Luhut: Kasus COVID-19 di DKI-Jateng-Jatim mulai turun
Elshinta
Sabtu, 24 Juli 2021 - 09:10 WIB |
Luhut: Kasus COVID-19 di DKI-Jateng-Jatim mulai turun
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual mengenai perkembangan PPKM, Rabu (21/7/2021) ANTARA/Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI/pri.

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ​​​​​menyebut terjadi tren penurunan kasus COVID-19 yang signifikan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Saya minta pada teman-teman sekalian, meskipun ada penurunan dibandingkan dengan minggu pertama penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), tren penurunan mobilitas dan aktivitas tetap harus dipertahankan," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan tren penurunan kasus itu terjadi sejak minggu pertama PPKM.

Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali itu, mengungkapkan upaya mempertahankan penurunan mobilitas dan aktivitas akan mendorong penurunan kasus. Hal tersebut didasari pada variabel laju transmisi kasus, respons kesehatan, dan kondisi sosiologis masyarakat.

Oleh karena itu, dia meminta semua kepala daerah di wilayah Jawa dan Bali untuk terus memperketat dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan.

Ia memaparkan tren penurunan indeks komposit yang signifikan pada wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ia mengklaim sebagian besar wilayah telah melewati puncak kasus dan mulai mengarah ke penurunan.

Namun ia mengkhawatirkan tingginya angka kematian yang masih harus diwaspadai.

"Terkait Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, saya minta buatkan laporan khusus penyebab tingginya angka kematian, berikan juga usulan upaya untuk menurunkan angka kematian tersebut," katanya.

Pasien isoman
Selain pelaksanaan PPKM, Luhut juga menyoroti penanganan pasien yang melakukan isolasi mandiri yang perlu lebih mendapatkan perhatian.

"Saya kira penanganan pasien yang isolasi mandiri itu perlu diperhatikan, karena pada umumnya yang dibawa ke rumah sakit itu sudah pada level yang parah," katanya.

Merespons hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan berdasarkan laporan yang diperolehnya melalui kontak telepon dengan beberapa dokter perawat pasien COVID-19, pasien yang dibawa ke rumah sakit memang umumnya sudah dalam kondisi parah.

"Pasien yang tidak tertolong itu umumnya masuk RS sudah terlambat, saturasi oksigennya hanya 70 atau 80," katanya.

Padahal, masa inkubasi dan masa sakit penderita COVID-19 varian Delta relatif cepat.

Terkait dengan hal ini, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk melengkapi fasilitas oximeter.

"Jadi kalau saturasinya masih di atas 94 itu masih aman untuk melakukan isoman di rumah dengan catatan tidak bergejala. Tetapi kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94 harus segera dirawat di lokasi isoter (isolasi terpadu) atau RS yang memiliki fasilitas alkes dan nakes," katanya.

Terkait dengan pasien isoman, Luhut memerintahkan Panglima TNI untuk mengoordinasikan kegiatan pengetesan dan penelusuran kasus yang akan dimulai pada Senin (26/7) di tujuh wilayah aglomerasi se-Jawa dan Bali.

Targetnya, minimal pengetesan dan pelacakan dilakukan kepada delapan kontak erat per pasien yang dicapai dalam dua minggu ke depan.

"Kalau bisa, TNI segerakan proses 'testing' (pengetesan), agar kita bisa membawa penderita ketika saturasi masih di atas 80 sehingga mereka masih bisa tertolong," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ridwan Kamil apresiasi penanganan Covid-19 di Kota Bandung
Sabtu, 25 September 2021 - 19:08 WIB
Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil menilai pengendalian Covid-19 Kota Bandung sangat luar biasa. P...
Satgas Yonif RK 751/VJS bersama alumni Akabri 98 gelar `Serbuan Vaksinasi`
Sabtu, 25 September 2021 - 18:10 WIB
Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS bersama Alumni Akabri 98 yang diwakili oleh Letkol Lek Adi Akhyard...
Peringati hari jadi Kota Bandung, Pemkot ajak warga tuntaskan pandemi
Sabtu, 25 September 2021 - 17:11 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada 25 September 2021 ini memperingati ke-211 tahun Hari Jadi Kota...
Polres Lhokseumawi-IDI komitmen percepat vaksinasi Covid-19
Sabtu, 25 September 2021 - 16:13 WIB
Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menggelar rapat kordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI...
 Alumni Akmil dan Akpol 2002 resmikan Tugu Pandawa Sakti Cekdim Kodim 0103/Aceh Utara
Sabtu, 25 September 2021 - 15:56 WIB
Dandim 0103/Aceh Utara jebolan Alumni Akademi Militer (Akmil) Tahun 2002 Letkol Arm Oke Kistiyanto m...
Pemerintah ingatkan pembuat konten digital daftarkan hak intelektual
Sabtu, 25 September 2021 - 15:24 WIB
Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, Daulat Pandapo...
AS akan tambah donasi vaksin COVID-19 untuk Indonesia
Sabtu, 25 September 2021 - 14:48 WIB
Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk menyumbangkan 800.000 dosis vaksin COVID-19 tambahan un...
Sinergitas BNN-PWI Kota Depok sukseskan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba
Sabtu, 25 September 2021 - 13:48 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota depok gelar lokakarya bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)...
Sinergi potensi masyarakat kekuatan besar selamatkan masa depan anak terdampak pandemi  
Sabtu, 25 September 2021 - 13:36 WIB
Anak- anak terdampak pandemi Covid-19 -yang kini berstatus yatim maupun yatim piatu—perlu mendapat...
Pemkot Magelang beri pendampingan bagi anak-anak korban Covid-19
Sabtu, 25 September 2021 - 13:15 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyalurkan bantuan yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (...
Live Streaming Radio Network