemprov Jateng siapkan bansos untuk 133.555 orang terdampak PPKM
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan penyaluran bantuan sosial untuk membantu 133.555 orang yang terdiri atas pedagang pasar, pedagang kaki lima, dan pekerja informal lain, yang terdampak PPKM serta tidak masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

"Bansos atau jaring pengaman sosial yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jateng ini untuk yang tidak masuk DTKS (non-DTKS)," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo di Semarang, Senin (26/7).

Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan data-data penerima bantuan serta masih menunggu anggaran yang sedang disusun oleh BPKAD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Nanti kita 'crosscheck' (data, red.) dengan yang UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM, dan juga Disporapar. Kita 'overlay' (proses penyatuan data, red.) dengan data kita," ujarnya.

Proses selanjutnya, lanjut dia, data penerima tersebut akan diatensikan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sehingga penyalurannya akan dilakukan paling cepat Agustus 2021.

"Nanti penyalurannya lewat PT Pos. Jadi seperti BST (Bantuan Sosial Tunai), itu penerima kita beritahu, kemudian mereka mengambil di Kantor Pos," katanya.

Nilai bansos itu Rp200.000 per kepala keluarga per bulan selama dua bulan sehingga total yang diterima Rp400.000.

Dinas Sosial Jateng juga akan melakukan penyatuan data dengan kabupaten/kota supaya tidak terjadi tumpang tindih data penerima dan data keluarga penerima nanti akan berdasarkan "by name by address".

"Paling banyak (penerima, red.) ya di Kota Semarang, itu paling banyak. Yang penduduknya besar-besar, Banyumas, Cilacap," ujar Harso.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PPKM Bali Level 3, patroli prokes tetap intensif
Senin, 27 September 2021 - 20:22 WIB
Personel Kodim 1617/Jembrana, bersama dengan instansi terkait lainnya terus konsisten melakukan patr...
Lanal Banjarmasin gelar vaksinasi maritim bagi warga pesisir 
Senin, 27 September 2021 - 20:13 WIB
Sejauh ini, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin sudah melaksanakan segala usaha dan upayanya dalam ...
 2.302 peserta ikuti SKD CASN Kota Magelang di UNY
Senin, 27 September 2021 - 19:56 WIB
Sebanyak 2.302 orang peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar Calon Aparatur Sipil Negara (SKD CAS...
 24 orang mahasiswa asal Timor Leste ikuti vaksinasi berbasis kampus
Senin, 27 September 2021 - 18:37 WIB
Sebanyak 24 orang mahasiswa asal Timor Leste mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar pihak Univer...
Hutan Desa Bukit Bamba berpotensial sebagai hutan penelitian
Senin, 27 September 2021 - 16:59 WIB
Tim Survei Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) mengatakan hutan Desa Bukit Bamba di Kabupaten Pulang...
Alat pertanian berbasis panel Surya dari Tabanan raih juara 1 nasional
Senin, 27 September 2021 - 16:47 WIB
Alat pertanian multi fungsi berbasis panel Surya, yang merupakan karya dari I Gusti Ngurah Agung Put...
Erick Thohir berharap enam peserta #GirlsTakeover masuk beasiswa BUMN
Senin, 27 September 2021 - 15:38 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir berharap enam millenial peserta program #GirlsTakeover dapat dimasukkan ke...
DPRD: Gubernur Kepri uji coba hapus antigen sebagai syarat perjalanan
Senin, 27 September 2021 - 15:16 WIB
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin mendorong Gubernur Ansar Ahmad melakukan...
Pengamat: PON jadi momentum tepat dongkrak pariwisata Papua
Senin, 27 September 2021 - 13:55 WIB
Pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan penyelenggaraan Peka...
Tiga kecamatan di Ogan Komering Ulu menghadapi risiko tanah longsor
Senin, 27 September 2021 - 11:49 WIB
Bencana tanah longsor berisiko terjadi di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Pr...
Live Streaming Radio Network