Ternak kerbau di Lebak masih jadi andalan ekonomi warga
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 11:45 WIB |
Ternak kerbau di Lebak masih jadi andalan ekonomi warga
Peternakan kerbau di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga kini masih menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat. (Antara/elshinta.com)

Elshinta.com - Peternakan kerbau di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga kini masih menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat.

"Ekonomi keluarga sangat terbantu dengan mengembangkan ternak kerbau itu, "kata Sapri (55) seorang peternak warga Curugbitung Kabupaten Lebak, Kamis.

Pengembangan ternak kerbau yang dilakukan masyarakat di sini masih dikelola secara tradisional. Mereka para peternak kerbau itu kebanyakan mengembalakan ternaknya di tanah lapang yang banyak rerumputan.

"Kami sendiri setiap hari melepaskan ternak hewan besar di tanah lapang karena terdapat pakan rerumputan hijau itu, " katanya menjelaskan.

Menurut dia, usaha pengembangan ternak kerbau itu cukup membantu ekonomi keluarga, sebab ia setiap tahun bisa menjual antara tiga sampai empat ekor. Penjualan kerbau bisa menghasilkan pendapatan ekonomi Rp60 sampai Rp70 juta per tahun.

"Kami bisa memperbaiki rumah dan menyekolahkan anak hingga Perguruan Tinggi dari hasil usaha ternak kerbau, " kata Sapri sambil menyatakan kini kerbau miliknya tinggal 13 ekor.

Begitu juga Subur (60) warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya mengembangkan usaha ternak kerbau sudah 40 tahun hingga kini masih menjadikan andalan ekonomi keluarga. Pengembangan usaha ternak kerbau di sini kebanyakan dari peninggalan orang tua. Sebab, kata dia, di wilayahnya terdapat perkebunan kelapa sawit sehingga tumbuh rerumputan yang hijau untuk dijadikan pakan ternak kerbau.

Mereka peternak setiap hari ratusan ekor kerbau dilepas di lahan perkebunan untuk memanfaatkan rerumputan itu.

Selama ini, kata dia, warga yang berada sekitar perkebunan kelapa sawit masih menjadikan andalan ekonomi dari usaha ternak kerbau itu. "Kami setiap tahun bisa menjual kerbau lima ekor dengan penghasilan Rp90 juta, " katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan pemerintah daerah terus meningkatkan populasi kerbau dengan rekayasa teknologi inseminasi buatan (IB) dengan membuka posko pelayanan di sejumlah kecamatan. Saat ini, kata dia, jumlah populasi kerbau sekitar 19.000 ekor dan sudah masuk kategori swasembada daging di Kabupaten Lebak. Bahkan, kebutuhan untuk Hewan Kurban bisa dipasok ke luar daerah seperti Tangerang, Jakarta dan Bogor.

Ternak yang dikembangkan masyarakat jenis kerbau lumpur dan berat badannya bisa mencapai 500-600 kilogram dengan harga kisaran Rp15 juta - Rp25 juta per ekor. Namun demikian, teknik budidaya kerbau yang ada di masyarakat sangat tradisional dan perlu adanya peningkatan sumber daya peternak. Peternak kerbau di sini masih memanfaatkan rumput sebagai sumber makanan, sehingga pertumbuhan populasi kerbau cukup lambat.

"Kami kedepan akan mengembangkan teknik budidaya peternakan kerbau sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mendag: Stok dan harga bahan pokok stabil selama PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 18:09 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memaparkan stok dan harga bahan kebutuhan pokok relatif ...
Rupiah menguat pada hari pertama perpanjangan PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 17:58 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat pada hari pertama perpanj...
Erick Thohir: Bank BUMN jadi kontributor terbesar penyaluran KUR
Senin, 26 Juli 2021 - 17:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengungkapkan bahwa bank-bank BUMN menjadi penyalur te...
Ekstensifikasi garam NTT untuk ganti impor
Senin, 26 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mayoritas potensi produksi garam di Nusa Tenggara Timur belum dimanfaatkan. Padahal, provinsi itu sa...
Wagub DKI: 90 persen bantuan sosial tunai telah tersalurkan
Senin, 26 Juli 2021 - 15:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi w...
IHSG menguat 0,14% ke 6.110 pada sesi I hari ini 
Senin, 26 Juli 2021 - 14:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 8,48 poin atau 0,14% ke 6.110,17 pada akhir perda...
Tengah hari, rupiah spot berbalik arah menguat tipis ke Rp 14.485 per dolar AS 
Senin, 26 Juli 2021 - 14:48 WIB
Rupiah spot berbalik menguat pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/7). Pukul 12.10 WIB, rupiah ...
Pengusaha pertanyakan aturan makan 20 untuk pengunjung saat PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 13:35 WIB
Sejumlah pengusaha rumah makan mempertanyakan aturan waktu selama 20 menit untuk pengunjung menyanta...
Pengelola buka kembali Pasar Tanah Abang hingga pukul 15.00 WIB
Senin, 26 Juli 2021 - 12:50 WIB
Pengelola membuka kembali operasional kegiatan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hingga pukul 15.00 W...
Rupiah Senin pagi melemah 17 poin
Senin, 26 Juli 2021 - 09:45 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 17 poin
Live Streaming Radio Network