Pemprov Kalsel dukung teh daun kelor jadi komoditas ekspor
Elshinta
Selasa, 06 Juli 2021 - 07:15 WIB |
Pemprov Kalsel dukung teh daun kelor jadi komoditas ekspor
Heni, warga Dandan Jaya sedang membungkus teh daun kelor. Antaranews Kalsel/Latif Thohir

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mendukung pengembangan industri teh daun kelor menjadi potensi andalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar menembus pasar nasional, bahkan bisa menjadi produk ekspor ke berbagai negara lain.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pemprov Kalsel Gustava Yandi, di Banjarmasin, Senin, mengatakan saat ini industri dengan bahan baku daun kelor, di antaranya teh daun kelor mulai berkembang di Kalsel.

Potensi dan peluang pasar yang cukup besar, membuat industri teh daun kelor dan lainnya berkembang cukup pesat, sehingga tidak menutup kemungkinan industri ini akan menjadi salah satu industri potensial Kalsel untuk dikembangkan.

"Kami belum melakukan pendataan secara pasti terkait jumlah industri ini, tetapi karena potensi dan pasarnya cukup bagus, akhirnya beberapa industri sejenis mulai bermunculan di daerah ini," katanya.

Potensi yang cukup besar ini, kata dia, membuat industri teh daun kelor akan menjadi salah satu potensi yang bakal dikembangkan, bersama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalsel dan BNI Kalsel.

Rencananya, industri ini akan masuk dalam inkubator ULM, untuk meningkatkan kualitas, baik itu kemasan, ragam varian dan lainnya, untuk bisa diperbaiki dan layak dijual di pasar modern bahkan bisa ekspor.

"Melalui jaringan BNI yang juga memiliki cabang di beberapa negara, sangat mungkin produk UMKM Kalsel bisa dikirim ke berbagai negara, karena banyak warga Indonesia yang tersebar di berbagai negara tersebut," katanya pula.

Salah seorang perajin teh daun kelor, Heni warga Desa Dandajaya, Kabupaten Barito Kuala mengatakan, kini dia telah menanam sekitar 2 ribu pohon kelor dan bisa dipanen untuk dijual daunnya maupun diproduksi untuk teh.

Berkat produksi daun teh kelor tersebut, dia mampu menambah pendapatan keluarganya tidak kurang dari Rp4 juta per bulan.
"Khusus teh daun kelor, saya bisa memproduksi hingga 400 bungkus dengan harga Rp10 ribu per bungkus, jumlah tersebut belum termasuk hasil penjualan daun kelor segar, yang setiap dua hari sekali bisa dipanen dan dijual ke pasar," katanya.

Daun kelor kini semakin banyak dicari, karena banyaknya manfaat untuk menjaga stamina tumbuh serta menyembuhkan berbagai penyakit.

Selain daun kelor, Kalsel telah berhasil mengekspor daun gelinggang, dan kerajinan lainnya, seperti kopiah jangang, yaitu kopiah yang dibuat dari akar pohon hutan.

Kopiah Jangang asal produksi perajin dari Kabupaten Tapin tersebut, kini banyak dikirim ke Malaysia dan Arab Saudi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Depok fasilitasi pemasaran produk kerajinan ke Eropa
Rabu, 15 September 2021 - 10:25 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat memfasilitasi pemasaran produk kerajinan (craft) dari 13 p...
Program Rumah BUMN dinilai dapat lahirkan UMKM `go global`
Jumat, 10 September 2021 - 21:39 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai program Rumah BUMN dapat melahirkan UMKM yang ma...
 Tiga tahun Ganjar-Yasin mengabdi Jateng, fokus genjot digitalisasi UMKM
Senin, 06 September 2021 - 14:58 WIB
Pemprov Jawa Tengah melakukan ikhtiar digitalisasi UMKM, di tengah turbulensi ekonomi akibat pandemi...
Bupati Pamekasan: Sebagian produk UMKM tembus pasar internasional
Kamis, 02 September 2021 - 23:15 WIB
Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam menyatakan, sebagian produk usaha mikro, kecil dan meneng...
Kemenperin fasilitasi sertifikat standar bagi IKM untuk izin usaha
Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:35 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sertifikat standar bagi industri kecil dan mene...
Dukung Gernas BBI Pelangi Sulawesi, BNI kurasi dan digitalisasi UMKM
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 15:15 WIB
Bank Negara Indonesia (BNI) turut ambil bagian dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang d...
Kemendag ajak pelaku UMKM tingkatkan daya saing lewat kemasan
Selasa, 24 Agustus 2021 - 23:59 WIB
Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML) Kementerian Perdagangan Regional IV Kabupaten Gowa, Sulaw...
Pemkot Tasikmalaya dorong UMKM manfaatkan e-commerce di tengah pandemi
Minggu, 15 Agustus 2021 - 21:41 WIB
Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat merealisasikan program pelatihan pemanfaatan pasar digital u...
LPEI dukung pelaku usaha minyak atsiri perluas pasar ekspor
Jumat, 06 Agustus 2021 - 22:34 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha minyak ats...
Dekranasda Metro Lampung bantu pasarkan hasil UMKM
Selasa, 03 Agustus 2021 - 22:30 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro, Lampung mendorong perajin dan UMKM yang ada...
Live Streaming Radio Network