Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama
Elshinta
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:46 WIB |
Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jangan menyuruh atau mengarahkan masyarakat untuk memilih agama atau Pancasila.

"Misalnya, saya ditanya pilih ajaran Katolik atau Pancasila, itu pertanyaan apa?" kata Romo Franz pada webinar dengan tema Pancasila: Tandingan Agama atau Etika Kebangsaan? di Jakarta, Sabtu (19/6).

Ia menilai adanya pertanyaan memilih Pancasila atau agama sama saja dengan menggerogoti kesetiaan seseorang pada Pancasila karena memberi kesan memilih agama atau Pancasila.

"Jadi, yang membuat pertanyaan ini sendiri sebenarnya tidak Pancasilais," kata Romo Franz.

Jika pertanyaan yang sama ditujukan kepada umat Islam memilih Pancasila atau Alquran, hal itu berbahaya dan perlu diselidiki.

Pancasila lahir bukan untuk bersaing dengan agama mana pun sehingga ke depan tidak pernah ada lagi pertanyaan-pertanyaan memilih Pancasila atau agama maupun kitab suci.

Romo Franz juga meminta Pancasila tidak dilebih-lebihkan, apalagi sudah mengarah pada hal politis. Masalahnya, akan kontraproduktif karena meminta seseorang memilih Pancasila atau agama.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Wapres dukung program Jaga Kiai untuk beri penghargaan bagi ulama 
Senin, 02 Agustus 2021 - 13:55 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendukung program Jaga Kiai sebagai salah satu bentuk penghargaan kepad...
KCI beri sertifikat UNESCO pada anak berbakat dalam promosi budaya
Sabtu, 31 Juli 2021 - 23:49 WIB
Kiny Cultura Indonesia (KCI) memberikan sertifikat internasional dari CID UNESCO bagi anak-anak berb...
Google Doodle tampilkan sosok penulis Sariamin Ismail
Sabtu, 31 Juli 2021 - 09:15 WIB
Jika Anda membuka laman utama Google hari ini, Anda akan disambut dengan Google Doodle yang menampil...
Mensos Risma yakinkan gotong-royong bisa ringankan pandemi COVID-19
Selasa, 27 Juli 2021 - 12:47 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini meyakinkan warga bahwa semangat gotong-royong bisa meringankan beban ...
Mensos gandeng BI dan fintech luncurkan aplikasi untuk bansos
Senin, 26 Juli 2021 - 16:58 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan akan menggandeng Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan d...
Wapres imbau MUI pusat dan daerah sejalan dengan pemerintah
Senin, 26 Juli 2021 - 15:38 WIB
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ...
Bangkitkan seni budaya di masa pandemi, Galuh Pakuan kembali gelar `Jaipong Kreasi` 
Minggu, 25 Juli 2021 - 13:14 WIB
Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan segera menggelar Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup S...
Dekranasda upayakan songket khas Tanah Datar dimiliki semua kalangan
Jumat, 23 Juli 2021 - 16:12 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ny. Lise E...
Pembagian daging kurban, Polres Salatiga `door to door` untuk hindari kerumunan
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:13 WIB
Polres Salatiga, Jawa Tengah pada Idul Adha 1442 H menyembelih 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Rabu ...
Kisah Hani (8) ikut berkurban dengan uang tabungan selama tiga tahun
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:36 WIB
Perintah berkurban bagi seorang Muslim yang bertakwa tampaknya tidak hanya terbatas untuk orang dew...
Live Streaming Radio Network