Satgas: Efektivitas vaksin COVID-19 masih di atas 50 persen
Elshinta
Selasa, 15 Juni 2021 - 22:16 WIB |
Satgas: Efektivitas vaksin COVID-19 masih di atas 50 persen
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan kepada wartawan secara virtual, Selasa (15/6/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Elshinta.com - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan vaksin yang tersedia di Indonesia masih memiliki efektivitas di atas 50 persen untuk melindungi penerima manfaat dari risiko sakit akibat terpapar varian baru virus corona.

"Secara keseluruhan sekarang masih memiliki efektivitas, karena efektivitas di atas 50 persen masih terpenuhi," katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan secara virtual dan dipantau di Jakarta, Selasa.

Wiku mengatakan pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi karena dalam rangka untuk bertahan hidup di tubuh manusia.

Proses mutasi virus tersebut bisa berlangsung terus menerus apabila potensi untuk menularnya tersedia atau penularannya tetap terjadi di masyarakat.

Wiku mengatakan penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan dan dimonitor agar vaksin yang digunakan dapat terukur efektivitasnya secara keseluruhan.

Pertanyaan seputar keampuhan vaksin dalam melindungi seseorang dari keterpaparan COVID-19, kata Wiku, hingga saat ini masih menjadi pertanyaan masyarakat dunia.

"Artinya semua akan pasti melihat kondisi ini dan memastikan bahwa vaksinasi dilakukan betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif," katanya.

Terkait peristiwa sejumlah tenaga kesehatan di Kudus, Jawa Tengah, yang mengalami reinfeksi COVID-19 meskipun telah terlindungi vaksin, Wiku menjelaskan bahwa reaksi vaksin bergantung pada kemampuan antibodi seseorang.

"Dengan adanya seperti ini, pasti seharusnya semakin tinggi titer antibodi dari orang yang divaksinasi, karena reaksi setiap orang berbeda tentunya akan memberikan proteksi yang lebih baik," katanya.

Wiku menambahkan proses vaksinasi ulang bisa saja yang diperlukan apabila jumlah titer antibodi yang ada di seseorang tersebut setelah divaksinasi tidak cukup tinggi untuk bisa menghadang risiko tertular COVID-19.

Secara terpisah Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan terdapat 145 kasus variant of concern (VOC) yang diyakini menular lebih cepat hingga memperberat gejala COVID-19 saat ini menyebar di sejumlah daerah di Indonesia.

"Hingga 13 Juni 2021, dari total 1.989 sekuens yang diperiksa, telah dideteksi 145 sekuens VOC. Sebanyak 36 kasus B117, lima kasus B1351 dan 104 kasus B1617.2," katanya.

Varian baru tersebut memungkinkan memicu penurunan keampuhan vaksin, misalnya terhadap varian B1617.2 (Delta), namun bukan berarti vaksin yang tersedia saat ini tidak efektif.

"Vaksinnya masih ampun. Bahkan WHO menganjurkan segera vaksin. Mungkin varian baru yang ada sekarang menurunkan keampuhan, tapi bukan berarti tidak efektif," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf minta Indonesia didoakan bebas pandemi
Senin, 26 Juli 2021 - 21:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mem...
Pemprov Jateng siapkan bansos untuk 133.555 orang terdampak PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 20:58 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan penyaluran bantuan sosial untuk membantu 133.555 orang ya...
Gibran: Ada pelonggaran pembatasan bukan berarti euforia
Senin, 26 Juli 2021 - 20:44 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan adanya pelonggaran atas sejumlah pembatasan ya...
 Kapolres dan Dandim Cilacap salurkan paket sembako untuk warga
Senin, 26 Juli 2021 - 20:10 WIB
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat masyarakat yang bergerak dalam...
Menkes pastikan testing-tracing merata di 720 laboratorium Jawa-Bali
Senin, 26 Juli 2021 - 19:46 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan testing dan tracing dilakukan secara merata pad...
 Gelar `Serbuan Vaksinasi` di dua tempat, ini penjelasan Dandim Cilacap
Senin, 26 Juli 2021 - 19:15 WIB
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Serbuan Vaksinasi yang dilaksanakan secara serentak dan masif kep...
PPKM diperpanjang, penyekatan tidak dibuka
Senin, 26 Juli 2021 - 19:05 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menegaskan tidak akan membuka penyekat jalur, menyusul perpanjangan PP...
 Kelangkaan tabung oksigen di Salatiga teratasi dengan baik
Senin, 26 Juli 2021 - 18:47 WIB
Kelangkaan tabung oksigen di Salatiga, Jawa tengah teratasi dengan adanya satgas oksigen yang memant...
Kepri kekurangan tempat tidur ruang ICU untuk pasien COVID-19
Senin, 26 Juli 2021 - 18:36 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan rumah sakit yang dikelola pemerintah daerah kekur...
Ringankan beban warga terdampak PPKM, Pura Grup bagikan 5000 paket sembako
Senin, 26 Juli 2021 - 18:25 WIB
Sukses gelar kegiatan vaksinasi bagi karyawan dan keluarga sebanyak 14.000 vaksin tahap I dan II, Pu...
Live Streaming Radio Network