Sekolah-sekolah di Jepang mundur dari program penonton Olimpiade
Elshinta
Sabtu, 12 Juni 2021 - 22:02 WIB |
Sekolah-sekolah di Jepang mundur dari program penonton Olimpiade
Salah satu maskot Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020 Miraitowa berpose di samping lambang olimpiade usai upacara pengenalan maskot di Gunung Takao di Hachioji, sebelah barat Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021). Pengenalan maskot tersebut bersamaan dengan perayaan 100 hari sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020. ANTARA FOTO/Kim Kyung-Hoon/Pool via REUTERS/wsj.

Elshinta.com - Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mulai menerima pembatalan dari sekolah-sekolah yang tidak lagi ingin berpartisipasi dalam program yang menawarkan siswa-siswi kesempatan untuk menonton pertandingan dari tempat terdekat mereka.

Sejumlah pemerintah daerah yang dekat dengan Tokyo telah memilih keluar dari program tersebut karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona, dan dengan penyelenggara yang belum memutuskan batasan penonton, banyak dewan pendidikan yang merasa tidak yakin jika siswa dapat menyaksikan jalannya pertandingan Olimpiade secara langsung.

Di Nakai, Prefektur Kanagawa, 320 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dijadwalkan untuk menonton pertandingan sepak bola dan bisbol di Yokohama, tetapi dewan pendidikan kota tersebut memutuskan untuk mundur pada bulan ini berdasarkan pandangan dari para kepala sekolah.

"Kami sudah berencana untuk bepergian dengan kereta api, tetapi risiko infeksinya tinggi," kata kepala divisi pendidikan kota tersebut, Tetsuya Takahashi, dikutip dari Kyodo, Sabtu.

Program penonton tersebut menyediakan tiket Olimpiade, yang telah ditunda satu tahun karena pandemi, kepada sekolah-sekolah dan pemerintah daerah dengan harga diskon 2.020 yen (sekitar Rp262 ribu).

Menurut panita penyelenggara, ada sekitar 1,28 juta permintaan pembelian pada Januari tahun lalu.

Pada Piala Dunia Rugby 2019 di Jepang, anak-anak yang diundang menonton pertandingan menyanyikan lagu kebangsaan negara-negara peserta. Tetapi penyelenggara Olimpiade menganggap pembatalan program itu tidak dapat dihindari mengingat penundaan dan pandemi.

Kawagoe, Prefektur Saitama, yang akan menjadi tuan rumah kompetisi golf, awalnya meminta 5.558 tiket, terutama untuk pertandingan golf dan sepak bola yang akan diadakan di prefektur tersebut. Namun, permintaan tersebut turun menjadi sekitar 2.400 tiket pada Rabu (9/6), setelah sekolah-sekolah diminta untuk mengonfirmasi permintaan tiket mereka.

Seorang pejabat lokal mengatakan tampaknya ada setidaknya satu kota di prefektur tersebut yang telah membatalkan program sepenuhnya.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Yokohama mengonfirmasi kembali 323 sekolah yang sudah berencana menonton pertandingan dan memastikan jika mereka akan melanjutkan rencana tersebut tidak. 

"Terlalu banyak kabar yang beredar, seperti pemberitaan media bahwa hasil tes PCR negatif diperlukan. Namun, kami ingin membiarkan (siswa) pergi jika mereka bisa," kata seorang pejabat dewan pendidikan.

Di sisi lain, pejabat Prefektur Chiba berencana mengambil keputusan setelah pemerintah pusat mengumumkan batas penonton di venue dan tindakan lebih lanjut mengenai pengendalian infeksi.

Acara nonton bareng dan pertemuan publik lainnya juga berada di bawah pengawasan ketat tim pengendalian penyebaran virus corona, yang menyebabkan banyak acara dibatalkan.

Terkait kelanjutan program penonton, Menteri Olimpiade Tamayo Marukawa mengatakan keputusan tersebut akan ditentukan setelah berkonsultasi dengan kementerian pendidikan dan panitia penyelenggara (Olimpiade), ketika batas penonton sudah diputuskan pada bulan Juni. 

Dengan sekitar 40 hari tersisa sebelum upacara pembukaan Olimpiade, Tokyo masih berada dalam status darurat COVID-19 sejak akhir April, yang sekaligus bertujuan menurunkan jumlah kasus. 

Pada musim panas 2019, ibukota Jepang itu rencananya akan menerima sekitar 900.000 siswa dari berbagai sekolah negeri dan swasta yang akan menyaksikan pertandingan Olimpiade. 

"Kami memahami bahwa orang-orang khawatir dengan situasi pandemi. Kami siap untuk membatalkan program jika kami menilai keselamatan dan keamanan mereka tidak terjamin, dan kami akan mengatur agar pembatalan tersebut dapat dilakukan, bahkan pada hari itu juga," kata seorang pejabat pemerintah kota Tokyo. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dressel dan McKeon kuasai renang nomor sprint Olimpiade Tokyo
Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:45 WIB
Caeleb Dressel dari Amerika Serikat menjadi yang terbaik pada renang nomor gaya bebas 50m putra dan ...
Atlet biliar dan catur Papua siap sumbang emas di PON XX
Minggu, 01 Agustus 2021 - 11:15 WIB
Atlet billiar dan catur yang saat ini masih melakukan pemusatan latihan di pulau Jawa siap menyumban...
KONI Papua sebut vaksinasi atlet tahap pertama telah selesai dilakukan
Minggu, 01 Agustus 2021 - 10:45 WIB
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menyebutkan vaksinasi COVID-19 tahap pertam...
Tak kenal lelah sehabis Olimpiade, van Vleuten juarai San Sebastian
Minggu, 01 Agustus 2021 - 08:00 WIB
Annemiek van Vleuten mengabaikan jet lag perjalanan sejauh 10.000 km dari Jepang untuk menjuarai San...
Kontes emas Olimpiade hari ini, lari 100m sampai ambisi Caeleb Dressel
Minggu, 01 Agustus 2021 - 07:45 WIB
Mahkota lari 100m putra Usain Bolt akan memiliki pemilik baru dalam Olimpiade Tokyo hari ini ketika ...
Sprinter Nigeria dan Kenya dicoret dari Tokyo 2020 karena doping
Minggu, 01 Agustus 2021 - 07:15 WIB
Sprinter putri Nigeria Blessing Okagbare dan spesialis 100 meter Kenya Mark Odhiambo dikeluarkan dar...
Jadwal Indonesia hari ini: Anthony Ginting berjuang di semifinal
Minggu, 01 Agustus 2021 - 06:30 WIB
Atlet Indonesia Anthony Ginting menjadi satu-satunya wakil Tanah Air yang berlaga di Olimpiade 2020,...
Greysia/Apriyani ukir sejarah baru bulu tangkis Indonesia
Minggu, 01 Agustus 2021 - 00:10 WIB
Bulu tangkis Indonesia mencetak sejarah baru lewat penampilan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rah...
Zohri akui masih harus benahi mental dan teknik `start`
Sabtu, 31 Juli 2021 - 23:38 WIB
Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri mengaku masih harus berbenah diri, terutama terkait mentali...
Dressel, Ledecky dan McKeown tambah perolehan emas
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:30 WIB
Caeleb Dressel dan Katie Ledecky menambah perolehan medali emas Amerika Serikat di Olimpiade Tokyo, ...
Live Streaming Radio Network