Membangkitkan gairah bagi petani muda di Nusantara
Elshinta
Minggu, 30 Mei 2021 - 12:45 WIB |
Membangkitkan gairah bagi petani muda di Nusantara
Petani sedang menanam padi di sawah. ANTARA/HO-KKP

Elshinta.com - Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington, pernah menyatakan bahwa petani adalah pekerjaan yang paling sehat, paling bermanfaat, serta paling mulia bagi manusia.

Petani, sebagai salah satu profesi tertua di sepanjang sejarah umat manusia, telah membuat pola hidup masyarakat berubah, dari nomaden menjadi menetap untuk merawat lahan sawah atau kebun mereka.

Tidak heran bila Revolusi Agraria, yang pertama kali terjadi pada sekitar tahun 10.000 SM di daerah Timur Tengah dan terus meluas ke berbagai penjuru dunia, adalah suatu pencapaian akbar bagi kalangan Bani Adam.

Namun sayangnya, di berbagai negara seperti Indonesia, muncul permasalahan yaitu semakin menuanya rata-rata usia petani, karena generasi muda lebih menyenangi profesi sektor manufaktur atau jasa.

Bahkan anggota Komisi IV DPR RI Slamet pernah menyatakan bahwa ancaman pangan terbesar yang dihadapi di Tanah Air adalah persoalan terkait regenerasi petani.

Salah satu alasan yang kerap terlontar adalah bahwa petani dinilai bukanlah profesi yang menjanjikan, sehingga isu kesejahteraan petani dinilai harus menjadi fokus pemerintah.

Logikanya, bila semakin banyak petani yang sejahtera di berbagai daerah, maka hal tersebut akan menarik semakin banyak anak muda untuk menjadi petani.

Koordinator LSM Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah juga menyatakan bahwa kalangan anak muda adalah solusi untuk mewujudkan sistem pangan yang berdaulat di Indonesia, sehingga anak-anak muda harus lebih dilibatkan di dalam sektor pertanian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah petani menurun dan petani muda hanya 6 persen atau 2,7 juta dari total petani di Tanah Air yang berjumlah 33,4 juta.

Namun, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Luki Abdullah berpendapat bahwa pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 di Indonesia membuat generasi milenial tertarik mengelola bisnis peternakan karena dianggap menguntungkan di tengah banyaknya waktu luang.

Dengan waktu luang yang melimpah, membuat banyak anak muda mulai melirik ke bisnis produktif seperti di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Senada, Kepala Perwakilan International Fund for Food and Agriculture (IFAD) Indonesia Ivan Cossio Cortez menilai Indonesia memerlukan lebih banyak petani milenial sebagai upaya untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan terlebih di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Ivan Cossio Cortez, menjadi penting membangun pertanian melalui dukungan transformasi pedesaan yang inklusif.

Teknologi digital
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan mengingatkan bahwa langkah penerapan teknologi digital di dalam sektor pertanian Indonesia perlu dipercepat terutama dalam rangka menarik semakin banyak petani generasi muda.

Apalagi, Indra Setiawan mengingatkan bahwa sebanyak 85,62 persen di antara kalangan pemuda merupakan pengguna internet dan berpeluang menjadi early adopter atau pengadopsi dini dari teknologi digital di sektor pertanian.

Menurut dia, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki daya lenting tinggi selama pandemi COVID-19.

Hal tersebut terindikasi antara lain dari data BPS yang menunjukkan adanya kenaikan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian sebanyak 2,78 juta selama periode Agustus 2019 hingga Agustus 2020.

Sedangkan Survei Angkatan Kerja Nasional oleh BPS menyatakan sebanyak 20,62 persen pemuda Indonesia bekerja di sektor pertanian pada Agustus 2020, naik dari periode sebelumnya yang berjumlah 18,43 persen.

Kehadiran teknologi digital pertanian dinilai dapat pula menghubungkan petani langsung dengan konsumen, yang dapat mempersingkat rantai pasok, sehingga mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak.

Selama ini masih ditemukan banyak petani yang lebih banyak menjual hasil pertanian dalam jumlah besar ke tengkulak. Hal ini layak disorot karena menyebabkan petani antara lain tidak memiliki daya tawar yang kuat untuk menentukan harga produsen.

Dengan digitalisasi di mana petani semakin memiliki akses terhadap informasi harga komoditas di pasaran yang akurat dan transparan, maka peningkatan pemahaman yang kuat terhadap dinamika harga komoditas pertanian dapat membantu petani untuk menentukan harga produsen secara lebih terukur.

