Polisi kerahkan 400 personel untuk jaga jalur Bundaran HI dan Goldok
Elshinta
Sabtu, 24 Juli 2021 - 16:42 WIB |
Polisi kerahkan 400 personel untuk jaga jalur Bundaran HI dan Goldok
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Polisi Karosekali di Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (24/7/2021). (ANTARA/Walda)

Elshinta.com - Polda Metro Jaya mengerahkan 400 personel untuk menjaga dan mengatur lalu lintas di wilayah Glodok Jakarta Barat dan Bundaran HI Jakarta Pusat saat aksi massa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Ya untuk dari lalu lintas kami siapkan 400 personel yang kami sebar di Bundaran Senayan sampai dengan Glodok jadi sampai juga dengan Tugu Tani," kata Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Karosekali saat ditemui di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu.

Polisi lalu lintas itu bertugas menutup beberapa jalur menuju Istana Kepresidenan guna mengantisipasi massa yang berunjuk rasa.

Menurut Karosekali, aksi demonstrasi yang direncanakan berjalan hari ini tidak boleh digelar lantaran Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk menekan kasus COVID-19.

"Kita masih pada massa PPKM. Jadi tidak boleh melaksanakan aksi atau berkerumun seperti itu," ujar Karosekali.

Selain menyebar petugas di sekitar Bundaran HI, polisi juga memperketat penjagaan di 100 pos penyekatan yang telah ditentukan.

Dengan pengetatan penjagaan itu, Karosekali yakin bisa menyeleksi masa yang mencoba masuk dan ikut aksi demonstrasi di Istana Negara.

"Betul sekali untuk titik penyekatan akan kami perketat apabila ada orang yang tidak berkepentingan atau hanya ingin jalan jalan akan kami putar balikkan," ungkap dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat terkait PPKM

"Kami mengimbau, tolong teman-teman, saudara-saudara kami yang mau melakukan kegiatan kerumunan itu menyampaikan pendapat sampaikan dengan bijak. Silakan datang perwakilan atau kita selesaikan dengan bijak juga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya.

Yusri juga mengatakan Polda Metro Jaya akan mengakomodir penyampaian pendapat pihak yang ingin menyampaikan pendapat sehingga tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19.

"Silakan kalau mau menyampaikan pendapat datang ke Polda Metro atau ke instansi terkait, akan kita terima secara bijak agar kita bisa hindari kerumunan, supaya jangan jadi klaster lagi," katanya.

Polda Metro memahami bahwa masyarakat sangat mengharapkan relaksasi kebijakan PPKM, namun jika masyarakat terus melanggar protokol kesehatan, seperti membuat kerumunan, yang akan berpotensi memicu lonjakan angka positif COVID-19, maka sulit bagi pemerintah untuk melakukan relaksasi PPKM.

"Bagaimana kita bisa relaksasi, kalau ada kegiatan kerumunan seperti ini lagi. Kasihan rumah sakit, kuburan, sudah penuh," tutur Yusri.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wagub DKI sebut tidak ada lagi antrean pasien COVID-19 di rumah sakit
Minggu, 19 September 2021 - 20:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini tidak ada antrean pasien COVID-19 d...
Pemkot Jaksel ajak warga pilah sampah saat `World Cleanup Day`
Minggu, 19 September 2021 - 07:45 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengajak warga untuk menggalakkan aksi memilah sampah dari rumah pad...
Sejumlah wilayah di Jakarta diguyur hujan pada siang dan malam hari
Minggu, 19 September 2021 - 06:01 WIB
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan di sejumlah wilayah DKI Jakarta di...
Wagub DKI: Satpol PP telusuri pelaku vandalisme instalasi seni sepatu
Minggu, 19 September 2021 - 00:01 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta sedang menelusuri pelaku vandalisme di...
Setu Babakan belum buka layanan untuk pengunjung
Sabtu, 18 September 2021 - 20:59 WIB
Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan, belum membuka layanan unt...
Kasus dugaan korupsi di Damkar Kota Depok masuk tahap penyidikan 
Sabtu, 18 September 2021 - 20:07 WIB
Dua dugaan tindak korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok masih terus berlanjut di Ke...
Vaksinasi Covid-19 sasar daerah pelosok di Kabupaten Tangerang
Sabtu, 18 September 2021 - 19:37 WIB
Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan herd immunity dalam pencegahan penularan Covid-19. Seperti...
Polisi bongkar sindikat prostitusi online di Kabupaten Tangerang
Sabtu, 18 September 2021 - 18:34 WIB
Satuan Unit Reskrim Polsek Cisoka, Polresta Tangerang, Polda Banten membongkar sindikat prostitusi o...
Kajari: Kasus korupsi Disdik Kota Depok masuk tahap penuntutan 
Sabtu, 18 September 2021 - 17:36 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok Sri Kuncoro memastikan, kasus korupsi dengan kerugian n...
Pemkot Depok bantu uang warga miskin dengan Kartu Depok Sejahtera
Sabtu, 18 September 2021 - 17:15 WIB
Pemkot Depok meluncurkan dua jenis Kartu Depok Sejahtera (KDS) berupa kartu akses uang bantuan sosia...
Live Streaming Radio Network