Bupati Kampar kunjungi lokasi bocah SD bergelantungan ke sekolah
Elshinta
Sabtu, 12 Juni 2021 - 06:00 WIB |
Bupati Kampar kunjungi lokasi bocah SD bergelantungan ke sekolah
Tiga murid SD 011 Desa Kuntu Darusalalam dengan cara bergelantungan di keranjang menyeberangi sungai guna menuju sekolahnya. ist

Elshinta.com - Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Jumat, meninjau ke lokasi viral usai tiga murid SD 011 Desa Kuntu Darusalalam dengan cara bergelantungan di keranjang menyeberangi sungai guna menuju sekolahnya.

Didampingi Kadis PUR PR Afdal, Kepala Bapeda Ir Azwan, dan Camat Kampar Kiri Nurjanis, Bupati memastikan kejadian di Sungai Siantan, Desa Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri.

Sebelumnya, Bupati Kampar merasa seakan tidak yakin hal itu terjadi di wilayahnya dengan narasi yang didramatisasi di media sosial.


Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat menunjuk sungai yang digunakan tiga murid menyeberang sungai. (ANTARA/HO-Pemkab Kampar)

"Sudah saya duga pasti tidak seperti yang diberitakan di medsos yang mengatakan ini adalah kelalaian pemerintah daerah," katanya.

Warga setempat, Dt Rajo Batuah yang melihat dan mengetahui langsung kejadian, mengatakan di video berdurasi 29 detik itu ada tiga bocah bernama Dermi Zibua (11) kelas III, Marpin (8) kelas I, dan Jerini Sarona Zibua kelas I yang bergelayutan menyeberangi sungai menggunakan keranjang yang ditautkan ke tali.

Eli Yudi Baruhu salah satu orang tua bocah tersebut merupakan pekerja kebun sawit, dan bukan masyarakat tempatan namun berdomisili yang tidak jauh dari lokasi penyeberangan.

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat menemui tiga murid SD 011 Desa Kuntu Darusalalam, Jumat (11/6/21). (ANTARA/HO-Pemkab Kampar)

Jumlah anak-anak sekolah yang menyeberang dengan cara ekstrim itu juga tidak banyak dan sebagian besar merupakan anak pekerja sawit. Pekerja yang tidak menetap asal Nias tersebut berada di tepi sungai. Keranjang yang digunakan untuk menyeberang tiga bocah tersebut merupakan wadah untuk mengangkut sawit ke seberang sungai.

Saat ini, ada sekitar 20 orang yang tinggal di kamp perkebunan sawit. Sementara anak-anak yang sekolah ada sekitar tujuh bocah, lima murid SD serta dua murid SMP.

Hal senada juga dijelaskan tokoh masyarakat sekaligus Ninik Mamak atau pemangku adat setempat, Herizal. Dia menjelaskan sungai tersebut merupakan kali kecil dan tidak dalam. Bahkan saat kemarau seperti saat ini, sepeda motor dan pejalan kaki bisa melewati sungai tersebut di banyak titik.

"Kalau musim hujan dan air dalam, mereka tidak lewat sana, biasanya orang tua mereka yang antar ke sekolah. Nampak ada batu-batu di dasar sungai, sepeda motorpun dapat lewat sungai itu," kata Herizal.

Menyeberang dengan keranjang sawit yang digunakan bocah itu bukanlah akses satu-satunya. Ada akses jalan dan jembatan agak memutar lebih kurang 10 KM dari kejadian bagi anak-anak yang tinggal di perkebunan sawit untuk pergi sekolah.

Video itu sengaja direkam untuk bersenang-senang saat anak-anak itu pulang sekolah. Sementara narasinya didramatisir. "Sekali lagi video itu tidak sama persis dengan keadaan yang sebenarnya," kata Herizal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unimal Lhokseumawe akan kuliah tatap muka jika dosen dan mahasiswa sudah divaksin Covid-19
Rabu, 28 Juli 2021 - 16:55 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Dr. Herman Fithra mengatakan, pihaknya akan m...
Unimal Lhokseumaweh siap gelar vaksinasi bagi mahasiswa
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:06 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr, H. Herman Fithra melakukan silaturahmi dengan para wart...
Presiden Jokowi minta kampus tidak pagari disiplin ilmu terlalu kaku
Selasa, 27 Juli 2021 - 14:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi tidak memagari atau membatasi disiplin ilmu s...
PPDB SMA Kota Depok, warga aksi keprihatinan tolak siswa titipan 
Senin, 26 Juli 2021 - 16:04 WIB
Sejumlah warga yang bergabung dalam Forum Doea-Doea berunjuk rasa di SMAN 1 Depok. Mareka memasang s...
Lima mahasiswa UB ciptakan `body lotion` daun kelor 
Minggu, 25 Juli 2021 - 15:14 WIB
Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspiras...
Mahasiswa dan alumnus Unhas antusias ikuti vaksinasi massal kedua
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mahasiswa dan alumnus Universitas Hasanuddin antusias mengikuti vaksinasi massal gelombang kedua di ...
PPDB Kota Depok berakhir lancar, belajar masih daring 
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:48 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Kot...
Guru diminta bantu sosialisasi vaksin bagi pelajar
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:57 WIB
Para guru di Kota Tangerang, Banten diminta membantu menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada...
Kemendikbud danai tiga penelitian di ITN Malang  
Rabu, 21 Juli 2021 - 11:36 WIB
Tiga penelitian ITN malang mendapat `gelontoran` dana hibah pembinaan dari Kementerian Pendidikan d...
Satgas TNI bagikan peralatan sekolah untuk anak di perbatasan
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:45 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan ana...
Live Streaming Radio Network