Menteri KKP dorong Lampung kembangkan tambak udang modern
Elshinta
Selasa, 15 Juni 2021 - 20:35 WIB |
Menteri KKP dorong Lampung kembangkan tambak udang modern
Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono minta petambak Lampung kembangkan tambak udang modern. ANTARA/HO-KKP.

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono mendorong petambak di Provinsi Lampung untuk mengembangkan tambak udang secara modern.

"Syaratnya menjadi tambak modern yaitu, pertama adanya irigasi/air tambak, ada tandon, ada instalasi pengolahan limbah, kolam budidaya, ada pakan mandiri, ada penyuplai, dan laboratorium," kata Wahyu di Tambak Bumi Dipasena, Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Ia menyebutkan semua itu harus terintegrasi menjadi satu kesatuan jika masyarakat mengembangkan tambak secara modern. Selain itu, lanjutnya, masyarakat atau petambak juga menginginkan transparansi seperti harga, bibit, pakan dan lainnya.

"Semuanya harus transparan jika menginginkan petambak maju dan modern," ujarnya.

Apabila syarat ini dipenuhi, lanjutnya, maka ini akan permanen dan akan terus dilakukan. "Kalau pakan dan bibit dari mana-mana, maka yang akan terjadi adalah pertempuran pasar. Dan kasihan objeknya para petambak," tambahnya.

Dalam kunjungan itu, Menteri Wahyu juga mendengarkan keluhan petambak Dipasena yang menginginkan adanya revitalisasi dan solusi yang komprehensif di pertambakan mereka.

Solusi komprehensif yang dimaksud, menurut Menteri Wahyu Sakti, yaitu adanya komitmen dari masyarakat untuk maju bersama, tidak hanya untuk meminta bantuan.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung), Suratman mengungkapkan bahwa pihaknya siap bersinergi dan bergandengan tangan bersama jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah. Termasuk pihak terkait lainnya dalam upaya untuk membangkitkan kembali tambak udang Dipasena.

Lebih dari itu, Suratman juga berharap pemerintah dapat mendukung beberapa hal yang menjadi kendala bagi petambak Dipasena. Kendala itu antara lain perbaikan jalan nasional Simpang Penawar- Rawajitu sepanjang 68 km, penambahan alat berat untuk revitalisasi saluran air, dan pengadaan faskes rawat inap.

Untuk diketahui, Tambak Udang Bumi Dipasena memiliki luas sekitar 16.250 Ha, dengan jumlah tambak sebanyak 17.139 petak. Dari luasan tambak tersebut, 6.800 Ha merupakan lahan pertambakan mandiri (sertifikat hak milik), dan 9.450 Ha merupakan lahan perusahaan (hak guna usaha).

Komoditas udang yang disebar di 17.139 petak yaitu udang vaname 99 persen. Dengan jumlah KK petambak 6.500 keluarga, dan produksi 30-70 ton/hari. Adapun kebutuhan harian yang diperlukan yaitu benih udang 3-7 ton/hari, pakan 45-105 ton/hari, obat-obatan 50 ton/hari, dan es 120-280 ton/hari.

Penjualan udang selama setahun mampu mencapai Rp 1,08 triliun. Dengan rata-rata hasil produksi bulanan Juni 2020-Mei 2021 yakni sebanyak 15.895 ton/bulan atau sekitar 44,15 ton/hari.

Beberapa hal yang sudah dilakukan P3UW seperti melakukan penggalangan dan swadaya masyarakat melalui program investasi Rp1.000/kg, melakukan revitalisasi mandiri, melakukan penanaman mangrove, melakukan monitoring udang, perbaikan pola kemitraan bagi hasil melalui koperasi, dan perbaikan jalan darat oleh P3UW.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan dialog channel antara petambak dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Pada dialog tersebut, petambak menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi selama ini dan berbagai harapan. Kendala disampaikan, antara lain pendangkalan kanal inlet dan outlet, kerusakan jetty (sedimentasi dan bangunan), kerusakan mangrove greenbelt, rusaknya akses jalan darat, perlu dukungan permodalan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Kapolres dan Dandim Cilacap salurkan paket sembako untuk warga
Senin, 26 Juli 2021 - 20:10 WIB
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat masyarakat yang bergerak dalam...
Menkes pastikan testing-tracing merata di 720 laboratorium Jawa-Bali
Senin, 26 Juli 2021 - 19:46 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan testing dan tracing dilakukan secara merata pad...
 Gelar `Serbuan Vaksinasi` di dua tempat, ini penjelasan Dandim Cilacap
Senin, 26 Juli 2021 - 19:15 WIB
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Serbuan Vaksinasi yang dilaksanakan secara serentak dan masif kep...
PPKM diperpanjang, penyekatan tidak dibuka
Senin, 26 Juli 2021 - 19:05 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menegaskan tidak akan membuka penyekat jalur, menyusul perpanjangan PP...
 Kelangkaan tabung oksigen di Salatiga teratasi dengan baik
Senin, 26 Juli 2021 - 18:47 WIB
Kelangkaan tabung oksigen di Salatiga, Jawa tengah teratasi dengan adanya satgas oksigen yang memant...
Kepri kekurangan tempat tidur ruang ICU untuk pasien COVID-19
Senin, 26 Juli 2021 - 18:36 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan rumah sakit yang dikelola pemerintah daerah kekur...
Ringankan beban warga terdampak PPKM, Pura Grup bagikan 5000 paket sembako
Senin, 26 Juli 2021 - 18:25 WIB
Sukses gelar kegiatan vaksinasi bagi karyawan dan keluarga sebanyak 14.000 vaksin tahap I dan II, Pu...
Tingkat kematian warga akibat Covid-19 di Purwakarta masih tinggi
Senin, 26 Juli 2021 - 17:25 WIB
Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat selama penerapan PPKM Level-4 telah kehilangan 43 orang warganya y...
Pemprov Jatim buka depo isi ulang oksigen gratis di Malang
Senin, 26 Juli 2021 - 16:37 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka depo pengisian oksigen di halaman Kantor Badan Koordinasi Wil...
Menteri BUMN pastikan ketersediaan obat COVID-19 hingga September 2021
Senin, 26 Juli 2021 - 16:13 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ketersediaan obat COVID-19 produksi ...
Live Streaming Radio Network