Indonesia butuh `benteng`, Nurfaizi tawarkan `The Greatwall Interception` untuk Pancasila
Elshinta
Kamis, 01 Juli 2021 - 14:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Indonesia butuh `benteng`, Nurfaizi tawarkan `The Greatwall Interception` untuk Pancasila
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Mantan Kabareskrim Polri dan Dubes RI Untuk Mesir, Komjen (Purn) Nurfaizi Suwandi menyebut Indonesia membutuhkan semacam 'benteng' guna menangkal paparan ideologi asing selain Pancasila.

Dia menawarkan konsep The Greatwall Interception of Indonesia. Konsep keamanan berbasis teknologi informasi ini, menurut dia, berperan sebagai tembok yang dapat membentengi rakyat Indonesia dari pengaruh luar. 

“Jadi konsep The Greatwall Interception of Indonesia adalah tembok yang membentengi Indonesia dari pengaruh luar maupun ke dalam,” kata Nurfaizi dalam diskusi bertajuk 'Pancasila dalam Tindakan: Membangun Ekosistem Keamanan Nasional Mewujudkan Indonesia Tangguh' yang diselenggarakan oleh Strategi Institute, Rabu (30/6).

Selain Nurfaizi, pembicara lain dalam diskusi ini adalah akademisi Unpad sekaligus pengamat keamanan dan pertahanan Prof Muradi, Sekretaris Dewan Nasional SETARA  Romo Benny Susetyo, dan pengamat politik Boni Hargens.

Jika konsep itu diterima, Nurfaizi berpendapat pemerintah perlu membuat suatu undang-undang (UU) yang dapat membentengi serta mengakomodasi beragam tantangan dalam program sosialisasi nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, UU yang ada saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Prof Muradi mengakui menyatakan bahwa sistem integritas keamanan nasional belum sempurna. Sebab, ada beberapa contoh kasus yang perlu di-clear-kan seperti pencurian database kependudukan di Indonesia serta sanksi terhadap pelaku yang memperjualbelikan data tersebut. "Masalah ini dan masalah krusial lain seperti pencurian rahasia negara perlu dilindungi dalam satu payung besar Undang Undang Keamanan Nasional," ujarnya.

“Harus clear di antara aktor keamanan, tata kelola harus diperjelas. Begitu juga sarana dan prasarana” lanjut Aktivis 98 ini.

Melihat pentingnya ekosistem  keamanan, Muradi menilai bahwa kuncinya berada di tangan tiga pihak yang menjadi aktor, yakni intelijen, polisi, serta militer.

Para aktor penjaga keamanan ini, menurut Muradi, harus senantiasa aktif dalam usaha membuat ekosistem yang terintegrasi baik demi menjaga keamanan nasional. "Jika ketiga komponen keamanan  tersebut sudah bersinergi baik, niscaya kita hanya tinggal merasakan manfaat dari ekosistem tersebut," urai Muradi.

Lips Service

Sedangkan Romo Benny menyororoti masih mencuatnya persoalan mengenai ideologi di era digital saat ini.

Menurut dia, banyak yang jatuh pada hoaks yang viral, sehingga energi habis untuk merespons suatu isu. "Sudah seharusnya kita harus bergerak maju dan meninggalkan konflik” ujar Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP ini.

Romo  Benny juga mengatakan, jika Pancasila sudah final, maka sudah waktunya diaktualisasikan tindakan dan kebijakan. Sebab selama ini Pancasila hanya merupakan lips service dan berhenti pada jargon semata.


Fusi Kelompok Teroris

Sedangkan pengamat politik Boni Hargens memprediksi potensi ancaman untuk ketahanan nasional di masa mendatang yakni tindak pidana terorisme. 

Boni meyakini akan terjadi fusi antara kelompok-kelompok teroris konvensional dengan kelompok-kelompok radikal.

"Yang kemungkinan muncul ke depan, saya petakan, satu kemungkinan fusi atau terjadi penyatuan antara kelompok teroris konvensional dengan kelompok-kelompok radikal yang makin militan merespons hubungan mereka terhadap negara saat ini," ujar Boni.

"Jadi peningkatan militansi akan membuat mereka menjelma menjadi bagian dari pendukung teroris dan bahkan menjadi teroris aktif," sambung Boni.

Selain itu, Boni juga memprediksi akan lahir generasi kedua di kalangan radikal yang memang lebih mengarah pada tindak pidana terorisme.

"Ini nanti bisa muncul satu generasi kedua di kalangan kelompok radikal, yaitu mereka melampaui radikalisme, lebih mengarah ke terorisme," kata Boni.

Menurut Boni, hal semacam ini akan tetap terjadi bila negara masih kesulitan melakukan deradikalisasi.

"Ini yang saya sendiri duga akan terjadi ke depan kalau negara masih kesulitan melakukan proyek deradikalisasi," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas TNI patroli simpatik bagikan pakaian untuk warga perbatasan
Rabu, 15 September 2021 - 08:27 WIB
Personel TNI Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Yetti melaksanakan patroli simpatik dengan melaksanakan...
 Kastaf Subkogartab 0618/Kota Bandung bagikan 250 paket sembako
Selasa, 14 September 2021 - 15:36 WIB
Dalam rangka menyambut HUT Ke-76 TNI, Komando Garnisun  Tetap (Kogartap) II/Bandung menggelar kegi...
 RDP dengan DPR RI, Bakamla beberkan roadmap penguatan
Selasa, 14 September 2021 - 11:36 WIB
Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksda TNI S. Irawan, menghadiri Rapat Dengar Pend...
Didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Menkopolhukam cek kesiapan PON XX
Minggu, 12 September 2021 - 17:27 WIB
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mendampingi kunjungan kerja Menko...
Peduli sesama, Kodam XVII/Cenderawasih terus gencarkan Serbuan Vaksinasi
Minggu, 12 September 2021 - 17:05 WIB
Kodam XVII/Cenderawasih gelar serbuan Vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah.
 Penyekatan di perbatasan untuk sisir warga yang belum vaksin
Minggu, 12 September 2021 - 16:37 WIB
Penyekatan di Tugu Ireng Kecamatan Salam Kperbatasan Magelang Jateng yang berbatasan dengan Sleman D...
Peringati HUT ke 76, TNI AL ingin terus berbuat untuk negara
Minggu, 12 September 2021 - 15:45 WIB
TNI Angkatan Laut (AL) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-76, yang dilaksanakan di Pangkalan Ang...
TNI bagikan bantuan bahan pangan ke warga perbatasan RI-Timor Leste
Minggu, 12 September 2021 - 13:25 WIB
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste membagikan bantu...
Penangkapan Abu Rusydan bisa memicu aksi balasan JI
Minggu, 12 September 2021 - 12:38 WIB
Densus 88 Polri menangkap Thoriqudin alias Abu Rusydan di Bekasi, Jumat (10/9) lalu. Abu Rusydan ada...
Satgas TNI bagikan pakaian untuk warga di perbatasan RI-PNG
Minggu, 12 September 2021 - 07:49 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista berkunjung dan membagikan pakaian lay...
Live Streaming Radio Network