Triwulan I 2021, Kredit UMKM di Jambi capai Rp15,27 triliun
Elshinta
Senin, 28 Juni 2021 - 21:04 WIB |
Triwulan I 2021, Kredit UMKM di Jambi capai Rp15,27 triliun
Seorang petugas penjualan produk madu produk UMKM di Provinsi Jambi . (ANTARA/Tuyani)

Elshinta.com - Kredit UMKM Jambi tercatat mencapai Rp15,27 triliun mengalami perbaikan dibandingkan triwulan IV 2020 lalu, kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution di Jambi, Senin.

Penyaluran kredit UMKM pada triwulan I 2021 ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,13 persen (yoy) lebih baik jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,70 persen (yoy).

Sementara itu menurut jenis penggunaannya, kredit UMKM mayoritas digunakan untuk mendukung kegiatan operasional berupa modal kerja sebesar Rp9,48 triliun dengan pangsa 62,09 persen terhadap total kredit UMKM dan sisanya digunakan untuk keperluan investasi sebesar Rp5,78 triliun dengan pangsa 37,91 persen terhadap total kredit UMKM .

"Distribusi penggunaan kredit tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Provinsi Jambi masih mengandalkan kredit untuk menjaga perputaran usaha. Sebaliknya rencana pengembangan usaha atau ekspansi bisnis relatif masih rendah," jelasnya pada laporan perekonomian Provinsi Jambi.

Secara nominal kredit UMKM untuk modal kerja tumbuh 2,96 persen (yoy), sementara kredit investasi terkontraksi 1,72 persen (yoy). Secara sektoral pada triwulan I 2021 kredit UMKM sebagian besar disalurkan untuk sektor perdagangan dengan pangsa 44,70 persen dan sektor pertanian dengan pangsa 38,61 persen.

Kondisi tersebut sejalan dengan struktur UMKM di Provinsi Jambi yang mayoritas berada di sektor perdagangan besar dan eceran.

Kredit UMKM sektor perdagangan pada triwulan I 2021 sebesar Rp6,82 triliun didominasi oleh kredit subsektor perdagangan eceran berbagai macam barang yang didominasi subsektor makanan, minuman dan tembakau sebesar Rp1,16 triliun, sub sektor perdagangan kelapa dan kelapa sawit sebesar Rp540 miliar, subsektor hotel bintang sebesar Rp460 miliar.

Sementara, kredit UMKM sektor pertanian pada triwulan 1 2021 sebesar Rp5,89 triliun mayoritas disalurkan untuk sub sektor perkebunan kelapa sawit sebesar Rp4,57 triliun dan sub sektor perkebunan kelapa sawit dan penghasil getah lainnya sebesar Rp630 miliar.

Sementara itu, terhadap resiko kredit yang tercermin dari rasio NPL UMKM terpantau mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,05 persen (gross) dibandingkan sebelumnya 2,83 persen (gross). Resiko kredit UMKM tersebut cukup baik di tengah pandemi Covid-19 . 

Hal ini tidak terlepas dari insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah dan otoritas terkait terhadap pelaku UMKM di masa pandemi serta kehati-hatian yang diterapkan oleh perbankan dalam menyalurkan kredit kepada UMKM.

"Walaupun resiko tersebut tergolong baik, namun masih diperlukan langkah-langkah lanjutan untuk menjaga resiko kredit senantiasa berada pada ambang batas aman di tengah perlambatan ekonomi yang diperkirakan masih terjadi dalam beberapa bulan ke depan," terangnya.

Apabila dilihat secara sektoral, perbaikan NPL pada triwulan ini didorong oleh penurunan resiko NPL pada hampir seluruh sektor kecuali sektor pertambangan dan sektor listrik yang mengalami penurunan resiko kredit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah buat regulasi haruskan investor kolaborasi dengan UMKM lokal
Sabtu, 11 September 2021 - 20:23 WIB
Pemerintah telah membuat regulasi yang mengharuskan agar investor berkolaborasi dengan pengusaha UMK...
 Pengusaha UMKM Labu Jipang khas Muria Kudus terus berinovasi saat pandemi
Sabtu, 11 September 2021 - 18:26 WIB
Berada di tangan terampil labu jipang yang biasanya untuk sayur atau lalapan dapat menghasilkan prod...
Dukung usaha mikro Pertamina gelontorkan pendanaan UMK Pertashop di Gunung Kidul
Sabtu, 11 September 2021 - 17:48 WIB
Pertamina melakukan penyaluran Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PPUMK) untuk pendirian Perta...
Pemkot Pekalongan usulkan 1.000 UMKM terima BPUM
Jumat, 03 September 2021 - 20:31 WIB
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengusulkan kepada pemerintah agar 1.000 usaha mikro kecil ...
UMKM kuliner sambut aturan PPKM yang baru
Selasa, 24 Agustus 2021 - 20:35 WIB
Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah kuliner menyambut positif aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegi...
Airlangga: Pemerintah akan tambah penerima bantuan presiden untuk UMKM
Selasa, 24 Agustus 2021 - 20:22 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menamb...
Produk busana UKM Indonesia tampil di MAGIC Fashion Trade Show AS
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 14:57 WIB
Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles sukses promosik...
BCA beberkan tiga dukungan bank dalam memajukan UMKM
Minggu, 25 Juli 2021 - 22:31 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Suwignyo Budiman menyebutkan setidaknya terdapat ...
Kemenkop dukung pemberdayaan UMKM Papua untuk ajang PON
Minggu, 25 Juli 2021 - 20:10 WIB
Sekretaris Menteri Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) Arif Rahman Haki...
Triwulan I 2021, Kredit UMKM di Jambi capai Rp15,27 triliun
Senin, 28 Juni 2021 - 21:04 WIB
Kredit UMKM Jambi tercatat mencapai Rp15,27 triliun mengalami perbaikan dibandingkan triwulan IV 202...
Live Streaming Radio Network