Satgas Covid-19 Bandung nilai sejumlah sekolah paham syarat PTM Terbatas
Elshinta
Selasa, 15 Juni 2021 - 11:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Satgas Covid-19 Bandung nilai sejumlah sekolah paham syarat PTM Terbatas
Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna menilai sejumlah sekolah telah memahami persyaratan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Penilaian Ema tersebut berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah sekolah yang melaksanakan uji coba PTMT. Termasuk saat ia meninjau SMPN 43 Kota Bandung dan ke TK dan SMP Assalam Kota Bandung, Senin (14/6).  

Menurutnya, para guru bersama Kepala Sekolah telah memahami alur pada saat siswa datang, hingga pada saat pulang.

"Kebetulan ini (di SMPN 43) levelnya SMP jadi yang ada itu kelas 7,8, kalau 9 kan sudah keluar mau masuk ke kelas 10. Mereka sudah mengatur bagaimana pintu kedatangan atau alur kedatangan dan juga alur kepulangan dan mereka sudah tahu bahwa sesuai dengan ketentuannya," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Selasa (14/6).

"Apabila nanti pelaksanaan PTMT maka maksimum dari kapasitas ruang dan dari jumlah siswa yang ada itu hanya 25 persen. Jadi misalnya rata-rata di sini per kelasnya, ada 32 siswa artinya itu maksimum hanya 8 orang," lanjutnya.

Selain itu, siswa maksimum mendapatkan dua mata pelajaran dengan masing-masing 1 jam. Kemudian tidak ada waktu untuk istirahat, dan kantin tidak boleh buka.

"Jadi mereka semua, kebiasaan jajan dan lain sebagainya tidak ada. Mereka rata-rata sudah membawa makanan dan minuman sendiri. Bahkan tadi saya cek mereka rata-rata sudah membawa hand sanitizer sendiri," ucap Ema.

"Artinya informasi dan edukasi ke siswanya ini sudah berjalan cukup baik. Hanya yang jadi kendala umum adalah ternyata masih ada 30 persen siswa yang masih menggunakan jasa transportasi umum," katanya.

"Perilaku inilah yang harus kita waspadai. Karena kita tidak tahu perilaku para siswa atau layanan di transportasi umum seperti apa. Tidak semua orang tua juga memiliki alat transportasi. Mungkin karena persoalan waktu, sibuk, tidak ada waktu mengantar anak," imbuhnya.

Ema pun mengingatkan kepada para guru agar dapat mengawasi ketat terhadap siswa jika PTMT ini dilaksanakan. Sehingga jangan sampai dibiarkan terlalu bebas saat di sekolah.

"Bahkan tadi saya melihat siswa mau toilet pun diantar. Jangan sampai nanti mereka misalnya arahnya tidak sesuai dengan kepentingan," katanya.

"Begitu pun dalam proses pulang makanya kami mintakan 1-2 menit itu yang namanya pendidikan 5M harus disampaikan, perilaku mereka datang dan pergi tidak boleh ada ruang kesempatan mereka bermain. Karena dengan alasan sudah lama tidak bertemu dengan teman dan sebagainya." Lanjutnya.

"Ada kerinduan, kemudian belok kiri belok kanan, bahkan ke mana pun, ini yang membahayakan. Karena tiba-tiba mereka tanpa sadar bergandengan tangan dan lain sebagainya Itu yang tentunya harus diingatkan," katanya.

Ema menilai, secara umum sekolah sudah memahami apabila PTMT. Tapi melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini tetap harus waspada.

"Secara umum, mereka sudah memahami apabila PTMT itu nanti akan diambil oleh Pak Walikota. Tapi saya katakan bahwa kalau melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini Bandung sedang dalam kondisi harus waspada Tinggi," katanya.

"Karena kondisinya sekarang (kasus Covid-19) baik kumulatif termasuk aktif termasuk juga BOR kita ini semuanya sedang bergerak dan sedang mengkhawatirkan," ungkapnya.

Ema mengatakan, angka positif aktif sebanyak 1.118 kasus. Sedangkan keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) mendekati angka 89 persen. 

"Jadi hampir semua rumah sakit sekarang ini okupansinya terjadi peningkatan. Kita sedang terus menambah tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan yang ada di kota Bandung," katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unimal Lhokseumawe akan kuliah tatap muka jika dosen dan mahasiswa sudah divaksin Covid-19
Rabu, 28 Juli 2021 - 16:55 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Dr. Herman Fithra mengatakan, pihaknya akan m...
Unimal Lhokseumaweh siap gelar vaksinasi bagi mahasiswa
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:06 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr, H. Herman Fithra melakukan silaturahmi dengan para wart...
Presiden Jokowi minta kampus tidak pagari disiplin ilmu terlalu kaku
Selasa, 27 Juli 2021 - 14:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi tidak memagari atau membatasi disiplin ilmu s...
PPDB SMA Kota Depok, warga aksi keprihatinan tolak siswa titipan 
Senin, 26 Juli 2021 - 16:04 WIB
Sejumlah warga yang bergabung dalam Forum Doea-Doea berunjuk rasa di SMAN 1 Depok. Mareka memasang s...
Lima mahasiswa UB ciptakan `body lotion` daun kelor 
Minggu, 25 Juli 2021 - 15:14 WIB
Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspiras...
Mahasiswa dan alumnus Unhas antusias ikuti vaksinasi massal kedua
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mahasiswa dan alumnus Universitas Hasanuddin antusias mengikuti vaksinasi massal gelombang kedua di ...
PPDB Kota Depok berakhir lancar, belajar masih daring 
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:48 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Kot...
Guru diminta bantu sosialisasi vaksin bagi pelajar
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:57 WIB
Para guru di Kota Tangerang, Banten diminta membantu menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada...
Kemendikbud danai tiga penelitian di ITN Malang  
Rabu, 21 Juli 2021 - 11:36 WIB
Tiga penelitian ITN malang mendapat `gelontoran` dana hibah pembinaan dari Kementerian Pendidikan d...
Satgas TNI bagikan peralatan sekolah untuk anak di perbatasan
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:45 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan ana...
Live Streaming Radio Network