Pemerintahan baru Israel menandai berakhirnya era Netanyahu
Elshinta
Senin, 14 Juni 2021 - 12:08 WIB |
Pemerintahan baru Israel menandai berakhirnya era Netanyahu
Seekor burung terbang di depan spanduk kampanye partai Likud dengan gambar pemimpin mereka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjelang pemilihan 23 Maret di kota bagian utara perbatasan Israel-Arab, Nazareth, Sabtu (13/3/2021). REUTERS/Amir Cohen/RWA/djo

Elshinta.com - Rekor 12 tahun Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel berakhir pada Minggu (13/6) ketika parlemen menyetujui "perubahan pemerintahan" baru yang dipimpin oleh nasionalis Naftali Bennett, sebuah skenario mustahil yang pernah dibayangkan oleh segelintir warga Israel.
 
Akan tetapi, kemenangan sangat tipis yang dicapai koalisi pada pemungutan suara --menyangkut kepercayaan terhadap Netanyahu-- dengan hasil 60-59 suara menunjukkan kekuatan yang rapuh. Koalisi itu sendiri terdiri dari partai sayap kiri, tengah, dan Arab yang tidak terlalu punya kesamaan --kecuali sama-sama ingin menggulingkan sang perdana menteri Israel dari jabatannya.  

Di Tel Aviv, ribuan orang menyambut hasil tersebut setelah empat kali pemilihan dalam dua tahun.

"Saya di sini merayakan berakhirnya sebuah era di Israel," kata Erez Biezuner di Alun-alun Rabin. "Kami ingin mereka berhasil dan menyatukan kami lagi," tambahnya, saat pendukung pemerintahan baru bernyanyi dan menari mengelilinginya.

Netanyahu, sosok agresif berusia 71 tahun, menyatakan akan segera kembali lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Jika kami ditakdirkan untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan bangga hingga kami dapat menggulingkannnya," kata Netanyahu kepada parlemen sebelum pelantikan Bennett.
 
Pemerintah baru sebagian besar berencana untuk tidak terlalu memusatkan upaya untuk mengurusi masalah-masalah internasional yang panas, seperti kebijakan terhadap Palestina, melainkan akan berfokus pada reformasi dalam negeri. 
 
Warga Palestina tidak tergugah dengan perubahan pemerintahan. Mereka memprediksikan bahwa Bennett, mantan kepala pertahanan yang membela pencaplokan Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki, akan membawa agenda sayap kanan yang sama seperti yang dilancarkan Netanyahu, sang pemimpin partai Likud.

Berdasarkan kesepakatan koalisi, Benett, seorang Yahudi Ortodoks sekaligus jutawan perusahaan teknologi canggih, akan digantikan sebagai perdana menteri pada 2023 oleh Yair Lapid, 57 tahun, mantan pembaca acara TV ternama.

Dengan partai Yamina sayap kanannya yang hanya mengantongi enam dari 120 kursi parlemen dalam pemilihan terakhir, kenaikan Bennett ke posisi perdana menteri menjadi sebuah pukulan politik.

Diwarnai teriakan "pembohong" dan "penghinaan" yang terus menerus dari loyalis Netanyahu di parlemen, Bennett berterima kasih kepada mantan perdana menteri itu atas "pengabdian yang panjang dan penuh dengan prestasi."

Hubungan manis di antara kedua sosok itu agak memudar: Bennett pernah menjadi kepala staf Netanyahu dan memiliki hubungan yang berliku dengannya sebagai menteri pertahanan. Meski mereka berdua merupakan tokoh sayap kanan, Bennett menolak seruan Netanyahu untuk bergabung dengannya pascapemilihan 23 Maret.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamboja akan `lockdown` area perbatasan dengan Thailand
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:52 WIB
Kamboja akan memberlakukan penguncian (lockdown) di delapan provinsi yang berbatasan dengan Thailand...
PM: vaksinasi saja tidak akan akhiri penguncian COVID di Sydney
Kamis, 29 Juli 2021 - 11:35 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menegaskan bawa vaksinasi saja tidak akan mengakhiri pengun...
Pasukan Israel tembak mati anak Palestina 12 tahun
Kamis, 29 Juli 2021 - 10:20 WIB
Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang anak Palestina berusia 12 tahun saat berada dalam mobil...
Presiden Tunisia copot kepala stasiun televisi
Kamis, 29 Juli 2021 - 08:49 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied memberhentikan kepala stasiun televisi nasional, Mohamed al-Dahach, pada...
Guatemala negosiasi ulang kontrak untuk vaksin Sputnik V Rusia
Rabu, 28 Juli 2021 - 16:27 WIB
Presiden Guatemala Alejandro Giammattei mengatakan pada Selasa (27/7) bahwa negara Amerika Tengah te...
Pejabat tinggi pengamanan mendiang presiden Haiti ditangkap polisi
Rabu, 28 Juli 2021 - 13:37 WIB
Seorang pejabat tinggi keamanan Presiden Haiti Jovenel Moise, yang tewas dibunuh, ditangkap oleh pol...
Kuwait larang warga yang tidak divaksin bepergian ke luar negeri
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:17 WIB
Kuwait pada Selasa (27/7) menetapkan bahwa hanya warga negara yang telah divaksin anti COVID-19 yan...
Tentara Israel bunuh warga Palestina di Tepi Barat
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:05 WIB
Seorang tentara Israel membunuh seorang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (27/...
CDC anjurkan warga AS tervaksin pakai masker di dalam ruangan
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:58 WIB
Penduduk Amerika yang divaksin penuh melawan COVID-19 harus kembali mengenakan masker di tempat-temp...
Rusia setujui uji coba vaksin campuran AstraZeneca-Sputnik V
Selasa, 27 Juli 2021 - 18:12 WIB
Rusia memberikan persetujuan untuk melanjutkan uji klinis yang mencampurkan vaksin asal Inggris Astr...
Live Streaming Radio Network