Vitamin penting untuk rawat anak positif COVID-19 saat isoman
Elshinta
Minggu, 18 Juli 2021 - 23:15 WIB |
Vitamin penting untuk rawat anak positif COVID-19 saat isoman
Ilustrasi orang tua memberikan makanan sehat untuk tingkatkan nafsu makan anak. (Pexels/Alex Greens)

Elshinta.com - Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis sekaligus anggota Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Dr. Anggraini Alam, Sp.A(K), mengatakan orang tua cukup memberikan asupan vitamin kepada anak yang terpapar COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Untuk isoman, cukup diberikan vitamin saja," kata Dr. Anggraini dalam bincang daring bersama IDAI, Minggu.

Ada pun suplemen yang bisa diberikan kepada anak yang bergejala ringan maupun tidak bergejala COVID-19 adalah vitamin C, vitamin D, dan mineral seperti zinc.

"Sebenarnya, suplemen itu bisa didapat anak dari makanannya. Untuk vitamin D, bisa didapatkan melalui protein seperti telur, ikan, dan keju. Untuk vitamin C ada di sayur-sayuranan dan buah-buahan. Sementara zinc juga ada di makanan kita (contoh: produk hewani dan kacang-kacangan). Vitamin D juga bisa didapatkan ketika berjemur di bawah sinar matahari," jelas Dr. Anggraini.

Lebih lanjut, ia mengatakan orang tua yang menjalani isoman dengan anak bisa memberikan obat pelengkap jika ada gejala yang mengikuti. Misalnya, jika ada gejala demam, orang tua bisa memberikan obat penurun demam, pun dengan gejala batuk dan pilek juga bisa diberikan obat yang sesuai.

Selain suplemen vitamin dan obat-obatan, Dr. Anggraini mengatakan bahwa memonitor perkembangan anak juga tidak kalah penting saat menjalankan isoman bersama. Orang tua perlu memiliki termometer untuk mengukur suhu dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen anak secara rutin, terutama di pekan awal positif COVID-19.

"(Monitoring) Harus sebaik dan sesering mungkin. Selain itu, buat komunikasi yang baik dengan dokter terkait, dan terapkan kebersihan dan 5M kepada anak. Jika tidak ada gejala sistemik, mandi yang bersih, cuci hidung dan mulut, itu bagian yang bisa memperbaiki secara keseluruhan kebersihan anak. Tak lupa, orang tua juga harus menjadi teman untuk anak," ujarnya.

Meski berat untuk mendampingi dan merawat anak saat melakukan isoman, Dr. Anggraini mengingatkan orang tua untuk tetap tenang.

"Dengan ketenangan dan bimbingan orang tua untuk sama-sama buat anak disiplin 5M, tentu itu bisa membuat suatu pikiran yang menggembirakan dan suasana positif kepada anak. Walaupun di masa isolasi, membiasakan kondisi cek saturasi dan suhu, jangan dibuat menjadi suatu kepanikan," jelas Dr. Anggraini.

Ada pun ia mengatakan bahwa persentase gejala ringan dan berat COVID-19 bagi anak-anak adalah 80:20, sehingga diharapkan dengan penanganan yang tepat, anak bisa lekas pulih dari virus ini.

Dr. Anggraini kemudian berpesan kepada orang tua untuk rajin berkonsultasi dengan kerabat dan dokter anak ketika sedang menjalani isoman bersama. Orang tua juga diimbau untuk memonitor kesehatan anak dengan panduan dan diari isoman dari IDAI yang bisa diakses dan diunduh di laman web resminya.

"Isoman ini memang tricky karena isoman yang terjadi sekarang dikarenakan rumah sakit yang penuh. Kriteria untuk yang isoman adalah bagi yang asimptomatik atau bergejala ringan. Semua perlu kehati-hatian dan konsultasi," kata Dr. Anggraini.

"COVID ini mengajarkan kita untuk berkonsultasi dan berkomunikasi bersama walaupun berjauhan. Intinya adalah komunikasi, positive thinking bahwa orang tua bisa mengelola anaknya selama isoman dan tahu kapan harus segera ke rumah sakit, dan jangan lupa untuk sering komunikasi ke dokter anak," pungkasnya.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hal yang bisa dilakukan untuk menolong penderita henti jantung
Sabtu, 25 September 2021 - 14:36 WIB
Tak perlu panik jika melihat orang yang tiba-tiba tak sadarkan diri akibat henti jantung, karena ora...
Gigi berlubang pengaruhi kesehatan jantung
Kamis, 23 September 2021 - 23:05 WIB
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. dr. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (k)., MM mengatak...
Periksa sperma tindakan pertama untuk kasus gangguan kesuburan
Kamis, 23 September 2021 - 21:53 WIB
Pemeriksaan sperma merupakan tindakan pertama yang perlu dilakukan sebelum pengecekan pada perempuan...
Mendengarkan musik bisa jaga kesehatan otak
Kamis, 23 September 2021 - 21:29 WIB
Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Universitas Airlangga, Dr. dr. Rita Vivera Pan...
Akupuntur bermanfaat dalam program bayi tabung
Kamis, 23 September 2021 - 17:05 WIB
Akupuntur terbukti menurunkan stres pasangan yang sedang ikut bayi tabung, ungkap Guru Besar Fakulta...
BPOM tak anjurkan SKM diseduh sebagai minuman susu
Kamis, 23 September 2021 - 15:57 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui situs resminya mengumumkan bahwa susu kental manis (S...
Kemenkes: Kematian bayi di Indonesia 84 persen akibat lahir prematur
Kamis, 23 September 2021 - 15:35 WIB
Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Erna Mulati mengatakan sebesar 84 pe...
Empat mitos tentang madu asli
Rabu, 22 September 2021 - 09:05 WIB
Produk perlebahan termasuk madu menjadi salah satu yang banyak dicari selama pandemi seiring dengan ...
RSUD Balaraja tambah fasilitas kateterisasi jantung
Selasa, 21 September 2021 - 19:12 WIB
Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Tangerang RSUD Balaraja menambah ...
Pakar sarankan untuk gunakan jenis vaksin yang sama sebagai booster
Selasa, 21 September 2021 - 15:37 WIB
Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Anda...
Live Streaming Radio Network