A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessiongdhhhvobk3mujj4ika4auehsqk9olcfi): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

 PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Elshinta
Senin, 26 Juli 2021 - 17:06 WIB |
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Polisi Afghanistan mengamankan daerah setelah serangan bunuh diri di distrik Khan Abad, provinsi Kunduz, Jumat (24/6). Sebuah bom bunuh diri menewaskan enam orang dan melukai dua lainnya di sebuah kelompok polisi, ungkap Sayed Sawar, jubir kepolisian Kunduz. Korban jiwa terdiri dari polisi dan warga sipil. (FOTO ANTARA/REUTERS/Wahdat)

Elshinta.com - Hampir 2.400 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka pada Mei hingga Juni saat pertempuran antara kelompok Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan meningkat, angka tertinggi selama dua bulan sejak rekor dimulai pada 2019, demikian laporan PBB, Senin.

Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA) dalam sebuah laporan menyebutkan telah mendokumentasikan 5.183 korban sipil antara Januari-Juni, yang 1.659 di antaranya adalah korban tewas. Angka itu naik 47 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Jumlah tersebut menggarisbawahi situasi mengerikan bagi warga sipil Afghanistan ketika pertempuran sengit berlangsung pada Mei hingga Juni setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penarikan pasukan Amerika pada September. Pemulangan pasukan mengakhiri 20 tahun keberadaan militer asing di negara tersebut.

"Yang menjadi perhatian serius yakni peningkatan tajam jumlah warga sipil yang tewas dan terluka pada periode sejak 1 Mei, dengan korban sipil yang hampir sama banyaknya pada periode Mei-Juni seperti yang tercatat pada empat bulan sebelumnya," bunyi pernyataan UNAMA.

Bentrokan dahsyat di seluruh wilayah berlangsung dalam dua bulan terakhir saat kelompok Taliban meluncurkan ofensif besar-besaran, merebut distrik perdesaan, penyeberangan perbatasan dan ibu kota provinsi sekitar, sehingga memicu pasukan Afghanistan dan AS melakukan serangan udara untuk memukul mundur pemberontak.

Para perunding telah bertemu di Ibu Kota Doha, Qatar dalam beberapa pekan terakhir. Namun, para diplomat memperingatkan bahwa hanya ada sedikit kemajuan substantif yang dihasilkan sejak pembicaraan damai dimulai pada September.

"Saya meminta para pemimpin Taliban dan Afghanistan agar memperhatikan rentetan konflik yang sadis dan mengerikan serta imbasnya yang menghancurkan bagi warga sipil," kata Deborah Lyons, Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan. "Jumlah warga sipil Afghanistan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan tumbang dan lumpuh tahun ini jika kekerasan yang terus meningkat tak terbendung."

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sydney akan keluarkan buku panduan saat pembatasan COVID dilonggarkan
Senin, 27 September 2021 - 13:32 WIB
Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) akan mengeluarkan buku panduan pada Senin (27/9) untu...
Pasien COVID-19 ICU menyesal tidak divaksin tepat waktu
Senin, 27 September 2021 - 12:58 WIB
Pemilik toko roti yang kini terbaring di ruang ICU di Turki barat laut menyesal tidak disuntik vaksi...
Sekjen PBB serukan pemusnahan senjata nuklir
Senin, 27 September 2021 - 11:01 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang berbicara pada Hari Internasional untuk Penghapusan T...
Laporan: Bukti baru patahkan teori COVID berasal dari kebocoran lab
Sabtu, 25 September 2021 - 20:01 WIB
Sebuah studi baru memberikan bukti yang mematahkan teori COVID-19 bermula dari \"kebocoran laborator...
Usai liburan kasus harian COVID-19 di Korsel melonjak
Sabtu, 25 September 2021 - 17:46 WIB
 Kasus harian COVID Korea Selatan untuk pertama kalinya menembus angka 3.000 pada Sabtu saat waba...
Jajanan Nusantara jadi menu utama `AIIB Member Day`
Sabtu, 25 September 2021 - 16:57 WIB
Jajanan khas Nusantara menjadi menu utama dalam acara \"AIIB Member Day: One Day in Wonderful Indon...
Turki perkenalkan Karahantepe sebagai proyek warisan Neolitikum
Sabtu, 25 September 2021 - 14:24 WIB
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki bersama Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisa...
Myanmar tidak akan berpidato di Sidang Umum PBB
Sabtu, 25 September 2021 - 11:26 WIB
Tidak ada perwakilan dari Myanmar yang dijadwalkan berbicara pada Sidang Majelis Umum Perserikatan B...
Jepang menuju akhir darurat COVID di sebagian besar wilayah
Jumat, 24 September 2021 - 18:27 WIB
Situasi kasus COVID-19 Jepang membaik sehingga status darurat dapat segera dicabut di sebagian besar...
Kerajinan perhiasan Indonesia dipamerkan di Singapura
Jumat, 24 September 2021 - 16:48 WIB
Indonesia akan menampilkan kerajinan perhiasan khas Tanah Air dari beberapa provinsi dalam Singapore...
Live Streaming Radio Network