Gedung Putih pertimbangkan pembicaraan Joe Biden dan Xi Jinping
Elshinta
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:24 WIB |
Gedung Putih pertimbangkan pembicaraan Joe Biden dan Xi Jinping
Dokumentasi - Joe Biden (kiri) saat masih menjabat Wapres AS bertemu Presiden China Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat China di Beijing pada tahun 2011. ANTARA/elshinta.com/China Daily

Elshinta.com - Gedung Putih akan mempertimbangkan pembicaraan antara Presiden Joe Biden dan mitranya dari China, Xi Jinping, saat kedua negara itu berselisih soal berbagai isu termasuk HAM, menurut pejabat senior AS pada Kamis.

Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan mengatakan bahwa kedua pemimpin itu akan "mengetahui di mana kita berada dalam hubungan."

Beijing geram dengan komunike yang dikeluarkan atas desakan Biden melalui para pemimpin Kelompok Tujuh pada Minggu. Komunike itu mengecam China atas isu HAM di wilayah Xinjiang dan Hong Kong sementara juga menuntut investigasi penuh dan menyeluruh asal mula virus corona di China.

"Secepatnya kami akan duduk untuk menemukan modalitas yang tepat bagi kedua presiden untuk terlibat," kata Sullivan melalui panggilan konferensi di hadapan wartawan.

"Bisa jadi melalui panggilan telepon, bisa jadi pertemuan di sela-sela KTT internasional lainnya, bisa jadi melalui apapun."

Biden dan Xi keduanya diperkirakan akan menghadiri pertemuan G20 pada Oktober di Italia, lokasi yang memungkinkan untuk pembicaraan seperti itu. Menurutnya, tidak ada keputusan akhir yang telah dibuat.

Ditanya apakah ia akan meminta Xi agar mendesak investigasi asal mula COVID-19, Biden pada Rabu mengatakan kepada awak media: "Kami saling mengenal dengan baik; kami bukan teman lama. Ini hanya murni pekerjaan."

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus COVID-19 di bandara Nanjing menyebar, diduga varian Delta
Selasa, 27 Juli 2021 - 10:55 WIB
Kasus infeksi COVID-19 yang pertama kali ditemukan di kalangan pekerja Bandara Internasional Lukou,...
Tercatat 71 kasus baru COVID-19 di Tiongkok
Selasa, 27 Juli 2021 - 10:27 WIB
Sebanyak 71 kasus baru COVID-19 tercatat di Tiongkok pada Senin (26/7), dibanding dengan 76 kasus se...
Gedung runtuh Florida, korban terakhir ditemukan
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:20 WIB
Jenazah korban terakhir yang hilang dari gedung kondominium yang runtuh di Florida pada 24 Juni tela...
Brazil: China ajukan izin penggunaan darurat vaksin COVID Sinopharm
Selasa, 27 Juli 2021 - 08:13 WIB
China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm) mengajukan izin penggunaan darurat vaksi...
Investor Selandia Baru minat bangun prasarana pelabuhan di Riau
Senin, 26 Juli 2021 - 22:39 WIB
Salah seorang investor Selandia Baru James Daniel mau membangun Terminal Pelabuhan dan tempat berlab...
Saudi buka kembali umrah untuk jamaah internasional mulai 10 Agustus
Senin, 26 Juli 2021 - 21:55 WIB
 Arab Saudi mengumumkan bahwa umrah akan dibuka kembali untuk jamaah dari luar negeri, mulai 10 Agu...
PBB: Korban sipil di Afghanistan capai rekor pada Mei-Juni
Senin, 26 Juli 2021 - 17:06 WIB
Hampir 2.400 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka pada Mei hingga Juni saat pertempuran antara...
Warga Indonesia bersepeda bersama seberangi Golden Gate San Francisco
Senin, 26 Juli 2021 - 13:58 WIB
Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 RI berse...
Hadapi gelombang ke-3 COVID-19, Ghana berharap pada kiriman vaksin
Senin, 26 Juli 2021 - 12:27 WIB
Ghana berharap untuk mendapatkan lebih dari 18 juta dosis vaksin COVID-19 sebelum Oktober karena neg...
AS terus bantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Senin, 26 Juli 2021 - 12:06 WIB
Amerika Serikat (AS) akan terus melakukan serangan udara untuk membantu pasukan Afghanistan menghada...
Live Streaming Radio Network