Dalam hal program pinjaman dari pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pendanaan untuk aktivitas pertanian, dinilai masih belum memiliki jumlah pinjaman yang maksimum bagi petani.

Untuk itu, berbagai instansi seperti Kementerian Pertanian dan kementerian lain yang relevan perlu segera menyusun proyek-proyek nasional mengenai pengenalan teknologi digital pertanian. Kementan dapat melakukan perluasan cakupan kerjasama dengan pihak swasta untuk melakukan penetrasi di area lain.

Literasi digital
Tantangan lainnya yang juga harus untuk disorot adalah rendahnya literasi digital petani, di mana mayoritas petani Indonesia merupakan lulusan sekolah dasar yang rata-rata berumur lebih dari 45 tahun.

Sejumlah pihak seperti Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia M Anwar Bashori menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat sejumlah piloting pengembangan pertanian cerdas berbasis teknologi IoT (internet of things).

Salah satunya yakni pengembangan Greenhouse Aquaponik untuk budi daya pertanian dan perikanan sebagai upaya untuk menarik pemuda bertani.

Selain itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian gencar mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif pada sektor pertanian khususnya bagi kalangan petani milenial guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa program yang dilakukan oleh sejumlah BUMN untuk meningkatkan inklusi keuangan di sektor pertanian seperti sinergi oleh PT Bank Mandiri Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, dan juga PT Pupuk Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir juga dalam sejumlah kesempatan telah memuji kolaborasi BUMN untuk membangun ketahanan pangan dan wirausaha petani.

Erick menekankan peningkatan kesejahteraan petani harus ditunjang dengan penciptaan kegiatan bisnis petani secara profesional.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Sutrisno mengingatkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian perlu betul-betul bersinergi dalam melakukan perluasan pendidikan dan pelatihan bagi kalangan petani di berbagai daerah.

Ia menyarankan hal tersebut dapat dibenahi dengan memperbanyak dan memperluas pendidikan dan pelatihan kepada petani sehingga sumber daya manusia dalam bidang pertanian menjadi semakin baik.

Dengan semakin meleknya petani dalam proses teknologi digital, maka diharapkan ke depanya juga akan membuat semakin banyak anak muda yang bergairah dan berbondong-bondong menjadi petani.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Wapres dukung program Jaga Kiai untuk beri penghargaan bagi ulama 
Senin, 02 Agustus 2021 - 13:55 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendukung program Jaga Kiai sebagai salah satu bentuk penghargaan kepad...
KCI beri sertifikat UNESCO pada anak berbakat dalam promosi budaya
Sabtu, 31 Juli 2021 - 23:49 WIB
Kiny Cultura Indonesia (KCI) memberikan sertifikat internasional dari CID UNESCO bagi anak-anak berb...
Google Doodle tampilkan sosok penulis Sariamin Ismail
Sabtu, 31 Juli 2021 - 09:15 WIB
Jika Anda membuka laman utama Google hari ini, Anda akan disambut dengan Google Doodle yang menampil...
Mensos Risma yakinkan gotong-royong bisa ringankan pandemi COVID-19
Selasa, 27 Juli 2021 - 12:47 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini meyakinkan warga bahwa semangat gotong-royong bisa meringankan beban ...
Mensos gandeng BI dan fintech luncurkan aplikasi untuk bansos
Senin, 26 Juli 2021 - 16:58 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan akan menggandeng Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan d...
Wapres imbau MUI pusat dan daerah sejalan dengan pemerintah
Senin, 26 Juli 2021 - 15:38 WIB
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ...
Bangkitkan seni budaya di masa pandemi, Galuh Pakuan kembali gelar `Jaipong Kreasi` 
Minggu, 25 Juli 2021 - 13:14 WIB
Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan segera menggelar Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup S...
Dekranasda upayakan songket khas Tanah Datar dimiliki semua kalangan
Jumat, 23 Juli 2021 - 16:12 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ny. Lise E...
Pembagian daging kurban, Polres Salatiga `door to door` untuk hindari kerumunan
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:13 WIB
Polres Salatiga, Jawa Tengah pada Idul Adha 1442 H menyembelih 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Rabu ...
Kisah Hani (8) ikut berkurban dengan uang tabungan selama tiga tahun
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:36 WIB
Perintah berkurban bagi seorang Muslim yang bertakwa tampaknya tidak hanya terbatas untuk orang dew...
Live Streaming Radio Network