Satgas Covid-19 terus pastikan kesiapan PTM Terbatas sesuai prokes
Elshinta
Rabu, 16 Juni 2021 - 12:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Satgas Covid-19 terus pastikan kesiapan PTM Terbatas sesuai prokes
Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Meski dinamika Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) terus berkembang, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung tetap ingin memastikan pelaksanaanya berjalan sesuai protokol kesehatan.

Oleh karenanya, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung terus memantau pelaksanaan uji coba PTMT. Termasuk di tingkat SMA.

Perlu diketahui, PTMT rencananya baru dilaksanakan pada Juli mendatang. Pelaksanaanya pun tergantung keputusan Wali Kota Bandung.

Seperti yang dilaksanakan oleh Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna pada Selasa 15 Juni 2021.

Ia kembali meninjau pelaksanaan uji coba PTMT. Kali ini ia meninjau pelaksanaan di SMAN 8, SMAN 3 dan SMAN 5 Kota Bandung.

"Secara umum mereka (pihak sekolah) siap, hanya nanti pimpinan akan mengambil kebijakan dan diselaraskan dengan situasi kondisi perkembangan dinamika covid-19 di Kota Bandung," ujar Ema di SMAN 5 Bandung.

Ia optimis sekolah siap dalam melaksanakan PTMT. Mulai dari kelas, toilet, masuk sekolah dengan pengecekan suhu tubuh. Termasuk ruang transit jika siswa suhu badan tinggi.

"Semuanya masuk akal, mulai dari ruangan, pintu masuk tenaga pendidik dan siswa itu beda," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Selasa (16/6).

"Pola pengaturan ruangan kelas, tenaga pendidik juga tahu jika pembelajaran maksimal hanya 25 persen. Pembejaran hanya 2 kali dalam seminggu, hanya 2 mata pelajaran," tuturnya.

"Tidak ada kantin, tidak ada jam istirahat, begitu selesai mereka pulang," imbuh Ema.

Menurutnya, jika tiap orang tua siswa antar jemput anaknya itu akan lebih aman. Hanya saja yang dikhawatirkan siswa yang menggunakan jasa transportasi umum. 

"Kalau di sini diantar jemput orang tua, tidak khawatir. Mungkin 1-2 siswa saja yang menggunakan jasa transportasi umum. Itulah yang menjadi pemikiran kita," akunya.

Di SMAN 8, Ema mengapresiasi fasilitas yang dihadirkan dalam rangka uji coba PTMT ini, seperti tempat cuci tangan, bilik disinfektan, kapasitas ruang kelas, hingga pengawasan siswa yang harus berada di kelas meski jam istirahat.

"Saya apresiasi, siswa tidak boleh bergerak dari tempat duduknya meski jam istirahat, mereka membawa bekal masing-masing. Tapi persoalannya di sini, tidak boleh mencoba makanan orang lain, karena itu bisa jadi potensi," katanya.

"Tinggal dipikirkan saja siswa harus membawa sendok garpu dengan artian tidak pakai tangan karena kalau pakai tangan harus cuci tangan setelah makannya, itu harus keluar kan," lanjutnya.

Ema pun berharap pengawasan dan bimbingan terhadap para siswa terkait protokol kesehatan tidak hanya dilaksanakan dalam lingkungan sekolah saja, tetapi hingga sampai ke rumah-masing.

"Pada saat datang dan pulang layoutnya sudah bagus, yang jadi persoalan adalah kedatangan siswa yang naik pakai transportasi umum. Kalau dalam persepektif regulasi kita aman karena dalam Perwal diatur, setiap alat transportasi umum diberikan ruang kapasitas 50 persen," katanya.

"Kemudian anak SMA relatif jiwa mainnya masih tinggi, bisa saja saling kangen begitu pulang saling bergandengan tangan, ketika proses belajar aman, tapi di luar proses belajar itu yang harus diwaspadai. Tapi woro-woro di sini pakai speaker itu bagus. Jangan ada kesempatan ruang berkerumun," lanjutnya.

Selain itu, Ema mengingatkan kepada para Guru di sekolah dengan istilah digugu dan ditiru, harus menjadi suritauladan atau menjadi contoh bagi para siswa.

"Jangan ada kelengahan, murid makan patonggong-tonggong, guru makan ngariung, akan jadi kontraproduktif. Begitu pun perilaku tidak sadar saat ngobrol maskernya dibuka misalnya," ucapnya.

Menurut Ema, permasalahan Covid-19 ini menyangkut keselamatan, jangan sampai bermain-main dalam urusan pandemi Covid-19.

"Artinya kita harus benar-benar super fokus, super disiplin, dan paling utama konsisten. Bangun komitmen yang kuat, konsisten dalam melaksanakan, disiplin sebagai landasan," katanya.

"Saya yakin keselamatan itu Allah akan berikan, serta diberikan kemudahan, kelancaran, dan terutama perlindungan untuk keselamatan kita," imbuhnya.

Terkait munculnya pendapat ahli epidemiologi yang menyatakan PTMT belum bisa dilaksanakan, Ema dapat memahaminya.

Namun baginya, pemerintah berkomitmen untuk mengikuti jadwal yang masih direncanakan. 

"Pengamat boleh berpendapat. Saya datang ke sini sesuai komitmen jadwal yang dibuat. Saya kalau tidak ke lapangan tidak akan tahu gambaran seperti apa," tegas Ema.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unimal Lhokseumawe akan kuliah tatap muka jika dosen dan mahasiswa sudah divaksin Covid-19
Rabu, 28 Juli 2021 - 16:55 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Dr. Herman Fithra mengatakan, pihaknya akan m...
Unimal Lhokseumaweh siap gelar vaksinasi bagi mahasiswa
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:06 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr, H. Herman Fithra melakukan silaturahmi dengan para wart...
Presiden Jokowi minta kampus tidak pagari disiplin ilmu terlalu kaku
Selasa, 27 Juli 2021 - 14:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi tidak memagari atau membatasi disiplin ilmu s...
PPDB SMA Kota Depok, warga aksi keprihatinan tolak siswa titipan 
Senin, 26 Juli 2021 - 16:04 WIB
Sejumlah warga yang bergabung dalam Forum Doea-Doea berunjuk rasa di SMAN 1 Depok. Mareka memasang s...
Lima mahasiswa UB ciptakan `body lotion` daun kelor 
Minggu, 25 Juli 2021 - 15:14 WIB
Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspiras...
Mahasiswa dan alumnus Unhas antusias ikuti vaksinasi massal kedua
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mahasiswa dan alumnus Universitas Hasanuddin antusias mengikuti vaksinasi massal gelombang kedua di ...
PPDB Kota Depok berakhir lancar, belajar masih daring 
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:48 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Kot...
Guru diminta bantu sosialisasi vaksin bagi pelajar
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:57 WIB
Para guru di Kota Tangerang, Banten diminta membantu menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada...
Kemendikbud danai tiga penelitian di ITN Malang  
Rabu, 21 Juli 2021 - 11:36 WIB
Tiga penelitian ITN malang mendapat `gelontoran` dana hibah pembinaan dari Kementerian Pendidikan d...
Satgas TNI bagikan peralatan sekolah untuk anak di perbatasan
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:45 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan ana...
Live Streaming Radio Network