Polres Lombok Tengah tangani kasus manipulasi surat keterangan PCR
Elshinta
Senin, 26 Juli 2021 - 18:55 WIB |
Polres Lombok Tengah tangani kasus manipulasi surat keterangan PCR
Kepala Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Hendra (tengah), menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus manipulasi surat keterangan hasil uji usap PCR Covid-19 di Markas Polres Lombok Tengah, NTB, Senin (26/7/2021). ANTARA/elshinta.com

Elshinta.com - Petugas Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menangani kasus sejumlah pelaku yang terlibat dalam dugaan manipulasi terhadap surat keterangan (suket) hasil uji usap PCR Covid-19.

Kepala Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Hendra, di Praya, NTB, Senin, mengatakan, kasus ini terungkap dari temuan Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram Wilayah Kerja Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, pada Jumat lalu (23/7).

"Dari pemeriksaan, petugas menemukan ada yang janggal dalam surat keterangan PCR salah seorang pelaku berinisial ARO," kata dia.

Surat keterangan hasil uji usap PCR milik perempuan yang berasal dari Banten itu tidak disertai stempel basah, melainkan hanya berbentuk surat salinan dari alat pemindai. Dugaan pemalsuan surat keterangan hasil uji usap PCR itu pun mengonfirmasi pihak yang mengeluarkan, yakni RS Univeristas Mataram. Hasilnya menyatakan surat keterangan perempuan berinisial ARO itu tidak terdaftar dalam sistem permohonan uji usap PCR.

Tindak lanjutnya, ARO kemudian ditahan di Markas Polres Lombok Tengah dan dia diinterogasi. Terungkap dua pelaku yang terlibat dalam penerbitan surat keterangan hasil uji usap PCR, yakni PEH, pria asal Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, dan MF, pria asal Karang Bedil, Mataram.

"PEH ini diduga sebagai penyalurnya dan MF ini diduga sebagai pembuat surat keterangan palsu," ucap dia.

Keduanya pun ditangkap dirumahnya masing-masing. Dari penangkapan MF turut disita barang bukti yang menguatkan dugaan pencetakan surat keterangan hasil uji usap PCR palsu itu.

"Satu unit komputer dan telepon seluler milik MF diamankan untuk pengembangan lebih lanjut," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjutnya, MF mengakui sudah pernah mencetak lima surat keterangan palsu dengan empat orang di antaranya berhasil menggunakan sebagai syarat administrasi keluar dari wilayah NTB. "Jadi pengakuannya ini masih akan terus kami kembangkan," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Azis Syamsuddin miliki kekayaan Rp100 miliar
Sabtu, 25 September 2021 - 14:16 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) yang baru diumumkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberanta...
Azis Syamsuddin diduga suap eks penyidik Stepanus Robin Rp3,1 miliar
Sabtu, 25 September 2021 - 06:45 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) memberikan suap k...
KPK umumkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka
Sabtu, 25 September 2021 - 06:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) sebagai tersa...
Golkar hargai proses hukum terkait kasus Azis Syamsuddin
Sabtu, 25 September 2021 - 00:01 WIB
Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Golkar Supriansa mengatakan fraksinya menghargai p...
Mahasiswa minta DLH Sukabumi tindak tegas pabrik cemari lingkungan
Jumat, 24 September 2021 - 23:45 WIB
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten...
Pelemparan narkotika dari luar tembok Lapas Semarang kembali terjadi
Jumat, 24 September 2021 - 22:45 WIB
Upaya penyelundupan narkotika dengan modus melempar dari luar tembok penjara kembali terjadi di Lapa...
Polsek Tebet ciduk penebar ranjau paku di Jalan MT Haryono
Jumat, 24 September 2021 - 18:48 WIB
Petugas Kepolisian Sektor Tebet Jakarta Selatan menangkap seorang pria dengan inisial BIP (43) didug...
Kapolda: 4 anak buah Ali Kalora masih bersenjata dan pegang bom
Jumat, 24 September 2021 - 17:14 WIB
Tim Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok Mujahidin In...
KPK amankan dokumen di Dinas PUPR-Disperindag Kabupaten Probolinggo
Jumat, 24 September 2021 - 16:58 WIB
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dari penggeledahan pada tiga lok...
Kuasa hukum sebut pemilik Bank Panin tak pernah lobi pejabat untuk turunkan pajak
Jumat, 24 September 2021 - 15:15 WIB
Kuasa hukum Bank Panin Samsul Huda menegaskan, pemilik perusahaan, Mu`min Ali Gunawan tidak pernah m...
Live Streaming Radio Network