Twitter jelaskan proses verifikasi `centang biru`
Elshinta
Jumat, 09 Juli 2021 - 11:22 WIB |
Twitter jelaskan proses verifikasi `centang biru`
Ilustrasi - Orang yang memegang iPhone Apple baru dengan logo Twitter di layar.

Elshinta.com - Twitter belum lama ini meluncurkan kembali proses verifikasi "centang biru" dengan seperangkat aturan dan pedoman baru yang lebih sesuai untuk tahun 2021.

Namun segera setelah proses dimulai, banyak pengguna, termasuk jurnalis, mengeluh tidak mendapatkan verifikasi "centang biru"meskipun memenuhi semua kriteria.

Twitter pada Rabu (7/7) menyelenggarakan Space untuk menjawab beberapa pertanyaan paling umum terkait verifikasi. Di Ruang Space, tim verifikasi Twitter yang terdiri dari B Byrne, Ryan Collado dan Sarah Husain hadir untuk menjawab pertanyaan terkait verifikasi di Twitter.

Dalam kesempatan itu, Byrne menjelaskan penyebab ditolaknya pengajuan verifikasi "centang biru" oleh pengguna, khususnya jurnalis.

"Banyak jurnalis ditolak dalam aplikasi verifikasi mereka karena masalah teknis atau masalah kecil dengan aplikasi mereka, bukan karena mereka tidak terkenal," ujar Byrne.

"Dalam kebijakan tersebut, kami mengharuskan jurnalis menautkan (organisasi) penerbitan tempat mereka menulis (berita) di bio mereka, dan banyak jurnalis tidak memilikinya di bio mereka dan itu menghasilkan penolakan," tambah dia.

Selain itu, kata Byrne, penting juga bagi seorang jurnalis untuk memastikan bahwa organisasi penerbitan yang mereka tulis telah diverifikasi di Twitter.

Jika jurnalis lepas, mereka dapat membagikan tautan dari organisasi penerbitan yang terverifikasi. Tetapi jika outlet berita tidak terkenal, Twitter tidak akan memverifikasi jurnalis yang bekerja untuk organisasi itu.

"Tetapi jika outlet itu sendiri tidak terkenal, maka kami tidak menganggap jurnalis yang menulis untuk mereka terkenal," kata Byrne.

Sementara itu, Tim Kebijakan Twitter Sarah Husain mengatakan verifikasi Twitter tidak bergantung pada jumlah pengikut.

"Kami fokus pada akun yang aktif, otentik, dan terkenal. Jumlah pengikut benar-benar hanya satu bagian dari persamaan yang kami faktorkan di bawah kriteria penting. Itu tidak pernah menjadi alasan bagi seseorang untuk diverifikasi, tetapi hanya salah satu cara," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Byrne menambahkan bahwa bahwa akun "centang biru" tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam hal promosi konten atau semacamnya. Mereka juga bertanggung jawab pada aturan yang sama seperti setiap akun lainnya.

"Tidak ada yang istimewa dalam hal pengecualian dari aturan. Verifikasi hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan kami untuk membantu orang memahami dengan siapa mereka berinteraksi di Twitter. Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi hak istimewa," ucap dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
`Spanduk`, inovasi Pemkab Langkat untuk melayani masyarakat
Sabtu, 25 September 2021 - 12:48 WIB
Jajaran Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan inovasi `Spanduk` guna memaksimalkan pelayanan bagi m...
 Pemkab Langkat siapkan aplikasi bagi para pencari kerja
Sabtu, 25 September 2021 - 10:36 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indra Salahudin menghadiri Launching `Buk Sisi`...
Aplikasi PeduliLindungi jadi bagian dari proteksi diri
Kamis, 09 September 2021 - 11:11 WIB
Sejak tanggal 13 April 2020 lalu, pascatemuan virus corona tipe SARS-CoV-2 masuk Indonesia, pemerin...
ID-IGF beri rekomendasi penyempurnaan aplikasi PeduliLindungi
Kamis, 09 September 2021 - 10:59 WIB
Forum Tata Kelola Internet Indonesia (Indonesia Internet Governance Forum/ID-IGF) memberikan sejumla...
Twitter uji coba fitur Komunitas mirip Grup Facebook
Kamis, 09 September 2021 - 09:27 WIB
Twitter menguji coba fitur komunitas secara global yang mirip dengan Grup Facebook, di mana pengguna...
Kebocoran data pribadi gegara peladen aplikasi lama tak di-`takedown`
Kamis, 02 September 2021 - 11:14 WIB
Kebocoran data pribadi masyarakat kembali menjadi perbincangan publik di Tanah Air. Kabar kali ini a...
Twitter uji coba mode keamanan, konten kasar akan diblokir
Kamis, 02 September 2021 - 10:57 WIB
Twitter pada Rabu waktu setempat (1/9) selama tujuh hari ini tengah menguji coba fitur mode keamanan...
Instagram akan wajibkan konfirmasi tanggal ulang tahun demi keamanan
Selasa, 31 Agustus 2021 - 10:37 WIB
Instagram akan mewajibkan pengguna untuk mengonfirmasi tanggal ulang tahun mereka sebagai bagian dar...
WhatsApp punya chatbot resmi Olimpiade Tokyo
Senin, 26 Juli 2021 - 13:26 WIB
WhatsApp merilis chatbot resmi Olimpiade Tokyo untuk mengecek jadwal pertandingan sampai kuis seputa...
Peluncuran aplikasi tertunda, Hyppe terus matangkan fitur
Selasa, 13 Juli 2021 - 10:30 WIB
Peluncuran aplikasi media sosial Hyppe tertunda karena pandemi COVID-19 dan pembatasan yang diterapk...
Live Streaming Radio Network